Showing posts with label celoteh (sok) pintar. Show all posts
Showing posts with label celoteh (sok) pintar. Show all posts

Saturday, March 27, 2010

jackass

We (speaking as a girl to all girls) happen to be more attracted to bad boys.
More rebel they look, more hot they became.
More bad they act, more cool they seem.
Yeah, we (girls) happens to love jerks. Jack asses..
We happens to fell in love with some jack ass who we knew exactly from the very beginning he was an asshole who had a huge potential to tore and broke our heart.
Yes. We knew it, but we chose to deny it, and yet still impulsively went out with them.
It's not a bad thing tho'.. Cos the hard life gets you, the more clever you become to get over it.
and yeah we all knew how the story goes.
It's a classic..
Girl falls in love with a boy who happens to be such a jerk,
and bam!
There you go, boy walks away and leave the girl with a heartache, most of it a big fat giant hole in her heart.
And we, cos we sometimes are a vulnerable human being, tend to keep hangin' on thoughts that he will regret every bad things they've done to us and one day would run come crawling back to us.
Well, let me tell you guys something.
That won't be happening!
Well, in some sort of special case, maybe it did happened.
But 8 from 10 story prove it won't happened.
Why it won't be happening? Cos they were jerks.
Guys are jerks. And jerks don't do nice.
So they will never regret whatever bad things they've done, even so they most likely didn't even noticed that they hurt us.
So if you one from that bunch sad-self pittying-broken girls who happens still hangin' on some jerks, let me give you some advise, "go get a life, you sad pathetic lame girls!".

First,
you are definitely wasting your time.. And even though you still wanna wait, at least don't stopped your world, don't live your life with sad looking eyes and tons of regrets and "what could've been sentence" hangin' first thing in your freakin' mind..
At least go live a life while you're waiting.
If he's destined to be with you he'll come around..

Second,
don't you ever thinking that there is no one else out there for you cos they were..
Don't you ever afraid of losing one jerk and put love as an excuse,
cos they're so much fish in the sea and frankly speaking there's still so much other jack asses waiting to hurt you.
So don't worry, you'll get yourself another jerk eventually.

and third,
have peace with yourself.
i know that break-ups were hard, tough.
goodbyes are sad.
but let us think that goodbyes are new beginning.
A chance to start something new..
and just for the love of God, please stop feel sorry for your self.
stand up, go put some action,
be the best of you
and find happier life...!



Friday, January 22, 2010

if there is no hell, there is no heaven..

"if there is no hell, there is no heaven..."

--

gue selalu percaya kalo keseimbangan itu hal paling esensial dan paling penting dalam hidup.
keseimbangan itu seolah key to living your life.

sama kayak yin-yang.
ngga ada yang bener- bener hitam, dan ngga ada yang bener- bener putih.
setiap hitam, pasti ada bagian putihnya.
dan setiap putih pasti ada bagian hitamnya.
keseimbangan itu saling melengkapi.
sama kayak baik dan jahat.
kalo ngga ada yang jahat, yang baik ngga akan terlihat baik.
Kalo ngga ada gelap, terang ngga akan jadi hal yang ditunggu.
Keseimbangan itu masalah dua hal bertolak belakang berjajar saling membanding agar saling kelihatan dan saling nyata eksistensi nya.
Dan supaya bagian yang jelek nya, mempertegas bagian bagus nya supaya kita inget buat seneng dan bersyukur.

Karena ngga akan ada putih kalo hitam nya ngga ada,
Ngga akan ada juga seneng tanpa sedih.
If there is no sadness so there is no happiness..
Karena kalo kita ngga pernah ngerasa'in sedih, kita ngga akan tau apa itu seneng, dan seneng ngga akan ada.
Kalo sedih itu ngga pernah ada, dan yang ada cuma seneng, kita udah ngga akan lagi bersyukur saat kita seneng soalnya seneng udah jadi hal yang biasa, bukan lagi anugerah yang perlu disyukuri.

Jadi semua memang perlu ketidak sempurnaan supaya yang sempurna keliatan.
Semua perlu hitam supaya putihnya keliatan.
Semua perlu susah nya, buat ngerasain bahagia nya kemudian..

Oh shit, kayaknya bener kata sheila gue sudah mulai semakin "rohani"..

Thursday, January 21, 2010

sadness

Semua orang pasti pernah sedih.
Justru kayaknya, sedih itu seolah lebih wajar dari bahagia.

Semua orang pasti punya cerita sedih mereka masing- masing.
Mengecewakan, dikecewakan.
Entah jadi si tokoh baik, ntah jadi si tokoh jahat, semua punya cerita nya masing- masing.
Semua punya kesedihannya masing- masing.

Jangan tanya deh gue pernah sedih atau ngga, karena nampaknya setengah masa remaja gue yang sebentar lagi akan habis ini bener- bener gue habiskan dengan bersedih.
Dari yang bener- bener sedih, sampe sedih nya jadi berasa cuma ecek- ecek.
Sampai akhirnya gue ada pada titik ini.
Titik jenuh dimana gue udah susah nge-beda-in yang mana gue sedih, yang mana yang biasa aja, yang mana lagi seneng. Yang gue tau cuma gue menjalankan kisah gue tidak dengan gembira dan ke-positif-an.
Sebelom ada yang nanya apa gue ngga cape selalu jadi orang yang negatif,
Let me tell you something,
Being negative is something that helps me live my life, something that helps me through the days.
Kenapa?
Karena dengan being negative, gue ngga lagi ngeliat hal- hal indahnya, hal- hal cantiknya, tapi gue liat kemungkinan terburuknya, dan siap- siap kalo kemungkinan buruk itu terjadi.
Dan kalo ternyata kemungkinan buruknya bener- bener terjadi, setidaknya gue udah ngga terlalu kecewa dan ngga terlalu terpuruk. Tapi kalo ternyata yang terjadi justru yang bagusnya, toh gue ga rugi apa- apa.

Tapi gue sama sekali tidak bangga dengan diri gue sendiri yang cenderung terlalu negatif memandang segala sesuatu. Hey, gue juga pengen kali jadi cewe- cewe "happy-go-lucky" yang always look things from the bright side.
Tapi ngga perduli gimanapun gue nyoba, being positive just too much for me.
Entah gue yang kebanyakan sedih, gue yang terlalu perasa, gue yang terlalu berlebihan ato gimana, gue juga ngga ngerti..

Kembali ke topik sedih.
Beberapa waktu belakangan ini, salah satu temen gue seolah lagi sedih banget dan dia bilang, dia berharap bisa se-cuek gue. Sedih atau ngga, gue tetep keliatan biasa aja.
Here's some note for you, whoever you are, there is nothing wrong to be sad, the only wrong thing is when you let people knew that you're broken inside.
And when I said wrong it isn't because you let people knew your weakness.. Bukan, tapi kalo lu kasi liat kesedihan lu, you let people pitty you, and that just shameful..

Kesedihan itu sebenernya cuma masalah persepsi.
Sakit yang kita rasain waktu lagi sedih itu ngga bener- bener nyata.
Itu semua cuma ada di otak kita..
Itu semua cuma masalah paradigma..
Cukup geser paradigma kalian soal kesedihan dan kita akan liat kesedihan dari sudut pandang yang jauh berbeda.

Dan waktu lu bersedih, sah- sah aja jadi drama queen.. Karena gue percaya, every single person is allowed to be a drama queen once in a while in the moment of needed.. Karena sebenernya kita semua drama queen dan drama king.. Ratu- ratu dan raja- raja drama yang bisanya cuma bikin drama di hidup orang lain. So, yes you allowed to be drama queen, but at least you could be a great drama queen in a great story of drama..

For whoever who's sad in this very moment,
Cheer up mates!
Life is not that hard when you knew how to live it. So the only thing matter is just try to figure out how to living life the way it is supposed to be lived and just try to understand God's sense of humor..
Whatever your problems are, HE's just joking right now, so don't take it too seriously.. Just live with it, and have fun with Him.. And life would be easier.. Dan lebih menyenangkan..

Cheers!!

Thursday, January 14, 2010

goodbye

Semua orang pasti pernah ngalamin yang namanya "perpisahan".
Semua orang pasti pernah mengucapkan "goodbye" apapun kisah perpisahan mereka masing-masing.
Ditinggalkan, meninggalkan.
Semua orang pasti pernah merasakan ada sesuatu yang hilang. Yang seolah terpisah, dipisahkan dari diri nya.
Dan semua akan diiringi dengan sebuah kalimat sederhana "goodbye".
Saya ngga tau kata apa yang paling tepat untuk menerjemahkan "goodbye" kedalam bahasa indonesia.
Ntah "sampai jumpa lagi" atau "selamat tinggal" yang lebih tepat. But I go for the second. "Selamat tinggal".

Seperti yang saya pernah bilang,
Everyone has their own story, their own despair, their own miserability. And everyone has their own story of goodbyes.

Saya, terlepas dari saya suka atau tidak, saya mau atau tidak, bahkan saya sadar atau tidak, sudah menjumpai banyak perpisahan.
Best friends became strangers,
Lovers became enemy,
Death relatives.
Dan buat saya goodbye is a grief.
Goodbye is saddening.
Goodbye is bye.
Jadi saya selalu mikir, why is it people call it "goodbye" when there is nothing "good" in a "bye"?
Why people said "goodbye" when all the feelings left is the sadness or mourning?

Sampai tadi saya nonton 'ugly betty' season 4 episode 12. Saya ngga inget kalimat persisnya, intinya "there is something good in goodbye, it's the chance to moving forward and start something new" *ga persis, tp intinya gini..*
And then it suddenly made me think.
All we want in life is second chance of what we do wrong so we could do things differently.
All we usually want is a chance to start things from the very beginning.
Itu juga yang bikin begitu banyak orang yang berharap dirinya just hit by a bus and got amnesia so they could re-do their lives..
We all want a second chance to be better, to live better, to do things better,
And goodbyes are about second chance. About how you moving forward, take a step forward to whatever upon us, and starting over.
Starting the new phase of our life and be good at it. Be better then we used to be.
Cos beside goodbye is a second chance, it is also failure.
And we absolutely don't want to add another failure in our lives..
So we learn to be better,
We do things differently,
We take things better..
We living a life better so we don't need to say any goodbyes anymore..

Jadi, selamat tinggal memang penuh dengan perasaan sesak di dada dan ngilu di ulu hati.
Selamat tinggal juga seolah tidak meninggalkan apapun yang selamat.
Selamat tinggal memang tidak meninggalkan apa-apa..
Karena selamat tinggal memberi kesempatan baru untuk "do things better"..

Monday, January 4, 2010

freewill

salahkan twitter dan salahkan film- film itu yang telah membuat saya jarang sekali update blog!
salahkan mereka! dan jangan salahkan saya!
saya hanya korban!
semua salah twitter!
dia menggoda saya!
bitching around dalam 140 karakter ternyata lebih menggiurkan ketimbang bikin tulisan panjang yang belom tentu dibaca orang ini...
jadi tolong! jangan salahkan saya!
*oke, cukup neurotic moment nya ya nak!*

beberapa hari yang lalu, gue nonton film judulnya "The Brothers Bloom" (Adrien Brody, Mark Ruffalo, Rachel Weisz) ceritanya soal con man yang hidup dengan ngejalanin role yang mereka bikin buat dapetin uang. gue inget banget ada quote nya yg bilang "i just want an unwritten life..".
gue selalu beranggapan kalau kita itu ngejalanin apa yang udah direncanain buat kita, seolah kita cuma ngikutin role- role yang udah dikasih ke kita dengan segenap boundaries yang ada.
boundaries yang bisa berwujud peraturan, hukum, norma, nilai, dan ekspektasi.
ekspektasi diri kita sendiri, maupun ekspektasi orang- orang terhadap kita.
Seolah free will udah jadi barang langka.
Pas kebetulan baru- baru ini gue dikasih tugas buat bikin video tentang demokrasi yang bakal diikutin lomba di U.S embassy.
Jujur aja gue males banget, semua temen- temen gue juga super males.. Dan salah satu temen gue si vicka sapta mulai nge-tweet tentang bagaimana demokrasi seharusnya ngga memaksa mahasiswanya buat bikin video demokrasi dan ga maksa mahasiswa nya buat ikut lomba. Bagaimana demokrasi seharusnya bukannlah si dosen hanya memberikan teori- teori berdemokrasi sementara kita bahkan ngga diberi kesempatan berdemokrasi.
Sebenernya demokrasi kan adalah suatu bentuk jelas dari free will. Dimana seseorang punya hak untuk berpendapat, untuk menyampaikan apa yang ada dipikirannya, apa yang dia rasakan. Semua opini, ide, dan keinginan.
Tapi buat gue sendiri, "democracy is illusion. Democracy is a dream all the dreamers dreamed about. Democracy indeed a demoCRAZY.."
Karena sekarang ini, demokrasi cuma sesuatu yang kita pelajari, kita tau persis dan paham betul tanpa pernah benar- benar merasakannya..
Dan demokrasi layaknya aksesoris bermerk yang mahal.. Ngga semua orang punya. Dan ngga semua orang punya yang asli.
Maybe, negara kita, institusi pemerintahan kita, institusi pendidikan kita, lingkungan sekitar kita cuma punya demokrasi "KW 1" bukan yang asli. Itu kenapa kita, sebagai generasi muda suka males denger kata demokrasi.
Suka keburu pesimis dan cenderung miris karena kita tau pada akhirnya, yang punya kuasa akan tetap mengontrol kita dan lagi- lagi kita akan kembali terantuk dengan boundaries yang ada.
Kadang melelahkan try to pleased anyone else but ourself. Tapi memang kenyataannya free will atau freedom atau kebebasan itu bagaikan "a big fat giant lolly pop" for those who had diabetes.
Tempting, but we can't have it. Maybe one little lick would be no harm, but eat the whole lolly pop only risk your healthy.
Sama dengan kebebasan. Kebebasan, independency itu tempting banget. Semua orang mau punya kebebasan buat melakukan apapun yang mereka mau, semua orang mau bebas menyampaikan apa yang mereka pikir atau rasa. Tapi kenyataannya kita ngga bisa jadi bener- bener bebas. Ngga bisa bener- bener melakukan, memikirkan, atau mengatakan apa aja yang kita mau atau kita akan di cap sebagai pembangkang, pembelot, ngga pernah puas, kurang bersyukur dan sebagainya...
Yes, semua orang mau "unwritten life" dimana ngga ada marka- marka yang perlu dipedulikan. Ngga perlu berasa bahwa hidup adalah sebuah keharusan.
Tapi, bukan lagi masalah hidup yang gimana,
Bukan lagi masalah ingin hidup yang ini atau yang seperti itu,
Tapi masalah gimana menjalani hidup yang ini tanpa membuatnya seolah menjadi one bad-written life karena we can't do anything to change our life into someone else. Kita cuma bisa living it and make it valuable cos it is our life.
No matter how sucks or how bad it's been written.
It is still our life..

Wednesday, December 9, 2009

love is hardcore

gue ngga pernah percaya sama yang namanya cinta- cinta an...
ngga pernah juga percaya love does exist...
buat gue cinta itu cuma sekeranjang penuh kebohongan. sebuah kata yang diciptakan sama pujangga roman klasik jaman dulu supaya kisah dongeng mereka jadi laku.
cinta itu ngga lebih dari sekedar phrase penuh ke-klise-an.
i never believe in love.
never believe love does exist.
never ever think that i will fall in love one day.
never ever think, even in my wildest dream, i will love someone...

but apparently, i was wrong.
love does exist...
maybe i'm not fall in love with anyone right now...
but i love someone.
i always love that person.
i thought i don't believe in love because i never fell in love.
but the truth is...
i do loving someone this whole time.
i do fall in love. fall deeply in love...
and the reason why i never fall in love with another person because i'm in love for this whole time... i'm in love till i forget how to love anyone else but him.
i'm so in love till i, my self didn't realize that i love him that much...
i'm so in love till i even forget how to love myself...

and love,
is a crappy thing.
it's not bullshit. but indeed it's full of shit...
to love is to sacrifice.
to sacrifice is to feel pains.
feel pain is to feel fearless about fear...

love is anything but nothing.
i still don't think there is a happy ending for any kind of love story.
i still don't think there were a happy ending for love.
cos love doesn't need sweet romantic romance, nor pure heart like an angel.
love is hardcore.
love is something that require sacrifices.
it's not an angelic pure heart that you need, but a box full of sacrifices. a box full of brave heart.
because love indeed not a sweet softy comfy things.
it's rough, hard, hurting, hardcore, uncomfortable, crazy, fool, but insanely gracious in the same time...

Monday, November 30, 2009

Quotes #4





Thursday, November 26, 2009

5 stage of grief

there's 5 stages of grief...
denial - anger - bargaining - depression - acceptance.
these stages maybe not always came in those same particular order. it depends. but always those five.
there's always those 5 stages for every kind of grief.
death. lost. disappointment. even broken heart.

1. Denial

we, human being, tend to deny all bad things that happen to us, all the shit that happen in our life. because maybe, in fact we are a positive person,
we tried to think positive, we tried to seek the bright side, the bright possibilities even though deep down in your heart we knew already that was useless, cos shit does happens all the times and no matter how positive we tried to set our mind, those shit still happens anyway.
then, because we still can't accept the shit, we deny the truth by putting our self in this box, box called dreams.
the box full of our expectation that makes all the reality get blurry.
yes, we deny cos things doesn't go as we planned.
we deny cos everything's different with the dreams we had.
so we deny.
we deny cos we were afraid to facing the reality.
we deny things cos we cared.

yes, so we deny...


2. Anger

after denying the bites of the reality, we usually get angry.
get angry of everything but ourselves.
we blame everyone, everything.
we blame others to be responsible for the shit to happens, we blame God to be so unfair and gave us these typical of problems. but never blaming our self...
yes, we're angry. and blaming.
once again, we're angry cos we're afraid.
we're afraid to take any responsibility we should,
we're afraid to see the situation with another perspective and found that we're also take the part so the things happens.
so we're angry at others.
we blame them without any second look to ourselves cos we are afraid.


3. Bargaining

The doubt start appear.
and you start asking "what if".
you start making another "if this..." and "if that...".
we start bargaining with ourselves,
we star bargaining with God,
with other person.
we make an offer,
we begged things going better than what happens already.
we wondered what if things goes better, how if things done differently...
we start making an offer to ourselves, to others, to God.
and i do believe this sort of things because we still deny the truth, we still can't accept the whole truth cos we're afraid.
and what makes us afraid is not the pain, nor the sadness.
but it's our ability to knew that something, something important in our lives has vanished. something has missing. something has taken away from us.
and that's the most terrifying thing in lost. in grief.


4. Depression

we kept try to avoid things.
avoid the truth.
we start making "our own" story.

but in some point, reality came slapping us and waking us up from all those comforting dreams and the reality is, um...what should i put? bad? CRUEL and HARSH to be precise.
and finally we start realizing the reality, we start disappoint by the truth.
and it will came to depression.
it came to this feelings like we were eating alive.
bites us and chew us into a tiny million pieces.
the sadness came appear,
the loss haunted us.
and we felt depressed. we felt the world is fighting against us. everything was a mess.
we felt down, rejected, useless, helpless, and those sort things...
and yes, we depressed cos we start to realize thing.
we start see things more clearly.
and we start trying to accept the shit..


5. Acceptance

This is the hardest part.
and this stage came in 2 things.
letting go, and move on.
letting go is, simply put, not even close to moving on.
we accept, we let things go, and then we moving on.
so it's different.
we accept by know the reality, by realize the shit is happen no matter what.
we let things go by accept the whole truth, the whole situation, the whole things by whole heartedly.
and we move on if we ready to start something new, if we start to put all the past behind.
the acceptance is when we ready to face the new things. the new experience.
we ready for new grief cos everyday in our lives is a grief...

right now, i'm on my own grief.
and those five stages does came.
but for me it's more like denial - bargaining - depression - anger - (hopefully) acceptance.

p.s : pardon my english pal!

Tuesday, November 10, 2009

every ending is a new beginning

belakangan gue jadi suka mikir kalo sebenernya there is no happy ending or sad ending cos in fact there is no ending after all.
mungkin ini terdengar cliche, tapi orang yang bilang "every ending is a new beginning" itu bener banget.
there is no ending. sebuah akhir itu hanyalah sebuah awal untuk menuju sesuatu yang baru.
dan keluar dari mulut gue, seseorang yang hidupnya in between mungkin aneh,
tapi banyak hal yang belakangan terjadi dan membuat gue mikir kayak gitu.
setiap hari, setiap waktu, setiap saat, kita selalu sedang melakukan sesuatu, ditengah sesuatu, menuju sesuatu.
meski kadang "sesuatu" itu kita anggap kurang penting, tidak penting, dan seringkali luput dari perhatian kita dan mungkin kerap kita anggap tidak ada, tapi setiap hari adalah "sesuatu". sesuatu yang sedang dijalani dan sesuatu yang akan berakhir tapi kembali disambut dengan "sesuatu" yang baru.
jadi sebenernya, ngga pernah bener- bener ada yang berakhir. semua hanya serangkaian awal- awal baru. 
lalu kenapa juga kerap kali kita masih suka terjebak dan menjebak-kan diri dalam masa lalu?

Saturday, November 7, 2009

another perspective





selingkuh sama jadi selingkuhan kira- kira dosa nya banyakan yang mana ya?
gue tau, kalian mau jawab dosa nya sama aja. apalagi buat yang pernah di selingkuhin. gue yakin kalian punya sejuta alasan buat me-najis-kan tindakan ini,
tapi bagi kalian yang pernah berada di posisi tersebut, either jadi selingkuhan atau selingkuh dengan segala jenis dan macam alasan kalian, kalian akan punya berjuta pembelaan diri buat bikin dosa kalian lebih sedikit.

gue?
gue ga tau dosa nya banyakan yang mana dan mungkin gue ga mau tau.
karena gue yakin semua tukang selingkuh dan semua selingkuhan punya kisah mereka masing- masing. ya meskipun kisah mereka itu tidak lantas jadi meligitimasi perselingkuhan, tapi setidaknya itu cukup untuk tidak membahas lebih besar dosa yang mana.
hahahahahaha....
dan apakah gue menyetuji perselingkuhan?
ntahlah.
dari dulu prinsip gue hanya satu dan ini selalu gue katakan kepada teman- teman gue yang bimbang, lakukan apa yang buat lu senang. jadi kalo selingkuh bikin lo senang, maka silahkan selingkuh selama ngga ketauan. dan kalau jadi selingkuhan bikin lo senang, maka silahkan jadi selingkuhan.
jadi sebenernya gue tidak pernah sungguh- sungguh mendukung sebuah perselingkuhan dan tidak juga sungguh- sungguh menentang perselingkuhan.
tapi gue tau kalau itu salah. dua- dua nya salah. baik berselingkuh dan jadi selingkuhan. tapi toh ngga ada yang bener kan di dunia?
ngga ada yang benar- benar "benar" dan benar- benar "salah"...
sekali lagi, semua itu relatif.

udah banyak tulisan, buku, film yang ngebahas soal perselingkuhan.
liat aja berapa puluh reality show yang tiap episode nya mencoba membongkar kedok perselingkuhan. ada yang dimaafkan, ada yang tidak.
sedangkan si selingkuhan?
tidak banyak yang membahas. dan selalu disalahkan dan tidak dimaafkan.
semua sinetron, semua lagu sepakat menyalahkan pihak ini, memojokkan, membuatnya jadi yang paling rendah dalam rantai hubungan.
dikatai perusak hubungan, penggoda, kurang ajar, ngga tau diri. apalagi kalau selingkuhannya seorang wanita...
wah, cap- cap seperti pelacur, cewe kegatelan bukan lagi hal yang mustahil, bahkan dengan gampangnya terdengar.

but have you, have we think about it from other perspective?
have you ever think what did they felt?
pernahkah elo, atau kita memikirkan apa yang mereka rasakan?
selama ini kita selalu melihat seorang selingkuhan hanyalah seorang perusak hubungan yang ngga seharusnya ada dan seharusnya tau diri dengan ngga ganggu hubungan orang lain.
selama ini kita hanya menganggap seorang selingkuhan hanya dengan pandangan mereka yang harus dipersalahkan karena mereka yang "menggoda" dan mau "digoda" serta "tergoda".
but hey,
mungkin sebenernya mereka yang paling sakit dari semua nya...
mungkin sebenernya mereka yang paling rugi dari semua nya...
dan mungkin rasa sakitnya ngga kalah sama semua yang pernah diselingkuhin...
yes, they were hurt too...
cheating is about fall in love with the wrong person.
or attracted with the wrong person.
everyone has their own story, right?

sama kayak kisah cinderella misalnya.
selama ini kita hanya melihat kalau kakak- kakak tiri cinderella adalah dua bitch super menyebalkan yang cuma bikin kehidupan cinderella menderita.
tapi sebenernya mungkin ada kisah lain bukan?
bisa aja anastasia dan drizella adalah dua anak insecure yang hanya ingin secantik cinderella.
bisa aja anastasia dan drizella adalah dua remaja tanggung yang sama seperti remaja tanggung lainnya, memimpikan finding true love, married sama pangeran, jadi putri raja dan bla-bla-bla.
bisa aja anastasia dan drizella adalah dua gadis yang juga punya mimpi seperti cinderella, tapi yang membuat beda hanyalah mimpi cinderella jadi nyata, sedangkan mimpi anastasia dan drizella tidak.
kita udah biasa melihat semuanya dari sudut pandang cinderella yang disiksa dan di-kepo-in,
tapi kita lupa melihat kalo ada kisah- kisah lain selalin kisah si cinderella.
begitu juga dalam hal selingkuh- perselingkuhan ini.
kita,
hanya menempatkan diri di posisi "yang diselingkuhin" tanpa pernah tau dan mau tau kisah orang- orang yang "selingkuh" dan jadi "selingkuhan".

okay,
gue sejujurnya ngga tau gue lagi blabbering soal apaan dari setadi...
gue hanya melihat fenomena bagitu banyak yang mendua, diduakan, dan dijadikan yang kedua dalam sebuah hubungan.
dan gue hanya mau membahas bagaimana kita seharusnya tidak lagi men-judge orang- orang di sekitar kita.
tidak lagi menjudge teman kita, atau siapapun.
karena semua orang punya kisah mereka masing- masing dan punya luka masing- masing.

dan gue masih ngga tau gue lagi ngomongin soal apa...hahahahhaa...

Sunday, October 18, 2009

kangen = anyeng-anyengan

buat saya,
kangen itu kayak nahan pipis kelama-an sampai anyeng- anyeng an.

ada yang ngga tau anyeng- anyeng an? itu loh perasaan yang kayak pengen pipis terus- terus an disertai sakit perut dan rasa tak nyaman gara- gara nahan pipis kelama-an.
nah itu namanya anyeng- anyeng an.

dan menurut gue, yang namanya rindu, kangen, itu sama kayak anyeng- anyeng an.
kenapa?
soalnya kangen sama anyeng- anyen an sama- sama bikin sakit dan ngga enak kalo ditahan, tapi bikin pengen terus kalo udah dilepas.

maksudnya gini,
kalo kita nahan pipis kelama-an sampe anyeng-anyengan makin kita tahan makin bikin sakit perut, makin bikin bete, bikin diri jadi grumpy, cranky, not in the good mood deh. tapi giliran udah pipis, lega sih, tapi kita jadi pengen pipis terus gara- gara anyeng- anyengan tadi. bolak- balik WC gara- gara berasanya pengen pipis terus..
nahan kangen juga gitu. makin lama ditahan makin bikin bete, bikin sakit, makin bikin mood jadi jelek, bikin jadi grumpy, cranky. dan pas giliran udah ketemu, lega sih, tapi ya bikin pengen ketemu terus, bikin nagih pengen terus- terus an ketemu.

jadi menurut gue kangen itu sama kayak anyeng- anyengan.
hahahaa...

*yatuhan sumpah posting gue kali ini ngga penting abis!*

Thursday, October 1, 2009

Post di tengah kuliah agama

Sejujurnya, gue ga pernah paham sama orang- orang yang anggep agama itu segalanya. Orang- orang yang anggep pindah agama itu dosa.
Karena menurut gue, agama itu hanyalah transportasi kita menuju Tuhan yang satu. Lalu apa salahnya berganti transportasi meski tujuannya toh tetap menuju Tuhan yang satu?
Misalkan untuk pulang kerumah,kita bisa pakai ojek dan angkot.biasanya kita naek angkot,tp satu kali kita ingin naik ojek. Bukan berarti kita tidak setia pada si angkot kan? Karena toh akhirnya tujuannya tetap sama.
Dan menurut gue,orang-orang yang mengagung kan agama inilah yang punya dosa. Karena it sama aja menomor dua-kan Tuhan. Karena mereka lupa, harusnya mereka meletakkan kesetiaan mereka pada Tuhan, sang tujuan akhir. Bukan agama yang hanya sebuah transportasi.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


Thursday, September 3, 2009

don't take love as a war

sebenernya gue nulis posting ini dedicated buat dua ekor sahabat gue yang ntah kenapa pacaran tapi kayak perang...

masalah hati itu mungkin masalah yang paling sulit dirumuskan, dijabarkan, dijelaskan, ataupun disimpulkan karena hati itu punya masing- masing, jadi yang tau cuma masing- masing orang aja.
gue juga bukan orang yang jago ngomongin soal hati,
gue jelas bukan pakar dalam masalah cinta- cinta an,
dan jelas bukan ahli dalam ngasih nasehat cinta.
gue cuma sahabat yang selama ini mendengarkan dan lama- lama lelah sendiri.
masalahnya,
kalo gue yang hanya mendengar aja lelah, apa kalian ngga lelah kawan?

gue bukan orang yang percaya cinta itu nyata.
buat gue, selain cinta itu hanya kata- kata pemanis yang kebetulan diciptakan pujangga roman jaman dulu supaya kisah roman picisannya laku, cinta itu cuma ilusi pikiran dan hati dimana pikiran lo memacu timbulnya reaksi kimia tertentu pada diri lu yang meningkatkan aktifitas hati dan jantung sehingga adrenalin lu terpacu dan lu merasakan euforia as a result. menurut gue itu cinta.
bukan nya perasaan lovey dovey ahak- ahak.
jadi gue ga berani ngomong sok jago soal cinta,
tapi yang gue tau,
waktu lu menyayangi seseorang, dan lu mau bersama dia,
artinya yang lu cari adalah kebahagiaan bukan?
tapi pada kenyataannya, meskipun udah bersama orang yang kita sayang, kadang kebahagiaan tetep susah kita dapet,
gue pun pernah bertanya "buat apa being in a relationship kalo itu juga ngga bikin lo seneng?".
tapi ternyata masalah cinta- cinta an ini ngga segampang itu.
ngga segampang, ga bahagia-pisah. bahagia-lanjut. atau ngga bahagia=ngga sayang. sayang=bahagia.
ternyata ngga se-hitam putih itu. ngga segampang itu.
love is a lot more complicated than that. ternyata meyayangi pun bisa sakit. menyayangi pun bisa sama dengan tidak bahagia. dan bersama juga bisa berarti tidak bahagia.
tapi sekali lagi, manusia itu greedy, and there's no such thing like "mencintai bukan berarti harus memiliki". karena sekali lo sayang sama orang, lu akan mau memiliki orang itu. jadi even though lu ngga bahagia, lu tetep akan tahan- tahan in juga bersama orang itu just for "rasa sayang" sake.
ya, memang begitu.
karena jatuh cinta itu berbanding terbalik dengan intelegensia otak dan kewarasan.
jadi kalo lu jatuh cinta, niscaya lo bakalan jadi tolol dan gila.
lo bakal jadi masokis-imbisil...
hahhahahaha......

dan ya, in fact being in a relationship itu susah.
punya pacar itu susah.
terlepas dari kisah gue,
buktinya aja gue punya dua ekor sahabat yang pacaran tapi kayak perang. tiap hari kerja nya nyusun strategi perang biar ngga "kalah", biar ngga salah step, ngga salah ngeluarin omongan, ngga slaah bertindak.
ngga perlu lah gue jelaskan maksud nya apa,
hanya saja gue suka jadi bingung sendiri "where's the fun in there?!" pacaran tapi bukannya bikin diri seneng malah tahan- tahan an atur strategi sana sini. cih!
dan gue jadi sering banget nanya sama mereka "hey,what's the point you guys being together with your bf if you guys don't seem happy at all?"
i mean, gue sayang sama sahabat- sahabat gue ini,
dan gue cape dan gerah sendiri dengerin curhatan mereka, and i just want them to be happy.
terus mereka jawab "ga segampang itu lah tinggalin nya juga..."
hey, i know...
dan no, gue tidak suruh kalian tinggalkan juga kok.
gue cuma nanya "what's the point if you're not happy?"
well, if you don't want to leave your bf, then just make your life happy, make your relationship happy, cos i think that love was supposed to feel, right? a happiness...
jangan malah jadi pelihara your un-happiness berlarut- larut hanya karena mikir "mereka lah yang harusnya bikin gue seneng" (mereka dibaca : para pacar).
SALAH TOTAL JENG!
menurut gue, kalo lo mau bahagia, then lo yang harus berusaha bikin diri lo bahagia.
kalo lu ngga berusaha bikin diri lo bahagia, ngga peduli sekeras apapun orang bikin lo bahagia, lo ngga akan bisa bahagia.

that simple kok....
lu sayang, lu ngga mau pisah, dan lu mau bahagia dong?
kalo ternyata lu ngga bahagia, then bikin lah diri lo bahagia...

and for you my besties,
oh come on...
kalo ada orang bijak bilang love is like a war, dia ngomong bullshit, don't take that literally lahh....
love is love, and war is war. it's two different thing...
so don't take love as a war.
if you do love someone sincerely,
it's not about winning or losing or which one giving more than the other,
but the only thing matter is what you guys share together.
all those happy moments,
all those lovely times,
all those nice memories.
that's what you need to count and re-count.
not the time you fought each other, or when he broke your heart into a million pieces.

so,
let's go ask your self,
do you still love the one you loved before?
or maybe you just afraid to be alone so you think you still love 'em?

thinking is overrated!

sejujur- jujur nya saja, saya tidak pernah paham oleh orang- orang yang merasa perlu repot- repot memikirkan mereka seharusnya memikirkan apa. "thinking what should they think."
karena menurut saya, berpikir itu adalah sesuatu yang alami, seperti buang hajat. ngga perlu di rencanakan. tidak perlu diatur jadwal ataupun skema jam berapa kita akan buang hajat dan berapa lama. sama seperti berpikir, rasa- rasa nya tidak perlu lah kita memikirkan nanti lima menit lagi kita harus berpikir apa atau besok kita musti mikir apa, mikir gimana.
maksud saya, berpikir itu kan sesuatu yang benar- benar alami dan terjadi begitu saja karena toh setiap saat juga kita berpikir. jadi tanpa kita pikirkan kita musti mikir apa, toh kita juga akan mikir bukan?
bingung?
ya, saya juga bingung...
dan saya akan semakin bingung setiap kali mendengar pertanyaan "gue tuh bingung gue musti mikir apa..." atau "gue tuh bingung gue musti mikir gimana..." atau "menurut lu apa yang harusnya gue pikirkan?"
jujur, saya suka bingung menjawab pertanyaan- pertanyaan di atas. saya suka memiliki keterbatasan kata- kata kalau mulai di hadapkan dengan pertanyaan- pertanyaan diatas atau pertanyaan setipikal diatas, karena menurut saya think what you should to think is too un-necessary to think.
maksud saya, bukannya agak tidak perlu dilakukan ya berpikir sesuatu yang sebenernernya ngga perlu dilakukan sama sekali?

dan saya adalah orang yang selalu berasa kalau berpikir itu berlebihan. thinking is overrated.
karena semua masalah itu munculnya dari pikiran, nah makin banyak mikir, makin banyak juga masalah yang muncul.
jadi memikirkan lu harusnya mikir apa saat ini adalah total overrated!
buat saya, sebenernya tanpa perlu berpikir yang gimana- gimana banget juga you're doing just fine.
lagi pula,
kalo kalian memikirkan segala sesuatu sampe ka detil- detil terkecil nya, kita akan punya tendensi untuk memikirkan sisi negatif nya dari sesuatu.
misalnya memikirkan sebuah hubungan, makin lama dipikirin, makin sering dipikirin, lama- lama saking udah abis bahan buat dipikirin, yang kepikir cuma buruk- buruk nya aja, cuma sisi- sisi negatif nya aja...
lalu ngapain susah- susah dan repot- repot mikir kalo toh bukannya bikin hidup semakin gampang malah bikin hidup semakin sulit?
jadi ngga salah dong kalau saya bilang mikir itu berlebihan?
berlebihan karena kadang, kita cenderung suka mikirin hal- hal yang ngga perlu- perlu banget kita pikirin just for the sake of 'berfikir' padahal buntutnya hanya akan membuat kita- kita ini semakin bingung sendiri sama apa- apa yang kita pikirkan...
so, yes, for me, thinking is definitely overrated...!

Sunday, August 30, 2009

renungan malam!


gue bukan orang religius.
bukan juga orang yang melek agama.
bahkan sebenernya gue ngga berani bilang kalo gue umat beragama yang taat.
dan seujujur- jujur nya saja, gue orang yang kurang setuju dengan institusi ke-agama-an.
jadi sebenernya, ngga pernah sekalipun gue berpikir untuk ngomongin Tuhan di salah satu posting gue.

tapi, setelah tadi nonton film cin(T)a, gue pun tergerak buat nulis sedikit soal agama, soal konsepsi ke-Tuhan-an.
sebenernya film cin(T)a ini nyerita'in soal cinta antar dua ras, dua agama dan ini bikin gue melihat ke sekitar gue. gue udah terlalu sering melihat kisah kayak gini. udah terlalu sering ngeliat temen- temen gue terpaksa mengalahkan "rasa sayang" mereka karena agama, karena ras.
gue suka marah sendiri setiap kali ngeliat orang- orang di sekitar gue yang giving up their love karena keadaan.
mungkin orang- orang yang giving up their love karena perbedaan agama ini justru membuktikan CINTA mereka ke Tuhan mereka. bahwa, mereka lebih mencintai Tuhan mereka, lebih dari apapun.
tapi mungkin juga ini semua hanya karena keadaan yang memaksa karena ntah mengapa Tuhan menciptakan kita beda- beda.
sebetulnya, gue sering banget mempertanyakan kenapa sih musti ada agama beda- beda?
kenapa sih manusia dibikin beda- beda?
toh semua agama juga ngajarin untuk nyembah Tuhan yang satu, lalu kenapa perlu agama- agama itu dibedakan?
kan pada dasarnya, agama itu hanya sebuah fasilitator, hanya transportasi kita, manusia, untuk bisa "berjumpa" sama Tuhan, lalu kenapa malah agama yang di-Tuhan-kan? bukan nya Tuhan yang di-Tuhan-kan?
lalu kenapa juga agama seolah jadi sarana pengkotak- kotak an manusia?
kenapa perlu ada agama mayoritas, agama minoritas. screw them.
mau minoritas, mau mayoritas, yang di sembah Tuhan kan?
yang di sembah ya Dia. The One. The Mighty. God.
terlepas dari banyak nama untuk menyebut Dia,
banyak cara untuk menyembah Dia,
banyak jalan melayani Dia,
Tuhan adalah Tuhan.
God is God.
no matter how you call it, no matter how you type His name.

lalu kenapa masih ada juga yang berani- berani bilang kalo agama nya lebih baik dari agama lain?
bukan kah itu seolah bicara bahwa Tuhan nya lebih baik dari Tuhan yang lain?
lah, lalu apakabar sama teori kalau "Tuhan itu satu"?
semua bikin gue bertanya- tanya sama orang- orang yang bela- bela in jauh- jauh buat denger kotbah pendeta yang satu lalu membangga- bangga kan pendeta tersebut, atau repot- repot jauh- jauh demi denger ustadz siapa dakwah terus bilang kalo ustadz tersebut hebat.
lah, yang hebat pemuka agama nya, atau Tuhan nya?
yang hebat agama nya, atau Tuhan?
kenapa seolah yang diagungkan, yang dibanggakan, yang di puji hanya institusi agama nya, bukan Tuhan?
manusia suka lupa kalau Tuhan yang mereka sembah, bukan agama.
manusia suka lupa kalau Tuhan yang mereka puji, bukan agama.

gue bener- bener kurang suka sama yang nama agama sejujur nya.
gue bukan atheis, gue punya agama, dan gue percaya Tuhan,
gue percaya seutuhnya kalau hidup gue saat ini adalah apa yang udah Tuhan kasih buat gue,
dan gue sepenuhnya percaya kalau Tuhan itu The Holy One.
gue hanya kurang suka konsepsi ke-agama-an karena saat ini agama udah dijadiin pion politik, udah ngga lagi stick sama fungsi seharusnya, sebagai sarana manusia berinteraksi sama Tuhan.
karena buat gue, agama seharusnya jadi sarana pribadi gue dengan Tuhan.
sarana gue berbicara, bercerita, memuji, bersyukur, menyembah, mengeluh kepada Tuhan.
bukan nya sarana menjelek- jelek an pihak lain dari agama lain.

dan ya,
pasti semua bertanya- tanya kalo gitu, kenapa Tuhan dari awal nyiptain beda- beda?
menurut film cin(T)a, and i quoted, cina said "Makanya Tuhan nyiptain Cinta supaya yang beda- beda bisa nyatu".
menurut gue,
Tuhan itu terlalu sayang sama umat nya jadi dia mau umat Nya jadi free-thinker.
Dia tau, Dia nyipta-in kita beda- beda, ngga ada pribadi yang sama satu sama lain, Dia pun menyadari kalau pendekatan setiap orang akan berbeda, makanya Dia bikin banyak jalan untuk dipilih manusia, makanya Dia bikin banyak doa untuk menuju dia, karena Dia tau manusia itu suka milih, jadi dikasihlah kita pilihan.
sayang nya, manusia terlalu picik sehingga menjadikan agama yang seharusnya bukti kasih Tuhan ke manusia sebagai ajang pembeda.

jadi, kita ngga beda.
Tuhan bukan nya sengaja bikin kita "beda- beda" untuk "dibedakan" dan saling "membedakan"
tapi kita yang membuat diri kita sendiri saling berbeda...

aishhh...
gue kayak lagi bikin renugan deh berasa nya...hahahahaks....


*p.s:tulisan ini dibuat hanya sebagai perenungan tanpa maksud apapun...

Friday, August 21, 2009

Quotes #3

good person

oke guys,
gue nulis posting kali ini di tengah ke teler an dasyat yang melanda akibat nenggak bodrex extra, si painkiller kesayangan gue yang sudah berhasil menyelamatkan gue dari kepingsanan akibat sakit menstruasi yang benar- benar luar biasa.
ngga, gue ngga berlebihan, gue bener- bener gemeteran nyaris pingsan tadi gara- gara sakit perut... hahahaa, jadi maafkan gue kalo mungkin posting gue kali ini terdapat kalimat- kalimat melantur karena sejujurnya, saat ini gue berasa agak sedikit nge-fly seolah tak napak tanah...hahhaa...

sebenernya gue pengen nanya,
seseorang bisa dikatakan "orang baik" tuh yang kayak gimana sih?
seseorang bisa termasuk kategori "good person" tuh orang yang kayak gimana sebenernya?
apa orang yang berbudi santun *astaga ya Tuhan, kesambet apa gue bisa pake kata- kata begini?*??
ato yang suka nolong orang?
ato yang ngga pernah bikin salah?

sebenernya kata- kata "baik" sendiri aja udah cukup rancu untuk diperbincangkan bukan?
some call it relatif...
nah pertanyaan gue, baik yang relatif itu sendiri yang kayak gimana?
parameter kebaikan itu sendiri yang model gimana?
yang taat menjalankan perintah agama?
yang ngga pernah maling?
yang ngga pernah nyontek?
yang ngga pernah ngomongin orang?
yang selalu ikhlas nolong orang?
yang ngga ngerokok?
yang ngga minum alkohol?
yang ngga punya tato?
yang kayak gimana sebenernya yang bisa disebut orang baik??

semua orang pasti mau lah di cap sebagai orang yang baik, good person.
dan gue juga salah satu nya.
or at least dulu gue salah satu orang yang trying to be a good person.
bukan untuk dipandang orang sebagai orang baik, tapi gue mau jadi orang baik karena gue mikir jadi orang baik akan lebih memudahkan gue..
mungkin di akhir- akhir masa SMP dan di awal masa SMA, gue usaha lah jadi orang baik.
well, i'm not the nicest person, not close to nice malah sebenernya, so i think it would be nice if i can be someone nicer.
gue pun berusaha jadi temen yang baik, sahabat yang baik, anak yang baik, adik yang baik, keluarga yang baik, siswi yang baik, pacar yang baik.
gue bener- bener put effort to be a good person.
sekali lagi, awalnya bukan untuk dinilai orang bahwa gue baik, bukan juga buat menyenangkan orang lain, karena kenyataannya gue ngga peduli sama sekali orang mau anggep dan nilai gue apa, gue sama sekali ngga peduli orang mau ngomong apa soal gue, gue ngga peduli orang mau puas ato ngga sama apa yang gue lakukan. gue ingin jadi orang baik karena gue ingin jadi baik.
tapi lama- lama, gue jadi seolah jadi orang hanya untuk memuaskan orang- orang lain, bukan lagi diri gue sendiri. gue jadi orang baik untuk orang lain, bukan lagi jadi baik untuk diri gue sendiri.
gue jadi berusaha terlalu keras untuk dianggap baik sama semua yang ada.
gue mau dianggap sebagai teman yang baik, gue mau dianggap sebagai siswi yang baik, gue mau dianggap sebagai sahabat yang baik, gue mau dianggap sebagai anak yang baik, gue mau dianggap sebagai pacar yang baik.
mungkin iya, gue baik, tapi gue ga puas sama diri gue sendiri.
well, and i do failed.
gue gagal jadi orang baik karena mungkin emang dasar nya gue bukan orang baik kali ya?
kenapa gue bilang gue gagal?
karena gue hanya baik untuk orang lain tanpa benar- benar jadi orang baik.
gue jadi berasa fake. bukan berarti gue jadi baik sama orang padahal dibelakang gue nge back stab or anything, no. tapi gue hanya berasa fake aja...
lagipula, dengan gue berusaha jadi orang baik, gue berasa diri gue baik.
gue jadi mau dianggap baik.
dan gue mau segala usaha gue untuk jadi baik tersebut dibalas.
tapi nyata nya, ngga semua tindakan gue bisa dibales,
ngga semua "kebaikan" gue bisa dibales pake yang baik- baik juga.
dan terhubung sama posting gue sebelom ini, kita ini manusia tuh makhluk greedy, jadi ngga akan pernah berasa kebales apa yang kita kasih.
dan gue pun pensiun jadi orang baik.
pelan- pelan, gue mulai berubah lagi...
mungkin pengaruh tambah tua, tambah pinter kali ya gue?
gue ngga lagi peduli gue ini orang baik atau bukan selama gue puas sama diri gue sendiri.
gue ngga lagi peduli gue berhasil jadi orang yang baik dimata orang lain ato ngga selama gue sudah menjadi baik di mata gue sendiri.
dan gue jadi jauh lebih puas sama diri gue sendiri.

dan sekarang, gue bisa bilang gue bukan orang baik.
gue juga bisa do dirty things.
gue bisa jadi the biggest pain in your ass,
gue bisa jadi the evilest wicked witch bitch if i want,
gue bisa jadi the most annoyingly annoying person if you ask me to.
gue ngga lagi berusaha terlalu keras jadi orang baik.
gue ngga lagi nyoba terlalu keras untuk dianggap jadi orang baik oleh siapapun.

lalu muncul pertanyaan.
jadi gue puas jadi orang jahat?
mungkin iya...
sampai beberapa hari lalu gue mendengar teman SMP gue bilang "don't change wahatever you are right now... such a caring friend and good person..."
dan sampai kemaren gue denger sahabat gue bilang "hard to say, but you are such a GOOD FRIEND re..."
BAM!
suddenly i realize that i can be some GOOD PERSON without put too much effort,
and the truth is, i do became a GOOD PERSON not because i want to be seen as a good person, but because i do satisfy with myself so i giving the best i have, the best i can to everyone, to everything i do.
gue ngga lagi berusaha berkata- kata manis in order dibilang ramah dan orang baik.
tapi gue hanya berkata- kata seterus terang yang gue mampu.
gue ngga lagi bertindak se-flawless mungkin hanya untuk dibilang orang baik.
tapi gue hanya melakukan apapun yang gue mau dengan sebaik- baik nya.

so, it's not about black and white, right?
not about mana yang baik dan mana yg tidak baik, bukan?
juga bukan lagi masalah elu melakukan hal baik atau hal tidak baik.
tapi ini masalah lu benar- benar baik in terms lo baik untuk dilihat orang jadi baik, atau lu baik karena lu memang ingin jadi baik untuk diri lo sendiri demi kepuasan diri lo sendiri?
well, gue lebih pilih yang kedua.
lebih pilih jadi baik untuk diri sendiri demi kepuasan diri sendiri instead of berbuat baik untuk dilihat orang jadi baik..
lagipula kalau ditanya apakah kamu orang baik?
gue akan segera menjawab,
bukan.. gue bukan orang baik.
karena bukan baik ato ngga nya yang penting,
tapi apa kebaikan kita berguna ato ngga buat orang lain dan buat diri kita sendiri bukan?

*aihhh sungguh sedap kata- kata gue malam ini!! bodrex extra sungguh membuat gue jadi bijaksana!*

till death do us apart

beberapa hari yang lalu gue mimpi.
sebenernya gue ngga gitu inget mimpi gue apa, sampe besok malemnya gue ngobrol sama tasya soal mimpi dan gue pun inget mimpi gue meski ngga detil.
gue cuma inget gue kayak di kamar rumah sakit gitu, dan gue berasa gue ngeliat kesekeliling dengan posisi gue kayak tidur. disitu gue ngeliat hampir semua sahabat- sahabat gue. semua nya diem dan ngeliatin gue.
gue juga ngga paham kenapa gue seolah ada dirumah sakit, gue cuma denger ada yang ngomong "kecelakaan, kecelakaan..." tapi ngga tau yang dimaksud gue ato bukan *amit- amit ya Tuhan*.
nah anehnya, gue kan berasa liat temen- temen gue, harusnya gue diajak ngobrol dong sama mereka, tapi bukannya ajak gue ngobrol, mereka malah cuma disekeliling gue ngeliatin gue dengan muka aneh.
terus gue denger ada yang ngomong, tapi ngga ngerti apa, terus kayak ada yang nangis kenceng, dan gue berasa badan gue digoyang- goyang. dan gue pun bangun karena ternyata badan gue emang digoyang- goyang pada kenyataannya..
hahaha...
nah lalu kan gue ngobrolin mimpi gue ini sama temen gue si tasya, dia pun cuma bilang "ati- ati lah re, serem mimpi lo..."
gue benernya ngga ngerti serem kenapa awalnya sampe akhirnya gue pikir- pikir kok iya, aneh juga, berasa kayak gue sekarat gitu... ih tapi amit- amit banget deh...
udah kan tuh, tiba- tiba tadi gue baca blog nya piki dan baca blog nya raditya dika yang sama- sama ngomongin death.
gue jadi inget, dulu gue pernah nanya ke beberapa temen gue, if one day i'm dead, what they will miss the most about me?
jawabannya banyak, macem- macem. nyaris ngga ada yang punya jawaban sama.
ada yang bilang pedes nya omongan gue,
ada yang bilang bakal kangen gue "tampar",
ada juga yang bilang bakal kangen obrolan- obrolan gue,
bahkan ada juga yang bilang dia bakal kangen banget kehangatan gue (gue rasa kerol gila bilang gue orang yang hangat).
gue ga tau ya, gue sering mikirin soal hidup-mati.
dan sama seperti orang lain, pastilah pengen diinget. pengen dikenang. pengen menjadi sesuatu buat orang lain.
karena itu gue sering mikir, "eh kalo gue meninggal, apa orang- orang disekeliling gue bakal sedih ya?"
ato mikir "gila, apa iya masih ada yang akan inget gue setelah gue meninggal?"

gue jadi inget 1 cerita, gue ngga tau sih ini beneran ato cuma fiksi.
alfred noble, yang bikin nuklir dan akhirnya bikin noble award buat orang- orang pinter sejagat raya itu, sebelom ngebikin noble award, pernah baca koran satu pagi, dan dia nemu'in berita duka cita seorang bernama alfred noble. si orang koran itu salah sangka, jadilah dia nulis tentang alfred noble yang nyiptain nuklir ini. disitu ditulis kalo alfred noble meninggal, bla bla bla, dan semua yang ditulis adalah dia menciptakan alat pemusnah manusia.
suddenly, alfred noble mikir kalo dia harus do something different for mankind agar dia ngga dikenang sebagai seorang pencipta alat pemusnah manusia, maka dia bikin lah noble award itu.

sebagai manusia,
ngga bisa dipungkiri kalo kita punya sisi ingin diinget, ingin dikenang, ingin dijadikan berarti oleh orang lain.
tapi mungkin ini bukan masalah apa yang akan kita buat untuk orang lain. bukan masalah apa yang kita buat agar nama kita dikenang. bukan pula apa yang harus kita lakukan agar kita diingat sebagai pribadi yang original oleh orang lain.
tapi mampukah kita jadi seseorang yang meninggalkan sesuatu untuk dikenang...

Thursday, August 20, 2009

antara ke-tidak-puas-an,manusiawi,dan khilaf.

tadi gue terlibat perbincangan yang cukup seru sama seorang sahabat gue, si neng joanna yushi.
masalahnya masih seputar dissatistaftion, ke-tidak-puas-an.
jadi perbincangan kami dimulai saat gue bertanya
"kenapa kita selalu mikir kita udah kasih lebih banyak dari orang lain dan selalu berasa ngga pernah dapet sebanyak yang kita kasih?"

pembahasan pun terjadi.
kalo kita pikir lagi, hampir semua orang, termasuk gue, dan mungkin elo, pasti pernah lah mikir "anjing, kenapa sih gue ga pernah dapet sebanyak yang udah gue kasih?"
ato mikir "gue tuh udah kasih semua- mua nya, tapi apa balesannya buat gue?"
ato buat yang baru putus sama pacarnya ato yang lagi ada masalah sama pacarnya bakal ngomong , "babik, gue ni kurang apa lagi sih? kurang bae apa gue? semua nya gue lakuin buat dia, dia malah gini in gue..."
well, well, well.....
standard banget deh kata- kata di atas. gue dulu lumayan sering mikir gitu, dan lumayan sering denger kalimat- kalimat serupa keluar dari temen- temen gue, but hey, pernah ngga sih lo mikir sebenernya mungkin elo aja yang ngga pernah puas jadi nya lo selalu berasa ngasih lebih dan dapet kurang dari apa yang lo harapin.
kadang kita tuh suka ngasih in order to get something back in return. ngga munafik, kita semua pamrih an orang nya. kita mau di-aku-i, kita mau dibales, kita mau dapet penghargaan.
mau sejuta kali lo bilang kalo lu bukan maksud mau itung- itung an dan ngga berharap di bales, tapi gue yakin lah deep down in your heart, elo pengen lah kebaikan lo dinilai dan dibales setimpal.
nah ini masalah orang kebanyakan,
kita, manusia, cenderung berasa udah ngasih banyak meski cuma ngasih satu, berasa udah ngasih semua waktu ngasih beberapa. dan berasa ngasih dunia waktu ngasih banyak.
lalu yang memperparah keadaan,
kita selalu berasa CUMA dikasih satu meski mungkin udah dikasih beberapa, dan baru berasa dikasih cukup banyak meski belom sebanyak yang lo kasih saat elo udah dikasih semua yang ada. dan ngga akan pernah berasa dikasih CUKUP sebanyak apapun lu dapet, sebanyak apapun lu dikasih.
lu akan selalu berasa lu yang ngasih lebih banyak, dan orang lain juga akan berasa mereka yang udah ngasih lebih banyak dari apa yang mereka dapetin.
jadi semua orang akan mikir kalo MEREKA PANTAS DAPAT LEBIH dari apa yang sekarang mereka punya, mereka dapet.
some people call it ngga bersyukur, some other call it serakah, greedy. tapi ada juga yang bilang manusiawi.
dan sejujurnya, gue ga suka sama kata- kata "manusiawi". karena menurut gue kata- kata "manusiawi" itu cuma sebuah kata yang digunakan manusia buat pembenaran diri sendiri. seolah alesan klise buat ngebenerin dan mewajarkan segala tindakan bodoh, dan tindakan salah yang mereka lakukan.
contohnya, stalking mantan pacar lo karena lo belom get over him/her, menurut orang itu manusiawi karena dia masih peduli sama mantannya, menurut gue itu KEPO dan ngga ada otak karena lo cuma nyari penyakit sendiri.
terus, curang waktu lu kepepet in order to win something, menurut orang itu manusiawi karena dia harus menang dan semua orang mau menang, menurut gue itu hina karena mau gimana pun cara nya lo curang.
lalu, ngga ngebalikin kembalian yang kelebihan, menurut orang itu manusiawi karena semua orang mau untung, menurut gue itu serakah karena mangkas rejeki orang.
iya, hal- hal manusiawi adalah hal- hal yang dipaksakan jadi wajar, hal- hal yang diwajarkan hanya karena banyak orang, banyak MANUSIA yang melakukan hal itu. tanpa peduli hal itu bener ato salah karena begitu orang ngomong "yaaa itu manusiawi lah..." semua kesalahan seolah dimaafkan dan semua dimaklumi. dan dijadikan WAJAR.
gitu tuh manusia, selalu berlindung dibalik kata- kata "manusiawi".
kata- kata "manusiawi" dan "khilaf".
mungkin gue lebih ngga suka lagi sama kata- kata "khilaf".
menurut gue sih ya, kata- kata "khilaf" itu lebih busuk ketimbang kata- kata "manusiawi".
kenapa?
karena khilaf itu seolah jadi PEMBENARAN TOTAL ATAS KESALAHAN YANG LO BUAT.
kalo manusiawi itu cuma sekedar PEMAKLUMAN DAN PEWAJARAN ATAS KEBODOHAN/ KETOLOLAN/ KESALAHAN YANG LU BUAT.
khilaf itu bener- bener udah harga mati kalo itu seolah MEMBUAT SEGALA KESALAHAN YANG LU LAKUKAN JADI BENAR. atau jadi NGGA SALAH- SALAH BANGET lah at least.
biasa nya, kalo orang baru ngelaku in kesalahan jenis A sekali, orang akan bilang "dia khilaf kali..."
terus dia ngelaku in lagi kesalahan, tapi kali ini jenis B, orang masih akan bilang "ya namanya manusia, bisa khilaf..."
dan lagi- lagi dia bikin salah, dan kali ini jenis C, dan masih aja ada orang bilang "khilaf lah itu..."
saking sering nya dia bikin salah (maaf, tolong dibaca KHILAF), sampe- sampe orang bisa bilang "gila, khilaf aja dijadiin hobi.."
tapi kenapa ngga ada yang nyadar kalo dia BIKIN SALAH dan malah bilang kalo dia khilaf?
maksud gue, sekali lo salah ya salah.
biar kata lo baru sekali bikin kesalahan itu juga ya kalo udah salah ya salah aja.
titik habis perkara.
lu bikin salah yaudah. period.
mau dikata lo pendeta, terus tiba- tiba nonton bokep ya tetep aja salah, bukan khilaf.
ato lu murid super duper teladan, terus tiba- tiba nyontek. ya tetep aja nama nya bikin salah, bukan khilaf.
dan ini paling bego,
masih aja loh ada yang bilang ngebuntingin anak orang dikata khilaf...
dude, ITU NAMANYA SALAH, bukan khilaf.
lagian ya, khilaf itu kan refering to something yang un-intentionaly. kayak (ah bener nya there is no such thing un-intentionaly happen anyway sih...) lo nyetir terus kecelakaan, nah itu khilaf mungkin. ato lu ngga sengaja numpahin minuman ke baju orang laen karena kesandung, itu khilaf.
nah kalo bunting diluar nikah ato ngebuntingin anak orang diluar nikah sih namanya bukan khilaf nyet!
secara lo melakukan kegiatan yang menghasilkan kebuntingan itu kan juga niatan, dan butuh kerja sama dua orang supaya jadi tuh anak, ya mana bisa sih dibilang itu khilaf?!
pengen gue lempar ranjang rasa nya kalo ada yang ngomong hamil diluar nikah itu khilaf.

jadi, gue kadang suka bingung sama kata- kata "khilaf", dan lebih bingung lagi sama orang- orang yang selalu berlindung di balik kata- kata "khilaf".
maksud gue, lo tuh bikin salah. period.
bikin salah, take responsibility. period.
ngga peduli deh itu kali pertama lo bikin salah sekalipun.
apakah sebegitu pengecutnya manusia jadi selalu mencari kata- kata pembelaan diri supaya ngga harus take responsibility of their action?
apakah sense of right and wrong kalian para manusia sudah sebegitu kacau nya?
ato emang sekarang udah ngga penting salah dan bener?

jadi bisa ditarik kesimpulan kalo manusia itu cuma segerombol makhluk serakah dan pengecut yang ngga mau disalahin kan?
cuma segerombol makhluk yang diciptakan (yang seharusnya)untuk bersyukur tapi malah terlalu sibuk mengeluh tidak puas dan nyari alesan buat ngebenerin segala tindakan salah nya?
lalu, kenapa bangga jadi manusia?

Monday, August 3, 2009

masalah pemimpi

masalah pemimpi kebanyakan bukan pada banyak nya mimpi mereka, atau sulitnya mimpi mereka jadi nyata, tapi masalah sebenarnya adalah mereka hanya bermimpi. bermimpi tentang mimpi, bermimpi mimpi nya jadi nyata, dan bermimpi mewujudkan mimpi nya tanpa pernah benar- benar berusaha mewujudkan mimpi nya.
lalu ujung- ujung nya memarahi keadaan yang dipikir jadi penyebab impian ngga jadi nyata, tapi lupa menyalahkan diri sendiri yang cuma bisa keasikan mimpi dan ngga inget buat mewujudkannya.
dan gue mungkin termasuk salah satu dari sekian banyak pemimpi yang cuma berani mimpi tapi ngga berani ngapa- ngapain buat bikin mimpi gue jadi nyata.
saking kebanyakannya gue mimpi, gue sampe ngga bisa lagi bedain mana yang mimpi dan mana yang nyata... mana yang cuma gue mimpi in, mana yang udah gue coba usahakan jadi nyata.
hahahhaa... i know i sound like i'm having a mental disorder... lol...
tapi seperti yang uda gue bilang di salah satu posting gue sebelum ini, gue suka terlalu nyaman sama hidup gue yang gini- gini aja soalnya gue ngga bisa menghadapi akhir dan takut sama permulaan yang baru, jadi hidup gue in between... diantara. gara- gara itu juga, gue jadi suka nge push-back diri gue sendiri once gue mau pursuing my dream. i'm afraid of change. i'm afraid to change. maybe i'm a coward. big fat cowardly looser. so i never get THE happiness that i talked about so many times.
lalu gue sendiri mikir- mikir lagi sebenernya masalah gue terletak dimana...
dan mungkin ini akan terdengar begitu aneh dan kontradiktif, tapi gue ini hanya mimpi tanpa put any hope mimpi gue jadi nyata. gue mimpi, tapi ngga bener- bener ngarep mimpi- mimpi gue jadi nyata karena somehow otak gue udah terprogram untuk percaya kalo hidup gue tidak semudah putri- putri cantik di dongeng yang punya ibu peri baik hati yang sedia menolong mewujudkan mimpi nya setiap saat dengan satu kali jentikan jari. jadi gue ngga berani put any hope in my dreams... i know that sound weird and impossibly impossible, but i think that's my major problem in pursuing happiness... i'm afraid to hoping.
well, i'm not a positive person indeed, jadi gue tidak pernah menge set pikiran gue untuk segala sesuatu yang positif, manis, optimis, tapi gue lebih kepada sinis, logis, apatis sehingga ya itu tadi, gue tidak optimis dengan mimpi- mimpi gue sendiri, LAH KAPAN JADI NYATA NYE TU MIMPI KLO GUE SENDIRI AJA NGGA YAKIN SAMA MIMPI GUE?! ngga heran banget lah gue selalu ngga berhasil ngedapetin mimpi- mimpi gue...
ughh.... disaat- saat usai kontemplasi dan penyadaran diri gini gue jadi suka berasa pathetic banget dah... berasa suppah duppah (gee, pake bahasa anak gaul kok bikin gue pengen muntah gara- gara jijik sendiri ya?) stupeeeeddddd!!! grrrrr!
gue suka berasa kalo selama ini gue terlalu pengecut buat semua- mua nya...
talking rubbish di blog how i want happiness tapi benernya gue sendiri yang takut bahagia...
urgh... what the hell is wrong with me sih?!
damn!
gue pernah baca satu buku yang cukup menginspirasi, di buku itu dia bilang taroh mimpi lo 5 cm di depan mata lu supaya lu terus liat dan terus inget dan terus ngejar mimpi lu karena lu ngga akan pernah lupa.
lalu ada juga satu temen gue yang pernah bilang "jangan gantungkan cita- cita setinggi langit rei, cukup setinggi langit- langit kamar".
well, i have to agree with those two...
yang pertama, ya... taro aja mimpi nya deket- deket. jangan kejauhan... kalo deket mata, lu akan liat setiap hari, dan lo akan selalu inget sama mimpi lu itu, dan lu jadi punya keinginan buat mewujudkannya karena berasa keledek sama mimpi yang tiap hari lu liat, dan gue juga setuju jangan taro mimpi lu setinggi langit, tapi cukup setinggi langit- langit kamar.
karena kalo setinggi langit, susah dicari nya lagi, susah juga kalo tiba- tiba ketiup angin... lagipula kalo lu taro setinggi langit- langit kamar, mimpi lo itu akan jadi hal pertama yang lu liat waktu lu bangun di pagi hari dan hal terakhir yang lu lihat sebelum lu tidur...
mungkin gue harus berhenti bermimpi sejenak dan mulai nyicil mewujudkannya kali ya?
 
Original Layout By Yummy Lolly Layout Modification and Header Design By Reigina Tjahaya