
Showing posts with label quotes. Show all posts
Showing posts with label quotes. Show all posts
Thursday, December 24, 2009
Wednesday, December 23, 2009
Monday, November 30, 2009
Thursday, October 8, 2009
Loss by Sheila Liliana
its not the loss that we cant handle
its the ability to know that something has vanished from our lives
the inability to know whether it is replaceable or not
its the fear to actually figure out if everythings gonna be the same or not
fear to realise that something is worth more than we thought
its where people telling us to carry on
we want to
we wish we could
we cant, however
its when we hate ourselves for pouring tears out
we hate that we are fragile
the water trumps the stone, eh?
its how hard we strive to pull ourselves back togetha
its how we hope something will fix itself up
how we pretend to believe that time does heal
its when we find out time wont do such thing
when we can think yet cant think at the same time
its when we cant find words to describe it anymore
these are the things that we cant handle
these typical things
its not the loss
-originally created by : Sheila Liliana-
its the ability to know that something has vanished from our lives
the inability to know whether it is replaceable or not
its the fear to actually figure out if everythings gonna be the same or not
fear to realise that something is worth more than we thought
its where people telling us to carry on
we want to
we wish we could
we cant, however
its when we hate ourselves for pouring tears out
we hate that we are fragile
the water trumps the stone, eh?
its how hard we strive to pull ourselves back togetha
its how we hope something will fix itself up
how we pretend to believe that time does heal
its when we find out time wont do such thing
when we can think yet cant think at the same time
its when we cant find words to describe it anymore
these are the things that we cant handle
these typical things
its not the loss
-originally created by : Sheila Liliana-
pas gue baca, gue cuma bisa bilang those typical things she wrote are so damn true till it almost annoy me. this is so damn annoyingly true. damn!
Friday, August 21, 2009
Thursday, July 30, 2009
Quotes #2
"sahabat itu ngga boleh minta lebih, bolehnya ngasih..."
-kain warna warni, indonesian indies movie-
Tuesday, April 7, 2009
(bukan) surat cinta
saya pernah bilang kalau saya bukan orang romantis.
jadi jangan harap saya tulis surat cinta. karena nyatanya saya ngga bisa tulis surat cinta.
saya bukan orang yang penuh kepositif an tentang cinta.
jadi jangan harap saya tulis surat yang bilang saya cinta.
jadi, ini (bukan) surat cinta.
ini hanya sebuah pernyataan. pernyataan benci.
"aku benci kamu, sayang.
dari ujung kaki sampe ujung kepala, aku benci kamu, sayang.
dari wajah sampai wangi buatku semakin benci kamu, sayang.
dari hela napas sampai perkataan bikin aku terus benci kamu, sayang.
aku begitu benci melihat sosok mu duduk di pinggir ranjang. menonton.
aku lebih benci kalau tidak melihat sosok mu duduk di pinggir ranjang. menonton.
aku sangat membencimu yang sesekali hadir dalam hari ku.
lebih benci lagi kalau kamu tak hadir sama sekali.
aku benci sekali sama kamu bila kamu datang tiba- tiba.
namun aku akan semakin membenci kalau kamu tak datang tiba- tiba.
aku betul- betul benci kamu, sayang.
benci dikecup. tapi lebih benci jika tidak dikecup.
benci didekap. tapi lebih benci jika tidak didekap.
benci digenggam. tapi lebih benci jika tidak digenggam.
aku sangat benci kamu, sayang.
benci kamu yang bilang sayang. meski akan lebih benci kalau kamu tak bilang sayang.
benci kamu yang bilang aku penting. meski akan lebih benci kalau kamu tak bilang aku penting.
benci kamu yang bikin aku sayang setengah mati sama kamu. meski aku mau benci kamu setengah mati.
aku benci kamu, sayang."
Friday, November 21, 2008
10 things i hate about you quotes
I hate the way you talk to me, and the way you cut your hair.
I hate the way you drive my car.
I hate it when you stare.
I hate your big dumb combat boots, and the way you read my mind.
I hate you so much it makes me sick; it even makes me rhyme.
I hate it, I hate the way you're always right.
I hate it when you lie.
I hate it when you make me laugh, even worse when you make me cry.
I hate it when you're not around, and the fact that you didn't call.
But mostly I hate the way I don't hate you. Not even close, not even a little bit, not even at all.
I hate the way you drive my car.
I hate it when you stare.
I hate your big dumb combat boots, and the way you read my mind.
I hate you so much it makes me sick; it even makes me rhyme.
I hate it, I hate the way you're always right.
I hate it when you lie.
I hate it when you make me laugh, even worse when you make me cry.
I hate it when you're not around, and the fact that you didn't call.
But mostly I hate the way I don't hate you. Not even close, not even a little bit, not even at all.
Sunday, August 10, 2008
life without a risk is a life unlived
gue ini bukan mundur.
gue ini hanya terus maju.
maju menuju sesuatu yang semoga aja lebih baik.
temen gue bilang dirinya itu seorang pengecut. yang satu lagi juga menyadari banget kalo dirinya pengecut...
gue?
gue jadi bertanya...apa gue juga seorang pengecut kayak mereka?
seorang pengecut yang ngga berani ngapa- ngapain karena takut ambil resiko??
ada satu quote yang pernah bilang
"life without a risk is a life unlived"
(gue lupa tepatnya siapa yang ngomong dan dari film apa).
and i couldn't more agree with that quotation.
mungkin gue akan selamanya jadi pengecut cinta kalo ngga pernah berani ngambil keputusan fenomenal dalam hidup percintaan gue ini.
so, here i am...
menjajal diri dengan pengambilan keputusan nyaris paling fenomenal dalam hidup dengan harapan bisa memperbaiki nasip dan bisa menghilangkan kepengecutan gue.
dan disaat gue mau memutuskan apa yang mau jalanin dalam hidup gue, gue menyadari bahwa life is simply about choosing something....
about making decision that will affect ur life...
semuanya milih....
dan gue jadi teringat satu lagi quote dari film lawas Anna & The King (yang main chow yun fat seinget gue).
"If Love was a choice, who would ever choose such exquisite pain?"
artinya kita yang bego banget gara- gara mau aja milih yang menyakitkan, ato cinta itu emang bukan pilihan sebenernya?
apa emang sebenernya ngga ada yang perlu dipilih soalnya jalan kita udah dipilihin???
gue ini hanya terus maju.
maju menuju sesuatu yang semoga aja lebih baik.
temen gue bilang dirinya itu seorang pengecut. yang satu lagi juga menyadari banget kalo dirinya pengecut...
gue?
gue jadi bertanya...apa gue juga seorang pengecut kayak mereka?
seorang pengecut yang ngga berani ngapa- ngapain karena takut ambil resiko??
ada satu quote yang pernah bilang
"life without a risk is a life unlived"
(gue lupa tepatnya siapa yang ngomong dan dari film apa).
and i couldn't more agree with that quotation.
mungkin gue akan selamanya jadi pengecut cinta kalo ngga pernah berani ngambil keputusan fenomenal dalam hidup percintaan gue ini.
so, here i am...
menjajal diri dengan pengambilan keputusan nyaris paling fenomenal dalam hidup dengan harapan bisa memperbaiki nasip dan bisa menghilangkan kepengecutan gue.
dan disaat gue mau memutuskan apa yang mau jalanin dalam hidup gue, gue menyadari bahwa life is simply about choosing something....
about making decision that will affect ur life...
semuanya milih....
dan gue jadi teringat satu lagi quote dari film lawas Anna & The King (yang main chow yun fat seinget gue).
"If Love was a choice, who would ever choose such exquisite pain?"
artinya kita yang bego banget gara- gara mau aja milih yang menyakitkan, ato cinta itu emang bukan pilihan sebenernya?
apa emang sebenernya ngga ada yang perlu dipilih soalnya jalan kita udah dipilihin???
Tuesday, July 29, 2008
love has their own limits
buat gue menyerah itu bukan pekerjaan mudah.
buat gue mundur itu memalukan.
tapi kali ini, gue diharuskan untuk mundur. menyerah.
mungkin emang gag ada yang bilang ke gue kalo gue harus mundur dari perjuangan panjang gue, tapi gue sendiri yang bilang ke diri gue sendiri kalo gue harus menyerah.
lima taon bukan waktu yang sebentar buat menyadari kalo gue udah bener- bener dibodohi sama yang namanya hati.
lima taon jelas ngga sebentar buat menyadari kalo apa yang gue nanti dan apa yang gue perjuangkan cuma sia- sia.
dan sekarang,
gue sedang kembali mencoba menata segala serpihan hati yang sempet pecah berantakan.
nyoba kembali berdiri tegak, menengadahkan kepala, dan menguatkan hati.
"love has their own limits"
-dr.Yang-
i believe it is. and now im reaching my limit.
buat gue mundur itu memalukan.
tapi kali ini, gue diharuskan untuk mundur. menyerah.
mungkin emang gag ada yang bilang ke gue kalo gue harus mundur dari perjuangan panjang gue, tapi gue sendiri yang bilang ke diri gue sendiri kalo gue harus menyerah.
lima taon bukan waktu yang sebentar buat menyadari kalo gue udah bener- bener dibodohi sama yang namanya hati.
lima taon jelas ngga sebentar buat menyadari kalo apa yang gue nanti dan apa yang gue perjuangkan cuma sia- sia.
dan sekarang,
gue sedang kembali mencoba menata segala serpihan hati yang sempet pecah berantakan.
nyoba kembali berdiri tegak, menengadahkan kepala, dan menguatkan hati.
"love has their own limits"
-dr.Yang-
i believe it is. and now im reaching my limit.
Friday, June 20, 2008
kenangan
sejujurnya saja gue sedang bingung apa yang akan gue tulis...
hmm...
gue sedang mengalami kelelahan berkepanjangan yang membuat gue selalu mellow nan termehek- mehek sehingga mengalami kebuntu'an ide.
hahaha....
saat ini, gue berasa seperti Jim Carey di eternal sunshine of the spotless mind. dikepala dan hati gue rasanya hanya bercokol satu nama yang setengah mati mau gue hilangkan.
satu nama yang menyita hampir semua porsi otak dan hati gue. satu nama yang setengah mati mau gue hilangkan.
satu nama yang bikin gue bertekad mengenyahkan kenangan, kejadian, dan perasaan lima tahun dalam 18 hari yang gue sebut dengan program "18 hari melupakan dia".
hari ini hari ke 10.
dan yang gue dapat sejauh ini hanyalah kegagalan yang datang bertubi- tubi sehingga gue semakin mau gila...
terus gue nonton lagi film di atas untuk (hmmm...) yang ke 4 atau 5 kalinya. dan gue begitu suka sama tag line dari film itu, "you can erase someone from your mind, getting them out of your heart is another story..."
gila yah, hati tuh emang ga pernah bisa bohong...
orang amnesia aja bisa merasakan siapa yang ada dihatinya.
lalu 10 hari yang gue buang untuk melupakan dia sebenernya ya hanyalah kesia- sia'an belaka karena gue emang ngga mungkin bisa 'melupakan' dia.
karena toh meskipun gue bisa lupa sama dia, rasanya bakalan tetep ada.
begitu juga sama yang namanya kenangan.
gue baru menyadari bahwa kenangan itu berharga banget. mau itu kenangan baik, buruk, seneng, ato sedih sekalipun.
berharga karena kenangan itu bukan hanya sesuatu yang sudah berlalu, tapi itu satu- satunya hal yang tertinggal ketika semuanya udah ngga ada.
ketika segala sesuatu telah pergi, yang tersisa ya cuma tinggal kenangannya aja.
ketika setiap momen yang berarti buat lu udah berlalu, yang tersisa ya juga tinggal kenangan.
hanya tinggal elu dan sisa- sisa ingatan lu akan kejadian- kejadian yang ngga akan pernah terulang.
ada yang menanggapi kenangan mereka dengan penyesalan gila- gila'an, ada juga yang ngejadi'in kenangan mereka sebagai memori berharga.
kalo gue sendiri, gue ngga nyesel sama kenangan- kenangan yang udah gue bikin ato menyesal semua itu hanya tinggal kenangan. karena meskipun semua yang gue punya hanya tinggal kenangan, at least gue pernah tau rasanya.
dan sebuah kenangan jadi bergantung pada keputusan apa yang lu buat.
kalo dulu gue memutuskan buat ngga sekolah di notre, mungkin kenangan yang gue punya beda lagi.
dan kalo dulu gue memutuskan ngga menungu, mungkin kenangan 5 taon yang mau gue buang dalam 18 hari ini ngga pernah ada.
jadi setelah gue pikir- pikir lagi, gue sama sekali ngga punya alesan buat mencoba menghilangkan kenangan- kenangan gue, karena itu pilihan gue di awal. karena gue yang memutuskan untuk mau punya kenangan- kenangan itu.
hmm...
gue sedang mengalami kelelahan berkepanjangan yang membuat gue selalu mellow nan termehek- mehek sehingga mengalami kebuntu'an ide.
hahaha....
saat ini, gue berasa seperti Jim Carey di eternal sunshine of the spotless mind. dikepala dan hati gue rasanya hanya bercokol satu nama yang setengah mati mau gue hilangkan.
satu nama yang menyita hampir semua porsi otak dan hati gue. satu nama yang setengah mati mau gue hilangkan.
satu nama yang bikin gue bertekad mengenyahkan kenangan, kejadian, dan perasaan lima tahun dalam 18 hari yang gue sebut dengan program "18 hari melupakan dia".
hari ini hari ke 10.
dan yang gue dapat sejauh ini hanyalah kegagalan yang datang bertubi- tubi sehingga gue semakin mau gila...
terus gue nonton lagi film di atas untuk (hmmm...) yang ke 4 atau 5 kalinya. dan gue begitu suka sama tag line dari film itu, "you can erase someone from your mind, getting them out of your heart is another story..."
gila yah, hati tuh emang ga pernah bisa bohong...
orang amnesia aja bisa merasakan siapa yang ada dihatinya.
lalu 10 hari yang gue buang untuk melupakan dia sebenernya ya hanyalah kesia- sia'an belaka karena gue emang ngga mungkin bisa 'melupakan' dia.
karena toh meskipun gue bisa lupa sama dia, rasanya bakalan tetep ada.
begitu juga sama yang namanya kenangan.
gue baru menyadari bahwa kenangan itu berharga banget. mau itu kenangan baik, buruk, seneng, ato sedih sekalipun.
berharga karena kenangan itu bukan hanya sesuatu yang sudah berlalu, tapi itu satu- satunya hal yang tertinggal ketika semuanya udah ngga ada.
ketika segala sesuatu telah pergi, yang tersisa ya cuma tinggal kenangannya aja.
ketika setiap momen yang berarti buat lu udah berlalu, yang tersisa ya juga tinggal kenangan.
hanya tinggal elu dan sisa- sisa ingatan lu akan kejadian- kejadian yang ngga akan pernah terulang.
ada yang menanggapi kenangan mereka dengan penyesalan gila- gila'an, ada juga yang ngejadi'in kenangan mereka sebagai memori berharga.
kalo gue sendiri, gue ngga nyesel sama kenangan- kenangan yang udah gue bikin ato menyesal semua itu hanya tinggal kenangan. karena meskipun semua yang gue punya hanya tinggal kenangan, at least gue pernah tau rasanya.
dan sebuah kenangan jadi bergantung pada keputusan apa yang lu buat.
kalo dulu gue memutuskan buat ngga sekolah di notre, mungkin kenangan yang gue punya beda lagi.
dan kalo dulu gue memutuskan ngga menungu, mungkin kenangan 5 taon yang mau gue buang dalam 18 hari ini ngga pernah ada.
jadi setelah gue pikir- pikir lagi, gue sama sekali ngga punya alesan buat mencoba menghilangkan kenangan- kenangan gue, karena itu pilihan gue di awal. karena gue yang memutuskan untuk mau punya kenangan- kenangan itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)



