Thursday, February 19, 2009

selfish..

i think i need to be more selfish than i am right now...
huffffhh.....

seorang sahabat pernah berkata :
"buat temen, apa sih yang lo ngga?"

lagi sahabat yang lain berkata :
"asal bisa bikin temen lu seneng, lu tuh pasti tolong temen lu apapun yang terjadi re..."

gue pun pernah berkata :
"iyah...buat temen apa sih yang gue ngga? jangankan cuma mengorbankan semua kenyamanan gue, ibaratnya kaki jadi kepala, kepala jadi kaki juga gue rela asal bisa bikin temen gue seneng..."

si gue juga pernah berkata pada seorang sahabat :
"kayaknya gue butuh deh jadi lebih egois..."

jawaban sahabat yang lain :
"peduli sama orang lain = bagus. tapi peduli sama orang lain tanpa peduli diri lu sendiri = ngga bagus."

si gue pernah bertanya lagi sama seorang sahabat yang lain :
"kayaknya gue ini emang ngga bisa dan ngga boleh jadi egois barang semenit aja yah?!"

dan jawaban si sahabat :
"iyah. lu emang ngga bisa re jadi egois..."

hmmm....
gue butuh jadi lebih egois.
gue butuh bisa lebih egois supaya gue mampu bilang "ngga" buat permintaan- permintaan mereka yang way too much for me to handle.

Tuesday, February 17, 2009

i need to being able not to feel any pain again

okay.
someone ask me 'what exactly the pain im having' right now.
hmmm.....
gue juga ngga tau.
oke,
sebenernya i feel the pain that i'm not really having. i feel the pain that not really exist.
like some imaginary pain.
my brother told me that is in my mind. my mental is sick. not my body.
hahahaha...
now i sound like a freak or weirdo..hahhaha...
ya the truth is,
gue merasa sooooooo much in pain. gue berasa kesakitan dimanapun. my head, my brain. my chest, my heart. my stomach. my skin. everywhere. tapi sebenernya sakit itu ngga bener- bener ada. sakitnya cuma sekedar imajinasi gue, halusinasi gue.
seharusnya kalo gue sadar semua ini cuma imajinasi gue, sakitnya ilang. seharusnya sakitnya hilang. but the pain still there. and this pain is getting worse day by day.
every day i woke up and i feel sick. i feel awful. i feel damage.
i feel dysfunction.
i feel helpless, useless. and damage. unrepairable.
gue ketawa miris nyaris hysterical waktu gue harusnya nangis.
gue nangis gemeteran waktu gue ga seharusnya nangis.
gue diem waktu reality bites me and then i laugh. i just laugh. i laugh with no particular reason. i just laugh hystericaly.
i can't feel any euphoria even a bit because this pain is excruciating.
and if someoe ask me 'why are you in so much pain?"
i can't answer it.
semua orang mengira gara- gara "dia".
well, sebagian iya.
sebagian diri gue rusak mungkin karena dia.
tapi ngga cuma gara- gara dia.
there is so much things happen. and nothing great comes to my life lately. every single thing that was come in my life just a hard big punch in my back head.
and i can't take this anymore...
i couldn't bear this pain any more.
this pain make me miserable.
make me feel bad. feel insecure. feel empty. feel lost. feel wrong. feel awfully awful...
so i'm begging...
i'm begging to everyone to cured me...
just please get this pain gone.
cos i have enough pain for several months.
and i need this pain to be gone. i need be normal again.
i need to being able not to feel any pain again.
this pain is getting worse day by day...
this pain is killing me softly.
i just couldn't take it anymore...
every day, the pain grow bigger and being more, more, more, and more painful.
i can't take this anymore..
i can't take anymore pain...
i just want this pain to stop. being disappeared...
i just want to be cured...

Monday, February 16, 2009

brainless.heartless

di salah satu post gue dulu, gue pernah ngebahas soal kalimat-nya Rangga di film AADC yang kalo ngga salah bunyi nya "salah satu dari kita pasti lebih punya otak atau hati...."
seseorang emang pasti punya yang namanya otak dan hati.
bedanya cuma, yang mana yang lebih mampu bekerja. otaknya. atau hati nya.

gue...
gue sempet berpikir untuk berhenti mikir.
berhenti menggunakan otak gue demi bahagia karena gue beranggapan semua rasa sedih yang gue rasa itu awalnya dari pikiran- pikiran negatif gue, jadi gue berasumsi dengan gue berhenti mikir gue ga akan sedih lagi.
tapi celaka nya.
gue ini seorang thinker.
semua- mua nya gue pikirin.
semua- mua nya gue pikirin dari yang peling penting sampe yang paling ngga penting. dari yang paling keliatan sampe yang paling detil.semuanya gue pikirin.
awalnya gue emang mampu mencoba stop berfikir.
stop mikir and just be grateful.
awalnya it works.
mungkin gue belum bahagia,
tapi setidaknya gue ga bersedih.
the pain just stop.
tapi ternyata itu ngga bertahan lama.
gue mulai kembali mikir.
bahkan sekarang lebih parah.
yang kemaren- kemaren gue ga pikirin malah jadi kepikiran semua.
and i just wished if i can be brainless...
so i can stop think and just be grateful so the pain will stop (again).

karena ternyata ngga mikir itu ide bruk buat gue dan itu sama sekali ngga bekerja.
and this pain.
this pain is killing me...
this endlessly pain is freakin killin' me...!
and this pain has to stop before i think to stop my life..(hahhahha)
jadi gue mencoba buat ngga merasa.
gue mencoba mematikan semua rasa gue.
and i wished...
i wish if i can be heartless...
seorang sahabat menulis di note fesbuknya,
"dead inside
i just wish i was dead inside, wish that WE were dead inside
not having any heart and not being able to feel anything, i guess that's the dream
if by that, it means i cant feel happiness nor sadness, then it'll be fine with me. i dont mind.
not being able to feel happiness is the price i gotta pay to not being able to feel pain" (thanks to sheila)

dan gue memberikan komentar,
"Reigina Tjahaya at 6:58pm February 16
ahhhhhh sheilaaa....sama persis banget sama apa yg gue rasa dan pikirkan sekarang...
gue ga peduli ngga bisa seneng (toh gue ga pernah seneng ini) asal ngga usah ngerasa sedih,sakit,dan semua perasaan2 ngga enak ini!"

iyah...
i want to be heartless.
ngga punya hati.
i don't care if i can't feel any happiness if i have no heart.
gue ngga peduli kalo gue ngga bisa lagi bahagia.
i ain't loss anything...
gue ga kehilangan apapun kalo gue ga bisa bahagia karena kenyataannya juga toh gue ga pernah merasa bahagia.
gue cuma mau rasa sakit ini ilang.
i'm willing to do anything to stop this endlessly pain.
i'm willing not being able feel any happiness just to being able can't feel any sadness nor pain.
i choose having no heart than feel this bloody-never-ending-bitter-pain and sadness even a little while longer...

Tuesday, February 10, 2009

i love writing..

i love writing.
stuff. stories. experience. fantasies.
i love writing.
i just soooo in love with writing.
writing is part of my day. my life. may soul.
writing is one of my passion. my desire. my dream. my obsession.
i love playing with words. letter. phrases.
i love find the match word, the perfect word, the suitable word to express my feelings.
no.
i'm not an autistic girl who can't talk to express my feelings or silently shy kinda' girl so i prefer to write.
no.
i love to speak.
i love to talk about stuff.
but writing felt so much different with talking.
write makes me comfortable.
makes me feel like playing with my old stuff.
like i'm in my happy place.
my own amusement park.
yeah in bottom line, i love to write.
but there is one tinny little problem.
i never feel like i can write something good.
something really- really good.
something great.
i always assume my writing just some crap. some shit.
i never really had a PIECE.
my PIECE.
like something hugely GREAT.
like something people actually would like to read. would love to read.
yeah...
i always doubted my self...
i always thought i never be good enough for something or for anything.
or am i actually never been good enough for anything??

50 facts about me...

gue bosen.
liburan. dan bosan.
jadi gue pun mencari- cari kerjaan.
tapi stuck karena ngga ada yang bisa dikerjain (well.ngga ada yang mau gue kerjain selain tiduran di depan leptop), ngga punya film lagi buat ditonton (semua masih dalam tahap pen-donlot-an), dan lagi ngga punya buku buat dibaca (kecuali breaking dawn nya tata yang lagi terlihat kurang menggiurkan).
terus tiba- tiba gue teringat.
suatu ketika (cieilehhh), seorang teman nge-tag gue di salah satu notes di fesbuk. about 16 random facts about you.
dengan segenap ke tertarikan, gue pun mulai mikirin 16 facts tentang diri gue and i found it oddly hard and challenging. hahahahhaha.....
nahhh......
berhubung gue punya waktu almost seharian mikirin tentang fakta- fakta lainnya tentang diri gue, gue pun mau melanjutkan ke-16 fakta tentang diri gue itu jadi 20, maybe 25, 30, berapapun yang bisa gue dapatkan dalam sehari ini.hahaha

here it goes...

Rules:
1. Once you’ve been tagged, you are supposed to write a note with 16 random things, facts, habits, or goals about you.
2. At the end, choose 16 people to be tagged.
3. You have to tag the person who tagged you.
4. If I tagged you, it’s because I want to know more about you.

i was tagged by: aldamayo panjaitan

16 random facts about me:

1. punya ingatan super pendek, sependek rok mini sekretaris penggoda bos dan suka berasa 'pernah' punya otak padahal airhead

2. suka dan cinta mati sama bjork meski ga tau apa- apa soal bjork

3. obsesi : nama gue tercetak sebagai pengarang di sampul sebuah novel yang akan dibaca semua orang

4. hampir masuk sekolah sinematografi tapi gatot gara- gara dianggep kurang punya masa depan sama bokap

5. i'm afraid being grown-up. merasa bagaikan anak kecil yang tersesat dalam dimensi waktu yang salah dan terjebak di tubuh remaja. tapi suka sebel klo di-ceng-in anak SD sama semua orang.

6. phobia abis terhadap semua binatang berbulu dan berambut kecuali kiwi

7. ngga suka lagu yang gue ga ngerti bahasa nya

8. addictive banget sama yang namanya AIR MINERAL

9. ga bisa *pup* klo ngga dirumah dan ngga ada air mengalir.

10. selalu ingin punya tato dan piercing lidah tapi (selalu) ga jadi gara- gara takut kesakitan.

11. sangatlah tidak mampu ber multi-tasking layaknya wanita lain..(single-tasking aja berantakan mulu.gimana multi-tasking?)

12. ga pernah nonton godfather. selalu menangis saat ntn i am sam. udah nonton "10 things i hate about you" for 10 times.

13. selalu merasa berkewajiban nonton semua karya jhonny depp, helena bonham carter, dan tim burton. -- dan selalu berdecak kagum akan hasilnya

14. selalu suka film drama cheesy romantis nan termehek2 yang berakhir happy ending tapi selalu feel sad dan berandai2 setelah selesai nonton

15. punya tempat persembunyian barang- barang rahasia : di dalem kursi meja rias (kursi meja rias gue berbentuk sebuah kotak kayu yang bisa diisi macem2 dalemnya dan ada bantalan buat duduk di atasnya)

16. tanda klo gue stres : GATEL- GATEL dan berak-berak. (sumpah ga elit abis yah penyakit gue??)

17. punya boneka kelinci gembul berbaju merah garis2 yang bisa bikin gue senyum kalo liat boneka itu.

18. jadi internet junkies dan pembajak profesional sejak mengecap nikmatnya nonton film dengan gratis lewat streaming atopun nge donlot.

19. very- very hugable.

20. berjiwa sangat pembangkang.

21. ngga pernah ngerti apa arti kata "indehoy"

22. afraid of believing.

23. sering berkomentar sangat jahat terhadap hal- hal aneh atau orang- orang aneh yang gue jumpai secara reflek dan ngga sadar

24. ngga suka bersentuhan sama orang ngga gue kenal di tempat umum dan punya reflek super jelek ngga super ngga sopan kalo tabrakan sama orang ngga dikenal yang pasti bikin gue minta di tabokin (mengernyit, dan ngelap bagian yang tersentuh secara reflek)

25. addictive sama tv series semacam gossip girl, grey's anatomy, ugly betty karena merasa punay beberapa kemiripan dengan tokoh- tokoh di film itu.

26. selalu takut sama my own wild dreams

27. ngga suka buku self-help

28. pernah mimpi jadi motivator yang kayaknya hanya tinggal angan belaka

29. selalu nganggep tao ming se itu ganteng meski gue sering mati- mati an denial

30. merasa film korea sangat menghibur hati sepi di kala gundah

31. sering nonton film sampah cuma dengan alesan yang main ganteng

32. selalu menyimak setiap dialog fim yang gue tonton karena merasa i can learn a lot dari quote- quote itu.

33. selalu nangis dan merasa miris setiap nonton city of angels

34. i hate being alone but sometimes i choose to be alone.

35. selalu dibilang galak, tapi ngga pernah merasa galak.

36. gue suka masak meski ngga bisa

37. gue tergila- gila sama seafood, sushi dan makanan jepang.

38. sering berasa punya keprbadian ganda

39. selalu merasa gue seharusnya lebih egois

40. merasa perjalanan ke kampus dan pulang kampus itu sangat melelahkan

41. suka merasa bersalah ngebajak (beli bajakan, ngopi film atau donlot) film indonesia, but i still did it anyway

42. pengen punya pabrik sepatu

43. suka sama anak kecil banget tapi ngga suka banget orang ngerengek- ngerengek annoying.

44. sangat suka berdiskusi, berdebat dan ngobrol pintar dengan orang- orang yang ngga 'mengernyit' kebingungan what the hell am i talking.

45. selalu merasa diri ini cupu, kuper dan ngga gaul

46. lagu always on my mind nya michael bubble selalu membawa kenangan kurang enak dan make me feel sad

47. sering menghubungkan seseorang dengan sebuah lagu.
contoh : kalo denger lagu pacarku nya shaden gue inget benardi. kalo denger sontreknya tokyo drift sama welcome to my paradise gue inget ary. kalo denger gasolina gue inget agus. dan banyak lainnya.

48. tergila- gila sama fragrance

49. sangat- sangat suka film kartun apapun itu

50. suka beli happy meal, paket chaki, ato kidzu bento supaya dapet mainan nya. *well. i thing i really just a kiddo after all..."


Monday, February 9, 2009

bitterly alone, depressingly sad, dark and twisty life a.k.a reality

i hate...
i hate...
and i hate..
when i said "i hate almost everything", what i mean is (literally) i hate ALMOST every-fuckin'-thing. not a lie or some metaphor to sound interesting. no..
when i said "i hate almost everything", i mean it.
besides all the THINGS I've already mentioned in my older post about what I'm scared of, hate, or dislike.
there is other thing that i hate.
i hate special day.
i hate special occasion in our calendar.
i hate big day.
i hate celebration.
i hate the day when we're expected spent the day with other people.
so i definitely hate the day like birthday, new year's eve, Saturday night, and yeah.. valentine's day.
maybe some of you would unite your eyebrows, caught by surprise how could be possible a person doesn't like such a sweet, nice, fun and happy moment like that? how could i possibly hate the day when we can share such a lovey-dovey-moments?
well...
i also ask my self how could i be possibly hate that cheered-up moment?
how could i possibly hate that such a lovely time?
how could i possibly hate that such a perfect time to share some love?
i guess it's all because i don't have that much cheeriness (is this even a word?) to show
i don't have love that much to give or to share.
i am just an annoyingly whiner who always whine about my bitterly-lonely-sad-depressed-dark-and-twisty life.
yeah.
i don't have too much love or cheeriness or happiness to be shown or to be shared cos all i have just that lonely and pathetic day.
so i hate the day when we actually expected being with someone else.
i hate the day when we required to be with somebody else to hang out, to spent the day, so we wouldn't be called as "lonely".
the problem is....
i don't exactly have anybody to spent time with in that silly occasion.
and i hate being lonely.
i never really had anyone to hang on the day like that.
that fact just like SNAP me right into my face *PLAKKKK*.
the fact that i don't have anyone particular to hang and to spent time together in those such a lovely day give me a weird feel in my chest. in my stomach. in my heart. it just feel wrong. sad. bitter. and all along...
so i just hate it.
i hate it so i don't have to admit that deep deep deep deep very deep down in my heart i also want to feel the experience share new year's eve, birthday, or valentine's day with someone. someone i love (well.if love does really exist) and love me back...
ahhhh......
i think i just have to get back to my bitterly-lonely-depressingly sad-dark and twisty life a.k.a reality...

Saturday, February 7, 2009

buat mereka, gue itu... #2

lanjutan dari posting gue di http://celotehbodohnyarei.blogspot.com/2008/08/buat-mereka-gue-itu.html , ini beberapa pendapat lagi tentang gue dari temen- temen gue...

buat mereka, gue itu....

kata tete,

Asti says:
lu adalah teman yang paling mengerti gue

Asti says:

bahkan kalo lu lelaki
Asti says:

lu udah bisa dibilang sama seperti pacar gue

Asti says:
hampir memiliki prinsip yang agak2 mirip,kecuali soal nikah muda
Asti says:

dan sama2 memiliki teman yang lebih bodoh dari kita berdua
Asti says:

lu adalah anak yang gak kurang pemaksanya kaya gue



kata upik,

vic says:
jutek mampus"an

vic says: rese vic says:
bullying object
vic says:
tolol

vic says:

pinter

vic says:

asik

vic says:

jahat

vic says:

mulut lo tajem

vic says:

*mndg lo jadi hostnya insert

vic says:

suka sok dewasa

vic says:

aneh

vic says:

segede adek gw

vic says:

depresi setres mau gila

vic says:
rei si anak marsmellow

vic says:
marsmellow kan enak di pijit"
vic says:

lembek kaya lo
vic says:

di bully in mau aja
, suka nambahin lagi
vic says:

backstepper sejati

vic says:

teman yang baik

vic says:

reflek nya jelek abis

vic says:
suka jelek aja ngejek banget tapi lo nya ga sadar

vic says:
lo ga sadar akan apa yang lo lakukan saat lo refleks, either maki" ato muka lo jadi minta di tabok
vic says:

klo kesenggol orang suka ngenyek mukanya

vic says:

klo liat apa gitu suka ngejek mukanya minta di pipis in

vic says:

o iya lo kan penasihat gw

vic says:

otaknya segede kerikil yang klo ketiup angin uda ilang

vic says:
nih lo tu orangnya enak buat di ajak sharing tapi pendapat lo nyakitin kadang"

vic says:

mau aja di ajakin bego

vic says:

lo tu mau pasang tampang gmn juga akhirnya bikin ketawa

vic says:

lo yang ngerusak nama gw


kata toni,
Tooooooonnnniiii says:
Reigina tjahaya itu

Tooooooonnnniiii says:

Riang!

Tooooooonnnniiii says:

Moody

Tooooooonnnniiii says:

Editor gue yang mantab, dengan efek menghilangkan tiang microphone!

Tooooooonnnniiii says:

pencerita yang baik

Tooooooonnnniiii says:

tempat curhat yg pas

Tooooooonnnniiii says:

tapi pemberi nasehat yang agak kurang buat gue!

Tooooooonnnniiii says:

..maap bgt re

Tooooooonnnniiii says:

kadang nasehat dari lu, kurang bisa gw pahami

Tooooooonnnniiii says:

antara gw yang bego, klo enga bahasa lu yang ketinggian

Tooooooonnnniiii says:

si reigina selalu menjadi penggembira

Tooooooonnnniiii says:

pemecah masalah

Tooooooonnnniiii says:

si anak yang agak Cuwek

Tooooooonnnniiii says:

abis itu

Tooooooonnnniiii says:

dia pencinta bolu pandan om nya !

Tooooooonnnniiii says:

trus dia anak yg suka kerja, tapi suka menghamburkan uang yg ga guna menurut gue!

Tooooooonnnniiii says:

kdg omongan si anak ini yang konyol, bisa jadi bahan yang seru untuk dibahas

Tooooooonnnniiii says:

nih jeleknya

Tooooooonnnniiii says:

nih anak bego yg gbs lupain masalah masa lalunya
Tooooooonnnniiii says:

yang ga guna ituu lohhh

Tooooooonnnniiii says:
mpe kadang gue kesel bgt sama bodohnya nih anak

Tooooooonnnniiii says:

mpe mgkn kata bego udah ga cocok buat lu re

Tooooooonnnniiii says:

Pengkritik dan Penulis yang cukup baik klo menurut gue!~

Tooooooonnnniiii says:

tapi bukan pengingat yang baik



kata tasya,

tasya says:
rere

tasya says:
kreatif sangat

tasya says:

klo jdi editor mjalah cocok bgt

tasya says:

penulis yg sgt baik

tasya says:

terlihat tegar dan kuat.. pdhalll.. baaaaaahhh

tasya says:

pintar

tasya says:

tmn yg sgt setia

tasya says:

ky ank kcil

tasya says:

klo mrh.. mndg jgn dkt2

tasya says:

sangat menolong

tasya says:
pndk

tasya says:
lemot

we dont need them to tell us beautiful...

semua cewe pasti pengen di puji.
deep down in her heart, pasti suka kalo dipuji. apalagi kalo sama cowo yang dia suka ato sayang.
entah itu dibilang cantik, pinter, baik, perhatian, atau apapun deh meski pujiannya sekecil apapun.
dan meski di mulut kita suka bilang mereka cuma gombal, benernya mah kita juga demen digombalin.hahhaa...
biar kata kita tau nih itu cuma sweet talk dia belaka, tapi kita juga demen di manis- manis in sama mulut mereka (ahhh..jangan muna kalian teman...).
jadi tadi gue dan seorang sahabat ngomong betapa ngenes nya kami yang ngga pernah dipuji sama sang pacar (atau mantan klo dalam kamus gue).
iyah. perasaan nih ya. seumur hidup gue kenal "dia", "dia" ngga pernah sekalipun muji gue.
hmmm... terus ada seorang shabat lagi bilang "we dont need guys to tell us that.we are beautiful no matter what"
and tiba2... DING!
kalimat itu serasa ring a bell di kepala gue.
kadang,
kita suka ngerasa ngga percaya diri sendiri.
suka meragukan diri kita sendiri makanya kita butuh orang lain to tell us what we wanna hear ya lewat pujian- pujian itu.
kadang kita suka ngerasa karena kita ngga pernah disebut begitu, ngga pernah dipuji begitu, maka kita ngga punya kapabiliti itu.
tapi padahal ngga gitu juga kan?
secara nih ya, kita cewe- cewe independent yang punya kehidupan sendiri, modern, maju, dan pinter pula sama sekali ngga butuh cowo manapun bahkan ngga butuh siapapun buat bilang kita ini cantik, pinter atau apapun coz we're beautiful, smart, talented, kind, and independent no matter what.
mungkin gue bukan cewe cantik. mungkin juga ngga pinter- pinter banget. ngga juga baik banget.
yang jelas gue bukan cewe yang bisa bikin cowo tertarik sama gue. but.. i don't care.
i love my self the way i am.
i know i'm not that beautiful kinda' girl who can look so dazzlingly beautiful. but so what? i know i'm "beautiful" with my own way.
i know i'm not that smarty-ass kinda' girl who gets staight A's in my report card. but so what? i know i'm "smart" with my own way.
i know i'm not that multi-talented kinda' girl who can sing,dance,play music amazingly. but so what? i know i'm "talented" with my own way.
i know i'm not that kind,sweet,polite,nice kinda' girl who always have pepsodent type of smile. but so what? i know i can be "nice" with my own way and i am indeed.
jadi kesimpulannya adalah,
gue ga perlu siapapun buat bilang gue cantik.
gue ga perlu siapapun buat bilang gue pinter.
gue ga perlu siapapun buat bilang gue baik.

coz i know i am.
*hahahhaha....agak nyombong nih gue.*
tapi kenyataannya elo semua musti mikir kayak gitu.
we're beautiful no matter what.
we're beautiful no matter what they say.
we're beautiful no matter they tell us we're beautiful or not
coz we definitely dont need them to tell us beautiful to realize that we all are beautiful with our own way...

kenapa gue suka sekali bertanya yah?

gue ini suka sekali bertanya- tanya.
gue suka banget mempertanyakan segala sesuatu dari yang paling general sampe yang paling detil.
gue suka banget mempertanyakan segala sesuatu dari yang puenting buanget sampe yang ngga penting buanget!
intinya gue suka bertanya.
gue suka bertanya karena gue suka ngetes orang lain.
gue suka nanya karena gue suka ngetes diri gue sendiri.
gue suka nanya karena gue mau tau.
dan gue suka nanya karena gue bener- bener ngga tau.
intinya gue suka nanya.
semua- mua nya gue tanya in.
dari kenapa kita hidup. apa itu hidup. apa itu bahagia. gimana cara bahagia. sampe sebenernya apa sih rasa susu pisang?
bahkan gue pun mempertanyakan "kenapa gue suka sekali bertanya?"

Tuesday, January 27, 2009

happiness equal sacrifice

our happiness is other's sacrifice.
our sacrifices may contain other's happiness.
pernah ngga sih lu mikir kalo terkadang kebahagiaan kita itu bisa jadi pengorbanan orang lain?
dan sebaliknya, pengorbanan kita terkadang jadi kebahagiaan orang lain?
kalo ditanya kita mau yang mana, kita milih yang mana, jelas aja lah jawabannya kita milih yang bisa bikin kita bahagia, bodo amat deh sama orang lain, yang penting mah gue hepi.
tapi kalo dipikirin lagi, apa gunanya kita seneng, apa guna nya kita bahagia kalo kita senengnya sendirian?
beberapa hari belakangan ini gue nonton beberapa film tentang happiness.
ada yang bilang kalo bahagia itu punya hidup yang perfect. dari sukses di kerjaan, sukses sama keluarga, sampe sukses dalam hal percintaan.
ada juga yang bilang bahagia itu bisa melakukan apapun yang lu suka.
ada juga yang bilang kalo bahagia itu cantik, tajir, sukses, punya pacar ganteng nan baik hati nya.
ada juga yang bilang kalo happiness is just a teardrop away...
terus ada juga yang bilang bahagia itu tidur enak, makan enak.
dan ada juga yang bilang "there is no shortcut to happiness..."
kayaknya gue paling setuju sama yang terakhir.
ngga ada tuh kata- kata "gampang" dalam kamus bahagia.
dan "gampang" definitely bukan bagian dari kehidupan orang dewasa (see?makanya gue ga mau jadi dewasa!).
karena there is no shortcut to happiness so we have to pursuit our happiness with all streght we have.
tapi gimana kita mau mengusahakan kebahagiaan kalo kadang kita sendiri masih suka bingung dan bertanya- tanya sebenernya bahagia tuh yang kayak gimana sih?
sebenernya kondisi kayak apa sih yang bisa dibilang bahagia?
lagi- lagi, ada yang bilang bahagia itu punya hidup perfect.
tapi perfect sendiri kan relatif.
artinya bahagia juga relatif?
sama kayak apa yang einstein bilang kalo satu- satu nya yang absolut di dunia ini ya rlativitas itu sendiri.
buat sebagian orang perfect itu mungkin tanpa cela.
perfect itu semua mulus...
tapi perfect buat gue...
hmmm.....
hidup yang perfect buat gue waktu gue bisa napas dengan tenang tanpa takut itu akan jadi hela'an napas terakhir gue, waktu gue bisa ketawa tanpa takut itu akan jadi tawa gue yang terakhir, waktu eksistensi kita masih berarti dan dibutuhkan oleh orang lain, waktu kita punya orang buat berbagi segala apa yang kita rasa, waktu gue merasa puas sama semua pernak pernik hidup gue.
buat gue itu hidup perfect.
jadi bisa dibilang perfect equal satisfied, grateful.
jadi,
kalo happiness = perfect life = grateful
dan happiness = sacrifice
kesimpulannya adalah being grateful = sacrifice???
tapi kalo dipikir- pikir lagi sih bener juga, dengan kita bersyukur artinya kita harus bisa mengorbankan segenap ke egoisan kita, harus bisa mengorbankan apa- apa yang sebenernya ngga penting- penting amat.

belakangan ini posting gue hampir selalu berkutat pada kata- kata "bahagia".
seolah gue ini desperately seeking happiness.
tapi semakin gue cari, yang namanya bahagia itu jadi semakin semu keliatannya, jadi semakin absurd, apalagi dengan segenap ke-apatis-an gue yang meyakini kalo there is no such a thing called happiness coz in fact, manusia ngga akan pernah puas. manusia akan selalu mau lebih. bahkan putri raja sekalipun masih belum puas sama hidupnya.
terus karena gue ngga ngerti gimana cara bisa bahagia,
gue mulai mencari apa arti bahagia.
nyari jawaban dari apa itu bahagia,
apa itu sempurna
dan apa itu cinta....
semua orang punya definisi sendiri- sendiri.
dan gue akhirnya nemuin 1 penjelasan kenapa bahagia itu begitu sulit dirumuskan...
karena bahagia itu adalah jawabannya. bahagia itu alesan. bahagia itu rasa. jadi ngga bisa dijabarkan pake kata- kata, karena itu cuma bisa dirasain. dan rasa itu relatif. dan terkadang relatif itu ngalahin logika.
jadi buat apa kita nyari jawaban dari sebuah jawaban?
karena nampaknya bahagia itu bukan untuk dicari,
bukan untuk ditunggu,
bukan untuk dijabarkan,
bukan untuk dipertanyakan,
bukan untuk diciptakan,
bukan untuk dipikirkan,
tapi hanya untuk dirasa karena sebenernya bahagia itu udah ada. cuma masalah 'are you grateful enough with your life?"

Sunday, January 25, 2009

kenapa merit muda?

merit?
jeez....
dengernya aja udah bikin gue horor...
hahhaha...
ya well. sebagai cewe normal jelas aja lah gue pengen merit sama cowo yg gue sayang, yang sayang sama gue, punya anak yang lucu- lucu, pinter, berbakat, sukses, terus punya cucu, happily ever after.
ideal nya gitu.
dongeng nya sih gitu.
indahnya sih gitu.
tapi lagi- lagi, gue ini bukan orang yang percaya dongeng.

gue ini hidup diantara temen- temen yang selalu berpikiran buat nikah muda.
dulu gue juga mikir mau nikah muda supaya bisa jadi nyokap gaul buat anak gue,
tapi sekarang, pikiran itu gue enyahkan dari kepala gue.
beberapa temen gue malah terobsesi nikah muda. sampe udah pada ngerencanain gitu klo merit mau nya gimana.
bahkan ada satu sahabat gue yang selalu berpikiran dangkal soal merit. menurut dia, begitu merit dia akan langsung hidup bahagia. bagi dia, tujuan hidup dia ya merit. buat dia, kuliah 4 taon ya cuma jalan supaya bisa merit. intinya adalah bagi dia merit = happily ever after.
ada juga yang mikir "kan enak nikah muda. apalagi kalo suami tajir. tinggal ongkang- ongkang kaki ngga usah mikir kerja, terus ngga usah cape- cape pacaran..."
kadang gue bener- bener sangsi apa sebenernya mereka ini punya otak apa ngga...hahahha..
secara nih ya, sejak kapan aja gitu begitu lo merit masalah lo langsung lenyap dan berganti sama kebahagiaan? bukannya kehidupan lo baru akan dimulai?
dan sejak kapan juga sih merit equal with happily ever after? kalo kayak gitu mah ngga bakal ada dong yang cerai...jeez....
udah gitu yah,
belom lagi kalo berantem. pacaran dan berantem aja lo udah sampe hopeless mo mampus, gimana klo udah merit? mikir aja masih pada kayak anak kecil, udah sok mau mikirin orang lain (baca : suami).
belom lagi yah, kalo merit muda nih, disaat temen- temen seumur lo lagi seru- seru nya nge gebet temen sekantor yang ganteng, lu harus udah puas sama si suami di rumah. disaat temen- temen seumur lo lagi seru- serunya ngejar karir, tinggi- tinggian gaji, elo udah mabok ngurusin keuangan rumah tangga (ewwww!). disaat lo dan temen- temen lo hang out di mall dan mereka masih bisa ngomongin kebebasan mereka, lu akan stuck dengan kehidupan berumah tangga lu.
terus ngga kebayang juga repotnya punya anak. mikir tetek bengek soal anak dimana ego lu lagi tinggi- tinggi nya. dimana elo juga masih mau mikirin diri lu sendiri, soalnya yang gue denger begitu lu punya anak, lu akan berhenti mikir soal diri lu sendiri, karena yang akan lu pikirin hanya anak lu beserta kebutuhan- kebutuhannya. sumpah gue bener- bener ngga kebayang!
terus kalo tiba- tiba lo ketemu your real soulmate setelah lu merit gimana? mati banget kan tuh? secara masih muda, pilihan juga masih banyak gitu. kenapa sih pada mau buru- buru merit?
bikin malu ibu kartini aja dah yang udah susah- susah bikin emansipasi wanita supaya cewe ngga cuma end up di dapur dan ranjang. bukannya pada tambah maju, malah tambah mundur nih pikiran cewe- cewe jaman sekarang.
dan satu hal yang bener- bener mengerikan buat gue,
begitu lu merit, artinya lo akan tidur dan bangun disebelah orang yang sama till the death tear you apart.
dan kalo lu merit muda, artinya waktu lu terus liat dia begitu lu bangun pagi tuh tambah panjang.
errrrrr.... ngebayanginnya aja udah bikin gue mules.
apa kabarnya dengan bosen? jenuh? enek?
gue sampe punya itungannya.
gue yang berencana merit umur 27 taon aja masih berkemungkinan bangun disebelah orang yang sama terus selama 50 taon deh kurang lebih.
dan buat gue, kenapa harus gue tambahin 5 taon dengan merit umur 22 taon begitu lulus kuliah?
arrrghhh...noooo!
udah gitu, apa kabarnya dong sama cita- cita?
apa kabarnya dong sama punya penghasilan sendiri?
apa kabarnya dong kalo begitu lulus kuliah, merit, ngga pernah kerja, dan tiba- tiba (ya amit- amit sih ya) terjadi apa- apa sama suami lo?
gila bangettt.......
gue ga kebayangggg!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
apalagi buat seorang gue yang masih kayak anak kecil.
ngurus diri sendiri aja kadang masih keteteran, gimana judulnya ngurus orang lain?
oh my god...ada apa sih dengan tren merit mudaaaaaaa????????!!!!

tapi ya, sekali lagi.
gue juga cewe normal.
gue juga mau merit suatu saat nanti (yaa....7 atau 8 taon lagi lah...*aminnn*).
sama cowo yang gue sayang dan yang sayang sama gue.
cowo yang ngerasa gue adalah hidup dia.
cowo yang bisa hidup tanpa gue tapi dia ngga mau hidup tanpa gue. (muluk- muluk banget yah minta nya gue?)hahahhaha.
gue juga ngga pernah mikir pesta kawinan yang mewah dan megah banget, buat apa? mending duitnya buat idup.
gue cuma mau merit di gereja. terus garden party kecil- kecilan. isinya cuma temen deket, keluarga. baju nya juga ngga mau ribet (i'm counting on you jikih!!!hahhahah!) dan bridesmaids nya ec, tete, joni.
dan 1 lagu yang akan ada waktu gue merit "everything" nya michael bubble. hahahaha... sebenernya sih mau lagu bjork tapi bisa- bisa gue ditendang nyokap gue pasang lagu kayak gitu.hahahhaha....
terus punya anak.
jadi nyokap super gaul buat anak gue.
dan menjalani hidup as happy as we could. as happy as it should be...
panjang umur, tua bareng, dan gue ngga meninggal sendirian (ya at least gue punya orang- orang yang sayang sama gue saat gue meninggal) dan harus ada lagu "earth intruders" sama "human behavior" nya bjork pas funeral gue.
hahahhahahaha....

that's all...

hahhahhahahahhaa.....

Friday, January 23, 2009

lalalallalalalallaallalal!

gila.
banjir ide.
hahahhaa...
meski ngga penting dan ngga makna sih...
hahahahhahaha......

setiap gue mau sedih, akan sedih, atau udah sedih.
seorang sahabat akan selalu bilang "plis gen lu jangan sedih. lu ngga boleh sedih..."
dan gara- gara kalimat itu,
gue akan bikin diri gue ngga sedih dan bilang "iyah. tenang aja. i'm fine person. so i'm doing just fine..."
dan tadi saat gue lagi sedih,
lagi- lagi dia bilang "plis gen lu jangan sedih. lu ngga boleh sedih..."
dan gue tanya ke dia "kenapa yang lain boleh sedih tapi lu selalu ngga bolehin gue sedih?"
dia pun menjawab "soalnya sedih tuh bukan elu banget gen. sedih itu bukan bagian dari elu banget..."
tapi meski begitu gue masih sedikit sedih.

terus seorang sahabat lainnya ngomong gini ke gue ,
mayayaya says:
rere yg lucu..inget yah slalu bakal ada pelangi sehabis ujan..meskipun ga pasti..tapi pasti ada saatnya..ada waktunya..jadi tunggu ajah..
rei says:
waaaaaa mayaaaaaaaaaaaaaa.......senang mendengarnya....makasih ya mayaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!
mayayaya says:
Tuhan itu adil rere...pasti rere lagih dibuatin yg masterpiece sama Tuhan..makanya lama proses buatnya..

dan ngga tau kenapa gue merasa tersadar aja.
gue kembali teringat kata- kata gue beberapa hari yang lalu.
gue inget gue pernah bilang "he's so damn lucky having me... dan bukan rugi gue kalo dia menyia- nyia kan gue. it's totally his lost. not mine..." *ya..ya...gue tau lu mikir gue PD mampus.tapi bodo amat lah.emang nyata nya dia beruntung banget dapet cewe kayak gue.jadi ya salah dia menyia- nyia kan gue*
jadi kenapa juga gue musti sedih cuma gara- gara kehilangan seorang dia?
dia bukan siapa- siapa.
dia bukan apa- apa...
meskipun gue cuma garnish penghias makanan yang ngga menarik buat dimakan dan hanya akan dibuang pada akhirnya, tapi kalo ngga ada si garnish para maincourse itu ngga akan jadi indah. para maincourse itu ngga akan jadi terlihat cantik dan spesial. dan pada akhirnya, orang- orang akan muji si garnish. dan semua cuma masalah waktu. just a matter of time.

terimakasih semua!!

dikala hati gundah gulana nan menggila mau sinting.
dikala diri ini malu mau mampus dan berharap hilang saja ditelan bumi.
dikala diri merasa sangat sedih, pedih, dan perih.
dikala hati terasa begitu sakit sampai tak ada air mata yang bisa keluar, hanya tawa miris dan tangan gemetar.
dikala diri ini berasa dilempar sampe semua nya jadi kabur dan nge blur.
(*gue lebay banget ga sih rasa- rasa nya???hahahhakssss!*)
well, anyway,
gue cuma bisa bilang makasih banget banget banget banget banget buat my superpeople!
buat ec, tete, joni, tasya yang udah dengerin ketololan gue selama ini, ngingetin gue, ngomelin gue, nolol-nolol in gue, temenin gue, dan told me what should i do...
buat om goni yang bener- bener udah nemenin gue seharian kemaren. dengerin curhatan gue. kasih wejangan ala om- om dan menghibur gue dengan perbincangan tentang koran lamer.
buat maya yang bikin gue ngakak- ngakak sampe mau bego dengan mainan bumbu dapur nya dan kalimat saktinya yang bikin gue langsung tersenyum!
buat manda yang ngasih gue denda serebu setiap gue sebut nama dia lagi dan udah temenin gue ngbrl dan dengan ide stupid nya yg bikin perasaan gue ga enak!
buat vicka yang dengerin cerita gue disaat gue begitu syok menerima dan melihat kenyataan yg terpampang.hahahaha...

tengs banget semuanyaaaaaaaa!!!!
i laff u all!!!!!!
jelas aja gue ini ngga pernah cukup.
jelas aja dia ngga pernah "liat" gue.
jelas aja dia ngga pernah memperlakukan gue dengan baik.
sekarang semuanya jelas....
jelas aja dia ngga pernah mau serius sama gue.
jelas aja dia ngga pernah bisa serius sama gue.
jelas aja....
he's not love me enough...
mungkin dia sayang sama gue.
tapi dia ngga cukup sayang sama gue untuk bisa sama gue aja. untuk bisa serius sama gue.
dia ngga cukup sayang gue.

Thursday, January 22, 2009

antara ketololan dan kasihan

kalo gue nomong "tell me what should i do.."
semua temen- temen gue akan suruh gue lupain. get over him. pergi jauh- jauh dari dia.
kalo gue tanya sama diri gue sendiri "what should i do?"
diri gue sendiri aja akan suruh gue pergi jauh- jauh dari dia dan ngga ada hubungan apa- apa lagi sama dia.
dulu,
semua orang ngatain gue tolol.
ngatain gue bego nya mau mapus, moron ngga ketolongan.
tapi sekarang mereka berenti ngatain gue tolol.
mereka cuma akan bilang "udahlah re... kasian elo nya juga..."
kasian.
semua temen- temen gue kasian sama gue.
kenapa sih gue malah ngga bisa kasian sama diri gue sendiri?

Wednesday, January 21, 2009

..........

gue harus jadi kayak apa sih baru cukup?
disaat semua cewe- cewe marah ngga dikabarin cowo nya dalam waktu 3 jam, gue masih nyabar- nyabarin hati ngga dikabarin 3 hari.
disaat cewe lain bete kayak besok mau kiamat gara- gara cowo nya ngga ngajakin nge-date pas weekend, gue masih bersabar dan bersyukur bisa ketemu sebulan sekali yang masih belom tentu juga.
disaat cewe lain marah gara- gara cuma di sms in 5 kali sehari, gue harus seneng dengan sms 2 hari sekali nya.
disaat cewe lain murka cowo nya sms an sambil main makanya bales sms nya lama, gue harus sabar sms gue kalah sama film atau game yang dia mainin.
disaat cewe lain bisa ngajak berantem gara- gara cowo nya ngga nengokin dia waktu sakit, gue harus udah puas kalo dia sms gue sekaliiiii aja buat perhatiin gue.
disaat cewe lain bete sama cowo nya gara- gara ngga ada inisiatif, gue harus nerima kalo inisiatif itu bukan bagian dari dia.
disaat cewe lain sedih cowo nya ngga ada waktu buat dia, gue udah terbiasa ngga pernah ada di dalem 'waktu' dia.
disaat cewe lain nuntut diperhatiin tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik, gue udah harus puas dia perhatiin gue saat ketemu.
disaat cewe lain bisa marah kalo cowo nya lama bales sms, gue cuma bisa nerima- nerima aja kalo sms gue ngga di bales.
disaat cewe lain malem mingguan sama cowonya, gue harus puas menghabiskan malam minggu gue dengan online, nonton dvd, ato pergi sama temen- temen gue tanpa ada 1 sms pun dari dia.
disaat semua cewe dikasih hadiah dan surprise pas hari ulang taon, gue harus terima kenyataan kalo selama 10 taon gue kenal dia, dia cuma inget ulang taon gue 2 kali.
disaat semua cewe ngerasa seneng waktu sama cowonya, gue ngerasa takut seneng karena gue tau besoknya dia akan ilang lagi dan bikin gue stres sendiri sama pikiran gue.
disaat cewe lain bisa marah cowo nya deket sama cewe lain, gue ngga bisa karena gue ngga pernah punya kejelasan dia cowo gue atau bukan.
disaat cewe- cewe lain nuntut cowo nya jadi shoulder to cry on, dia peduli masalah gue aja udah sukur.
tapi meski kayak gitu pun gue masih bertahan.
tapi kok ya kayaknya ngga pernah cukup...
kok kayaknya kesabaran gue ngga pernah bikin dia sadar how lucky he is by having me...
gue masih aja di sia- sia in.
masih aja ngga di peduli in.
ngga dianggep penting.
gue harus jadi kayak gimana sih supaya dia bisa berlaku lebih baik ke gue?
ada yang bilang i've done too much.
ada yang suruh gue berenti.
ada yang minta gue pergi jauh- jauh dari dia.
tapi gue tetep bertahan...
kenapa dia ngga bisa liat sih???

Tuesday, January 20, 2009

i think that isn't love...

kadang kalo kita ngadepin sebuah masalah, dan menurut kita, kita ini udah usaha cukup keras buat ngadepin masalah itu, dan udah cukup pasrah buat bersabar, tapi kita masih terus diuji, kita selalu memunculkan pertanyaan "kurang sabar apa sih gue?".
ada cerita.
seorang sahabat selalu ribut sama cowonya buat hal- hal kecil (buat gue ini kecil). dari cowonya ngga ngabarin selama 3 jem bete, cowonya main dota bete, cowonya punya acara taon baru an sendiri bete, cowo nya baru berenti main gara- gara dia bete malah tambah bete, cowo nya ngga ada inisiatif bete, cowonya ngga bisa kerumah tiap minggu bete, cowo nya lebih suka jalan sama temen- temennya bete.
terus kerjaannya berantem mulu. terus udahannya dia curhat ke gue dan sambil ngomong "kurang sabar apa sih gue gin?"
gue jadi mikir, kalo dia aja bisa nanya kurang sabar apa dia, gue ini apa dong namanya?
jangankan ngga dicariin 3 jam, ngga dicariin 3 hari aja gue masih harus sabar. jangankan mau berenti main waktu gue bete, yang ada sms gue ga dihiraukan aja gue masih harus sabar. jangankan
ngga bisa kerumah tiap minggu, bisa ketemu sebulan sekali aja gue udah bersyukur banget.
dan kali pertama dia ngomong "kurang sabar apa sih gue gen??"
gue cuma bisa jawab "kalo lo aja bisa nanya lu kurang sabar apa, gue ini apa? gue yang harusnya nanya, gue kurang sabar apa? lo itu harusnya bersyukur..."
kali kedua, gue juga mulai mikir lagi,
kalo gue berani bilang "kurang sabar apa sih gue?" artinya gue berasa udah cukup sabar, tapi kalo gue emang beneran sabar harusnya gue ngga nanya gue kurang sabar apa dong?
dan akhirnya pada kali ketiga si sahabat bertanya gue hanya bisa menjawab, "jangan pernah tanya lo itu kurang sabar apa karena kenyataannya lo itu sama sekali ngga sabar. kalo lu sabar, lu ngga akan bertanya lu kurang sabar apa...".

dan kadang kita ini rela menderita demi sesuatu yang kita pikir rasa sayang, cinta.
kadang kita rela bertahan untuk, demi dan karena seseorang karena kita kira kita sayang atau mencintai dia.
sampai ada seorang sahabat yang rela selalu sakit demi bertahan sama cowo yang dia kira dia sayang bahkan meski semua temen- temennya pun ngga setuju, dia tetep bertahan sama si cowo.
dan alhasil dia selalu bete- bete, sedih-sedih dan termehek- mehek.
gue juga begitu. gue kadang berasa diri ini masochist gara- gara rela bertahan sedih setiap hari hanya buat mengusahakan supaya i can be together with him.
tapi semakin dipikir lagi, semakin gue yakin kalo apa yang gue, dia rasakan bukan love.

"love supposed to make you happy not miserable. what's the point by trying so hard to be together if you still can't be happy?
because love supposed to make you happy and not make you miserable, then if you still can't get the happiness of it, no matter how hard you try and how big your efforts, i think that isn't love..."

dan terkadang juga,
demi bersama dia, yang selalu kita slaah artikan sebagai kebahagiaan,
kita suka rela- rela aja melakukan apapun padahal kita tuh sampe udah berasa kita udah do everything we could sampe kayaknya udah poll- poll an banget, udah giving too much efforts.
terus kecewa sendiri waktu sadar usaha kita ngga ada artinya bahkan ngga dihargai sama sekali.
gue pun kembali mikir,
if you think you already did everything or even anything, and you still can't get what you want,
there're two possibilities..
u haven't tried that hard or the thing doesn't belong to you..

lalu kecenderungan semua orang adalah menanti waktu yang tepat.
kayak saat gue menyadari klo bersama dia hanya menyakiti gue, gue masih aja nunggu waktu yang tepat buat ninggalin dia.
kita selalu menanti waktu yang tepat. the right time.selalu berpikir semua akan lebih baik kalo dilakukan pada waktunya. pada waktu yan tepat.
gue selama ini juga mikir kayak gitu. sampe tadi seorang sahabat lagi- lagi bertanya ke gue entah untuk keberapa kali nya "when is the right time?"
akhirnya gue pun sadar klo selama ini gue juga salah berpikir. sebenernya there is no such a thing called 'right time'. there just only 'right' and 'time'. those phrases don't come together.
lagian mana ada sih waktu yang tepat? semua waktu ya tepat. yang nentuin tepat apa ngga nya kan elo sendiri. jadi ngga ada deh tu judulnya waktu yang tepat. semua tepat kalo lo berani ngambil tindakan. semua tepat kalo lu berani taking a risk. semua nya tepat.

p.s : terimakasih buat kedua sahabat yang udah memberikan inspirasi dengan curhatan mereka dan pertanyaan mereka...

Sunday, January 11, 2009

Lady GaGa - Poker Face

Mum mum mum mah
Mum mum mum mah

I wanna hold em’ like they do in Texas Plays
Fold em’ let em’ hit me raise it baby stay with me (I love it)
Luck and intuition play the cards with Spades to start
And after he’s been hooked I’ll play the one that’s on his heart

Oh, oh, oh, oh, ohhhh, ohh-oh-e-ohh-oh-oh
I’ll get him hot, show him what I’ve got
Oh, oh, oh, oh, ohhhh, ohh-oh-e-ohh-oh-oh,
I’ll get him hot, show him what I’ve got

Can’t read my,
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)
Can’t read my
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)

P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)
P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)

I wanna roll with him a hard pair we will be
A little gambling is fun when you’re with me I love it)
Russian Roulette is not the same without a gun
And baby when it’s love if it’s not rough it isn’t fun, fun

Oh, oh, oh, oh, ohhhh, ohh-oh-e-ohh-oh-oh
I’ll get him hot, show him what I’ve got
Oh, oh, oh, oh, ohhhh, ohh-oh-e-ohh-oh-oh,
I’ll get him hot, show him what I’ve got

Can’t read my,
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)
Can’t read my
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)

P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)
P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)

I won’t tell you that I love you
Kiss or hug you
Cause I’m bluffin’ with my muffin
I’m not lying I’m just stunnin’ with my love-glue-gunning
Just like a chick in the casino
Take your bank before I pay you out
I promise this, promise this
Check this hand cause I’m marvelous

Can’t read my,
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)
Can’t read my
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)

Can’t read my,
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)
Can’t read my
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)

Can’t read my,
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)
Can’t read my
Can’t read my
No he can’t read my poker face
(She’s got to love nobody)

P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)
P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)

P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)
P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)

P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)
P-p-p-poker face, p-p-poker face
(Mum mum mum mah)

Saturday, January 10, 2009

forget, forgive, letting go...

gue pernah ngobrol sama sheila, salah seorang sahabat gue, soal apa itu bahagia. meski sampe detik ini gue dan dia masih ngga ngerti bahagia itu apa, tapi dengan segenap ke sok tau-an kami, gue dan dia merumuskan bahwa orang- orang yang bahagia itu adalah orang- orang yang bisa bersyukur.
dari pernyataan itu, gue pun merumuskan sebuah teori :
bahagia = bersyukur = berterimakasih atas keadaan = menerima semua yang ada dan yang kita dapet = pasrah = mengikhlaskan segala sesuatunya = merelakan = letting go.
jadi,
BAHAGIA = LETTING GO.
hmmm...
gue mulai panik.
kenapa?
karena kayaknya gue ini manusia dengan nilai 'letting go' nya paling jeblok diantara manusia- manusia lainnya. gue ini sangat- sangat buruk dalam hal melepaskan, merelakan, mengikhlaskan sesuatu.
tapi setelah gue pikir- pikir lagi dengan otak kerikil gue ini, kayaknya satu- satu nya cara supaya gue bisa bener- bener bahagia adalah dengan mulai belajar let go things.
mulai merelakan semua yang udah pergi dari kehidupan gue.
mulai melupakan semua nya.
dan mulai memaafkan mereka dan diri gue sendiri.
 
Original Layout By Yummy Lolly Layout Modification and Header Design By Reigina Tjahaya