"ayo dong neng, nulis..." seru gue kepada diri gue sendiri beberapa menit yang lalu setelah selesai meng-upload foto ke facebook.
lalu si gue pun bertanya , "nulis apaan?"
"ya nulis apa aja lah. bikin cerpen kek, nulis blog kek, apa aja deh..." gue masih saja kekeh membujuk diri gue sendiri buat nulis.
"ah males ah, lagi ngga punya ide sama sekali mau nulis apa..."si gue pun masih kekeh menolak buat nulis dengan alesan ngga punya ide.
bukannya menyerah, gue masih terus saja ngepo in diri gue sendiri yang sekarang sebenernya udah mulai bete, "yaudah, nge-tweet dulu, ato nge-plurk! siapa tau dapet ide mau nge-blog apa... basi lo jarang apdet blog!" cecer gue ke si gue.
si gue udah ngga mau ngejawab lagi. malah asik bikin header blog tanpa sedikitpun punya rasa bersalah karena ngga nulis.
tiba- tiba si mama ngelongokin kepala di pintu, "de, minum actifed!"
gue pun bangkit dari duduk, keluar kamar dan minum actifed.
semenit, sepuluh menit. si gue mulai rese lagi, kembali mengusik si gue yang masih anteng ngedit header blog pesenan orang, "eh elu, biasa nya kalo lagi celeng pinter lo bikin tulisan..."
si gue cuma melirik sebal, nganggep gue lagi ngga ngomong.
"eh, eh, eh, buka facebook aja! siapa tau dapet bahan buat nulis 'bahasa fesbuk versi 2'...!" gue memberi saran.
"males!" si gue menjawab sengit, tapi kali ini tangannya mulai mengarahkan pointer mouse buat buka twitter.
semenit, bolak- balik baca tweet orang di halaman twhirl.
ide masih aja ngga muncul,
masih tetep ngga tau mau nulis apaan,
tapi ngeliat gelagat nya, si gue bakal gue gangguin banget nih sampe mulai nulis.
akhirnya si gue menyerah,
mulai mengetik alamat blog di browser tab.
"nahhh gitu dong! nulis!" gue berseru girang, lalu melanjutkan "mau nulis apa lo?"
si gue melirik sebentar, "cerpen absurd!" jawabnya terus diam tenggelam dengan kegiatan menulisnya.
Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts
Sunday, September 6, 2009
Saturday, May 30, 2009
sebuah cerpen bodoh di sore berhujan diatas kasur ber-sprei snoopy...
Serpong, 2009
sama- sama memandangi gerakan- gerakan gambar di layar televisi yang sama, sama- sama mendengarkan suara- suara dari speaker televisi yang sama, sama- sama kedinginan oleh hawa ac yang sama, sama- sama berebutan selimut bergambar snoopy yang sama, sama- sama duduk di kasur kecilku, berjejer, bersebelahan.
sudah tau kasurku kecil, dasar makhluk tak tahu diri, dia malah suruh aku geser- geser supaya dia bisa selonjoran dan tidur, "ngantuk" katanya.
aku masih memandangi gerakan- gerakan gambar di layar televisi yang itu, mendengar suara- suara dari speaker televisi yang itu. tapi dia. sekarang tidur. menghadap tembok. berbalik menghadapku. bergerak- gerak lagi. baru kali ini aku melihat wajah dia tertidur. mengalah, memberikan selimut snoopy yang tadi kami rebutkan ke dia, dan aku mengambil pashmina yang masih terlipat saja. dia tidur, aku masih duduk di sampingnya, masih menonton.
film membosankan, hujan di luar, hawa dingin, aku ikutan ngantuk. takut disangka yang ngga- ngga sama mama kalo tiba- tiba masuk kamar, aku tidur membelakangi dia. baru mau tidur, dia bangun. dengan rese isengin aku sampe aku batal tidur.
sialan dia.
"laper nih..." dasar anak food oriented. laperrrr mulu kerjaannya.
ganti baju, melajukan mobil ke McD terdekat.
ahhh dasar anak bodoh, pake salah masuk lagi. bukannya masuk ke area parkiran mekdonal, kita malah masuk ke area parkiran ruko- ruko disebelah mekdonal yang bikin kita musti jalan kaki sambil ketawa ngakak atas kebodohan kami.
masuk mekdonal, rencana licik mau nge-par melihat ada pesta anak kecil, tapi nyadar kalo diri udah ngga cocok duduk di kursi kecil, pake topi bergambar singa- singa an tokoh madagascar, dan tepuk tangan ngeliat sulap kacangan.
dia gourmet wrap. aku mcflurry.
duduk. dan ngobrol.
ngga jelas juga apa yang diobrolin. sampe tiba- tiba ngebahas pacaran a la manis manja grup dengan panggilan sayang super alay, dan gaya pacaran super SMP alias gaya anak SMP banget dehh! hahahaa...
habis makan, pulang kerumah ku.
ngeliatin video- video bodoh teman- temannya dan teman- teman ku. ketawa lagi sampe sakit perut.
sampai dia bilang "aku pulang ya..." lalu mengecupku di depan pintu.
"scotty doesn't know that fiona and me doin in my bed every sunday..." ARGHH!
alarm henpon bikin sadar kalau aku cuma mimpi. sialan dasar!
--
sebuah cerpen bodoh di sore berhujan diatas kasur ber-sprei snoopy...
sama- sama memandangi gerakan- gerakan gambar di layar televisi yang sama, sama- sama mendengarkan suara- suara dari speaker televisi yang sama, sama- sama kedinginan oleh hawa ac yang sama, sama- sama berebutan selimut bergambar snoopy yang sama, sama- sama duduk di kasur kecilku, berjejer, bersebelahan.
sudah tau kasurku kecil, dasar makhluk tak tahu diri, dia malah suruh aku geser- geser supaya dia bisa selonjoran dan tidur, "ngantuk" katanya.
aku masih memandangi gerakan- gerakan gambar di layar televisi yang itu, mendengar suara- suara dari speaker televisi yang itu. tapi dia. sekarang tidur. menghadap tembok. berbalik menghadapku. bergerak- gerak lagi. baru kali ini aku melihat wajah dia tertidur. mengalah, memberikan selimut snoopy yang tadi kami rebutkan ke dia, dan aku mengambil pashmina yang masih terlipat saja. dia tidur, aku masih duduk di sampingnya, masih menonton.
film membosankan, hujan di luar, hawa dingin, aku ikutan ngantuk. takut disangka yang ngga- ngga sama mama kalo tiba- tiba masuk kamar, aku tidur membelakangi dia. baru mau tidur, dia bangun. dengan rese isengin aku sampe aku batal tidur.
sialan dia.
"laper nih..." dasar anak food oriented. laperrrr mulu kerjaannya.
ganti baju, melajukan mobil ke McD terdekat.
ahhh dasar anak bodoh, pake salah masuk lagi. bukannya masuk ke area parkiran mekdonal, kita malah masuk ke area parkiran ruko- ruko disebelah mekdonal yang bikin kita musti jalan kaki sambil ketawa ngakak atas kebodohan kami.
masuk mekdonal, rencana licik mau nge-par melihat ada pesta anak kecil, tapi nyadar kalo diri udah ngga cocok duduk di kursi kecil, pake topi bergambar singa- singa an tokoh madagascar, dan tepuk tangan ngeliat sulap kacangan.
dia gourmet wrap. aku mcflurry.
duduk. dan ngobrol.
ngga jelas juga apa yang diobrolin. sampe tiba- tiba ngebahas pacaran a la manis manja grup dengan panggilan sayang super alay, dan gaya pacaran super SMP alias gaya anak SMP banget dehh! hahahaa...
habis makan, pulang kerumah ku.
ngeliatin video- video bodoh teman- temannya dan teman- teman ku. ketawa lagi sampe sakit perut.
sampai dia bilang "aku pulang ya..." lalu mengecupku di depan pintu.
"scotty doesn't know that fiona and me doin in my bed every sunday..." ARGHH!
alarm henpon bikin sadar kalau aku cuma mimpi. sialan dasar!
--
sebuah cerpen bodoh di sore berhujan diatas kasur ber-sprei snoopy...
Monday, May 11, 2009
cerpen asal-asalan 'sedia payung sebelum hujan'
Jakarta, Halte Ratu Plaza-Trans BSD (Ratu Plaza-BSD), 11 May 2009
yes!
hujan lagi.
setelah sekian lama Jakarta terlalu panas, akhirnya hujan juga. Dan bukan sekedar rintik, tapi deras.
Dengan cepat aku masuk rumah, mengambil payung dan berlari keluar, ikut berkumpul bersama teman- temanku, bersiap menuju halte serta mall- mall terdekat.
Ini nih enaknya tinggal di Jakarta, orang- orangnya kreatif. Ngga perlu punya sepeda motor atau sepeda ontel, punya payung pun bisa dijadikan ojek. Yaaa, tentu saja bukan aku atau payungku yang dinaiki, bisa patah payung kesayanganku ini, lagipula badan sekecilku kuat angkat siapa?
Kembali ke hari yang hujan. Di luar rumah sudah ada agil, bocel, imron, muti, dan ona. Berteriak- teriak memanggil namaku.
"Ridho! Ridho!" teriak mereka nyaris berbarengan seperti paduan suara sambil menenteng sendal jepit di tangan kanan dan mengepit payung di tangan kiri. Meloncat- loncat seperti cacing kena debu. Entah kesenengan atau mencoba menghilangkan dingin. Kalau aku sih sudah jelas. Tiap hujan aku kesenengan kalau kena air hujan.
Sambil ikut berlompatan, aku menghambur ke arah mereka dan berlari- lari sambil tertawa, melangkahkan kaki kurus dan langkah kecil kami ke salah satu plaza dekat rumahku. Ratu Plaza namanya. Mungkin dalam nya megah sekali, jadi diberi nama Ratu Plaza, tapi ya aku tak tau juga sih, orang aku ngga pernah nge-mol alias ngga pernah masuk mall.
Di depan ratu plaza, ada halte busway, tinggal tunggu di ujung tangga penyebrangan, buka payung, nyengir ramah, minimal tujuh ribu rupiah masuk kantong. lumayan lah buat beli ciki.
Seperti hari- hari biasanya, kami menentukan siapa bos nya, hari ini giliran Agil. Sebenernya itu sih buat seru- seru an kita aja, ngerasa in jadi bos sehari, kapan lagi?
Hari ini aku kebagian di pinggir halte bersama muti dan agil. disini paling enak, paling teduh, dan paling banyak pelanggan. ternyata di sana sudah banyak ojek payung lainnya, ada yang kukenal, ada juga yang tidak kukenal, maklum, kerjaan ojek payung mulai jadi kerjaan yang digemari anak- anak pinggiran seperti kami.
Ahh... disana ada Bang Japri.
"udah dapet berapa bang hari ini?" tanya ku pada bang Japri.
"gue juga baru turun 'Dho!" ujarnya, lalu melanjutkan "Bapak lo mana 'Dho? Kaga ngojek?"
aku menggeleng.
Bapak tidak seperti diriku yang suka jadi ojek payung supaya punya alasan buat main hujan, sakit dan esoknya bolos sekolah. Bapak tidak suka berdiri dalam hujan, mayungin orang lain sedangkan diri sendiri kehujanan.
"Dingin!" kata Bapak di sela- sela gemeletuk gigi dan batuk. Ah, tapi bukan Bapak namanya kalau tak riang. Karena dingin dan gemetar, Bapak lalu menggerak- gerakkan tubuhnya seolah berjoget, pamer senyum kemana- mana, bahkan sempat- sempatnya melontarkan lelucon kepada ku, Agil, bang Japri maupun yang lainnya.
"Bapak ni suka sekali ya joget- joget ajak orang ketawa..." pernah sekali aku bertanya
"Badan boleh kedinginan 'Dho. Tapi hati musti hangat. Ketawa sama teman kan bikin suasana hati nyaman, sakit juga ngga mau deket- deket..." jawab Bapak.
Aku yang ngga pernah baca buku bagus aja tau kalau kata- kata Bapak itu adalah kalimat paling bijak dari buku manapun.
Pelanggan pertamaku muncul. Seorang bapak- bapak tua dengan kacamata berpakaian kemeja lengan panjang rapih. begitu necis, pasti takut baju nya kena rintik hujan.
Dengan sopan aku menyodorkan payung sambil tersenyum ramah. Diraihnya payungku, lalu berjalan.
aku?
yaaaaaaa ngintil di belakang si bapak sambil merasakan hujan yang pelan- pelan bikin diri tambah basah.
Dari semua jenis orang, aku paling suka ibu- ibu berjilbab atau lelaki muda berpakaian tak begitu rapih karena biasanya aku dibolehkannya ikut berpayung.
lalu dengan senyum teduh si ibu menyerahkan dua lembar uang seribuan sambil berkata 'ditabung ya nak..."
atau untuk kasus si kakak lelaki, biasanya mereka berkata "jangan dipake macem- macem lo tong!" dengan wajah serius tapi ramah.
Kembali ke si bapak yang kini mengeluarkan tiga lembar seribuan lusuh dan menyerahkannya kepadaku.
Di ujung halte, aku kembali tersenyum, buka payung dan mengajak Agil mengobrol, "Untung yah Gil orang- orang Jakarta ini masih banyak yang ngga dengerin ibu guru nya...."
"He? maksudnya?" tanya Agil bingung.
"iyaa... coba kalo semua orang dengerin ibu guru waktu ngomong 'sedia payung sebelum hujan', pasti ngga ada ojek payung kan Gil?"
nampaknya ucapanku begitu lucu di telinga Agil, Muti dan Bang Japri yang sekarang malah tertawa terbahak sampai- sampai bang Japri keselek asep rokoknya sendiri.
Aku jadi ikutan ketawa liat Bang Japri batuk- batuk, sampai lupa ngojek.
"Sampe dalem berapa dek?" Seorang ibu bertanya menyadarkanku.
"Tiga ribu bu..." jawabku.
-cerpen asal-asalan hasil nunggu trans bsd ditengah hujan-
Subscribe to:
Posts (Atom)

