kemarin disaat saya liburan,
saking ngga punya kerjaan *ehem, maaf, maksud saya saat saya malas bekerja dan menganggap diri ngga punya kerjaan*, gue jadi sangat stalker alias penguntit. gue jadi suka banget ngebaca- baca in status orang- orang di facebook. terus perhatiin tulisan orang- orang.
dan gue menemukan beberapa hal menarik.
1)
gue suka ngga paham sama orang- orang yang seenak perut nya mengganti kata "WITH" menjadi "WIF" .
hmmm..... seriously guys, mau dibaca pake model apapun WITH ini sama sekali tidak se-irama dengan WIF. dan tidak! ini tidak imut! malah cenderung bikin bingung dan menjadikan kalimat rancu seperti "hanging out wif my prend". brrrrrr! superduper ngga nyaman dibaca dan diucapkan bukan?
2)
seorang temen gue, membuat status "standing on my own feet, from now on" pokoknya semacam itu lah. setelah gue baca berulang- ulang, kok gue berasa ada yang aneh ya dengan kalimat "mulai sekarang berdiri di atas kaki sendiri" ?
maksud gue, kalo lu baru sekarang mulai berdiri di atas kaki sendiri, lalu kemaren- kemaren berdiri di atas kaki minjem??
3)
bener- bener bisa tercengang kalau baca status orang dengan tulisan "kit piyuttt niiiiyyy" atau "muw maam duluwww yachhh...".
sumpah, gue bener- bener literally tercengang setiap habis baca tulisan- tulisan macam itu. alamyaaaakkk, gue berasa bego dan lagi baca tulisan anak TK yang bahasa indonesia nya belom lulus. dan sekali lagi, penggunaan kalimat "sok imut" seperti ini ngga akan bikin lo jadi imut! yang ada malah bikin geli- geli geter- geter gemeteran saking geli nahan muntah.
4)
9uE baRu mEnyAdaRi xLo bcHaa tLizzaN dN9aN foRmAt bE9inIyh buTuH uSaHa dAwnn kEwRjHaa keWRazzz bAn9eTz LocH! (anjrit, gue nulis kalimat diatas ini butuh waktu yang sangat lama!)
gue bener- bener ngga pernah bisa paham dan ngga pernah bisa mengerti sama orang- orang yang jagoan abis menciptakan singkatan- singkatan sakti mandra guna macam "kalo" jadi "xlo" disertai dengan penulisan dengan huruf gede-kecil. ya Tuhan. sumpah, ganggu abis!!
pertama, tulisan jadi sangatlah sulit dibaca, dimengerti dan dipahami karena nampaknya yang bisa tau arti singkatan itu cuma kalian sajalah para penjipta singkatan asoy.
kedua, seriously, apa ngga repot ya nulis gede-kecil-gede-kecil gitu? bentar msti pencet shift,lepas,pencet,lepas, sungguh kalian sangat berdedikasi dalam hal pencet- pencet an!
5)
suka bingung sendiri sama orang- orang tua bangka (baca:uda lulus SD) yang masih suka nulis dengan akhiran "-ch"(contoh : iyach, begituch, loch) dan "-zzzz" (contoh : bangetzzzz, kerenzzzzz, gurlzzzzzzz). apa mereka belom puas mempermalukan diri mereka sendiri dengan nulis diary temen jaman SD yang biasanya si empu nya akan nulis di halaman pertama, "teman- temanzzzzzzz isi yachhhh diary aquw, jangan lupha phake photo yachhhh!!!!!". yes, karena setau gue, akhiran- akhiran nista itu sudah gue tinggalkan seiring gue meninggalkan kelas 2 SD karena akhirnya gue sadar bahwa bunyi tulisan gue terdengar SANGAT MENJJIJIKAN kalau dilafalkan. dan gue pun bertobat.
6)
dan ini yang paling fenomenal, gue ngga ngerti sama orang- orang yang "sanggup" curhat di status fesbuk. pertanyaan gue, mereka ini ngga punya temen curhat sampe curhat di status, ato emang haus perhatian sih?! ya oloh, ngga malu kali ya? secara facebook kan public network banget, dimana semua orang bisa baca tu status, artinya lu kan ngumbar privacy lo ke (literally) seantero jagat perfesbukan.
gila, jiwa seleb kalian sungguh mencengangkan, nak...!
dan ya, saya bisa sehat kalo sering- sering nongkrongin fesbuk!
Thursday, September 3, 2009
don't take love as a war
sebenernya gue nulis posting ini dedicated buat dua ekor sahabat gue yang ntah kenapa pacaran tapi kayak perang...
masalah hati itu mungkin masalah yang paling sulit dirumuskan, dijabarkan, dijelaskan, ataupun disimpulkan karena hati itu punya masing- masing, jadi yang tau cuma masing- masing orang aja.
gue juga bukan orang yang jago ngomongin soal hati,
gue jelas bukan pakar dalam masalah cinta- cinta an,
dan jelas bukan ahli dalam ngasih nasehat cinta.
gue cuma sahabat yang selama ini mendengarkan dan lama- lama lelah sendiri.
masalahnya,
kalo gue yang hanya mendengar aja lelah, apa kalian ngga lelah kawan?
gue bukan orang yang percaya cinta itu nyata.
buat gue, selain cinta itu hanya kata- kata pemanis yang kebetulan diciptakan pujangga roman jaman dulu supaya kisah roman picisannya laku, cinta itu cuma ilusi pikiran dan hati dimana pikiran lo memacu timbulnya reaksi kimia tertentu pada diri lu yang meningkatkan aktifitas hati dan jantung sehingga adrenalin lu terpacu dan lu merasakan euforia as a result. menurut gue itu cinta.
bukan nya perasaan lovey dovey ahak- ahak.
jadi gue ga berani ngomong sok jago soal cinta,
tapi yang gue tau,
waktu lu menyayangi seseorang, dan lu mau bersama dia,
artinya yang lu cari adalah kebahagiaan bukan?
tapi pada kenyataannya, meskipun udah bersama orang yang kita sayang, kadang kebahagiaan tetep susah kita dapet,
gue pun pernah bertanya "buat apa being in a relationship kalo itu juga ngga bikin lo seneng?".
tapi ternyata masalah cinta- cinta an ini ngga segampang itu.
ngga segampang, ga bahagia-pisah. bahagia-lanjut. atau ngga bahagia=ngga sayang. sayang=bahagia.
ternyata ngga se-hitam putih itu. ngga segampang itu.
love is a lot more complicated than that. ternyata meyayangi pun bisa sakit. menyayangi pun bisa sama dengan tidak bahagia. dan bersama juga bisa berarti tidak bahagia.
tapi sekali lagi, manusia itu greedy, and there's no such thing like "mencintai bukan berarti harus memiliki". karena sekali lo sayang sama orang, lu akan mau memiliki orang itu. jadi even though lu ngga bahagia, lu tetep akan tahan- tahan in juga bersama orang itu just for "rasa sayang" sake.
ya, memang begitu.
karena jatuh cinta itu berbanding terbalik dengan intelegensia otak dan kewarasan.
jadi kalo lu jatuh cinta, niscaya lo bakalan jadi tolol dan gila.
lo bakal jadi masokis-imbisil...
hahhahahaha......
dan ya, in fact being in a relationship itu susah.
punya pacar itu susah.
terlepas dari kisah gue,
buktinya aja gue punya dua ekor sahabat yang pacaran tapi kayak perang. tiap hari kerja nya nyusun strategi perang biar ngga "kalah", biar ngga salah step, ngga salah ngeluarin omongan, ngga slaah bertindak.
ngga perlu lah gue jelaskan maksud nya apa,
hanya saja gue suka jadi bingung sendiri "where's the fun in there?!" pacaran tapi bukannya bikin diri seneng malah tahan- tahan an atur strategi sana sini. cih!
dan gue jadi sering banget nanya sama mereka "hey,what's the point you guys being together with your bf if you guys don't seem happy at all?"
i mean, gue sayang sama sahabat- sahabat gue ini,
dan gue cape dan gerah sendiri dengerin curhatan mereka, and i just want them to be happy.
terus mereka jawab "ga segampang itu lah tinggalin nya juga..."
hey, i know...
dan no, gue tidak suruh kalian tinggalkan juga kok.
gue cuma nanya "what's the point if you're not happy?"
well, if you don't want to leave your bf, then just make your life happy, make your relationship happy, cos i think that love was supposed to feel, right? a happiness...
jangan malah jadi pelihara your un-happiness berlarut- larut hanya karena mikir "mereka lah yang harusnya bikin gue seneng" (mereka dibaca : para pacar).
SALAH TOTAL JENG!
menurut gue, kalo lo mau bahagia, then lo yang harus berusaha bikin diri lo bahagia.
kalo lu ngga berusaha bikin diri lo bahagia, ngga peduli sekeras apapun orang bikin lo bahagia, lo ngga akan bisa bahagia.
that simple kok....
lu sayang, lu ngga mau pisah, dan lu mau bahagia dong?
kalo ternyata lu ngga bahagia, then bikin lah diri lo bahagia...
and for you my besties,
oh come on...
kalo ada orang bijak bilang love is like a war, dia ngomong bullshit, don't take that literally lahh....
love is love, and war is war. it's two different thing...
so don't take love as a war.
if you do love someone sincerely,
it's not about winning or losing or which one giving more than the other,
but the only thing matter is what you guys share together.
all those happy moments,
all those lovely times,
all those nice memories.
that's what you need to count and re-count.
not the time you fought each other, or when he broke your heart into a million pieces.
so,
let's go ask your self,
do you still love the one you loved before?
or maybe you just afraid to be alone so you think you still love 'em?
masalah hati itu mungkin masalah yang paling sulit dirumuskan, dijabarkan, dijelaskan, ataupun disimpulkan karena hati itu punya masing- masing, jadi yang tau cuma masing- masing orang aja.
gue juga bukan orang yang jago ngomongin soal hati,
gue jelas bukan pakar dalam masalah cinta- cinta an,
dan jelas bukan ahli dalam ngasih nasehat cinta.
gue cuma sahabat yang selama ini mendengarkan dan lama- lama lelah sendiri.
masalahnya,
kalo gue yang hanya mendengar aja lelah, apa kalian ngga lelah kawan?
gue bukan orang yang percaya cinta itu nyata.
buat gue, selain cinta itu hanya kata- kata pemanis yang kebetulan diciptakan pujangga roman jaman dulu supaya kisah roman picisannya laku, cinta itu cuma ilusi pikiran dan hati dimana pikiran lo memacu timbulnya reaksi kimia tertentu pada diri lu yang meningkatkan aktifitas hati dan jantung sehingga adrenalin lu terpacu dan lu merasakan euforia as a result. menurut gue itu cinta.
bukan nya perasaan lovey dovey ahak- ahak.
jadi gue ga berani ngomong sok jago soal cinta,
tapi yang gue tau,
waktu lu menyayangi seseorang, dan lu mau bersama dia,
artinya yang lu cari adalah kebahagiaan bukan?
tapi pada kenyataannya, meskipun udah bersama orang yang kita sayang, kadang kebahagiaan tetep susah kita dapet,
gue pun pernah bertanya "buat apa being in a relationship kalo itu juga ngga bikin lo seneng?".
tapi ternyata masalah cinta- cinta an ini ngga segampang itu.
ngga segampang, ga bahagia-pisah. bahagia-lanjut. atau ngga bahagia=ngga sayang. sayang=bahagia.
ternyata ngga se-hitam putih itu. ngga segampang itu.
love is a lot more complicated than that. ternyata meyayangi pun bisa sakit. menyayangi pun bisa sama dengan tidak bahagia. dan bersama juga bisa berarti tidak bahagia.
tapi sekali lagi, manusia itu greedy, and there's no such thing like "mencintai bukan berarti harus memiliki". karena sekali lo sayang sama orang, lu akan mau memiliki orang itu. jadi even though lu ngga bahagia, lu tetep akan tahan- tahan in juga bersama orang itu just for "rasa sayang" sake.
ya, memang begitu.
karena jatuh cinta itu berbanding terbalik dengan intelegensia otak dan kewarasan.
jadi kalo lu jatuh cinta, niscaya lo bakalan jadi tolol dan gila.
lo bakal jadi masokis-imbisil...
hahhahahaha......
dan ya, in fact being in a relationship itu susah.
punya pacar itu susah.
terlepas dari kisah gue,
buktinya aja gue punya dua ekor sahabat yang pacaran tapi kayak perang. tiap hari kerja nya nyusun strategi perang biar ngga "kalah", biar ngga salah step, ngga salah ngeluarin omongan, ngga slaah bertindak.
ngga perlu lah gue jelaskan maksud nya apa,
hanya saja gue suka jadi bingung sendiri "where's the fun in there?!" pacaran tapi bukannya bikin diri seneng malah tahan- tahan an atur strategi sana sini. cih!
dan gue jadi sering banget nanya sama mereka "hey,what's the point you guys being together with your bf if you guys don't seem happy at all?"
i mean, gue sayang sama sahabat- sahabat gue ini,
dan gue cape dan gerah sendiri dengerin curhatan mereka, and i just want them to be happy.
terus mereka jawab "ga segampang itu lah tinggalin nya juga..."
hey, i know...
dan no, gue tidak suruh kalian tinggalkan juga kok.
gue cuma nanya "what's the point if you're not happy?"
well, if you don't want to leave your bf, then just make your life happy, make your relationship happy, cos i think that love was supposed to feel, right? a happiness...
jangan malah jadi pelihara your un-happiness berlarut- larut hanya karena mikir "mereka lah yang harusnya bikin gue seneng" (mereka dibaca : para pacar).
SALAH TOTAL JENG!
menurut gue, kalo lo mau bahagia, then lo yang harus berusaha bikin diri lo bahagia.
kalo lu ngga berusaha bikin diri lo bahagia, ngga peduli sekeras apapun orang bikin lo bahagia, lo ngga akan bisa bahagia.
that simple kok....
lu sayang, lu ngga mau pisah, dan lu mau bahagia dong?
kalo ternyata lu ngga bahagia, then bikin lah diri lo bahagia...
and for you my besties,
oh come on...
kalo ada orang bijak bilang love is like a war, dia ngomong bullshit, don't take that literally lahh....
love is love, and war is war. it's two different thing...
so don't take love as a war.
if you do love someone sincerely,
it's not about winning or losing or which one giving more than the other,
but the only thing matter is what you guys share together.
all those happy moments,
all those lovely times,
all those nice memories.
that's what you need to count and re-count.
not the time you fought each other, or when he broke your heart into a million pieces.
so,
let's go ask your self,
do you still love the one you loved before?
or maybe you just afraid to be alone so you think you still love 'em?
conclusion freak
kawan,
coba deh sekali- sekali perhatiin tulisan- tulisan gue,
gue sendiri kayaknya baru sadar deh kalo gue ini punya kecenderungan buat selalu menyimpulkan segala sesuatu nya menjadi satu kalimat luas yang sebisa mungkin merangkum all the crap i've been said sebelomnya.
mungkin ada yang inget pelajaran bahasa indonesia jaman SMA, dimana ada namanya penarikan kesimpulan.
disitu diajarin kalo a=b, b=c, maka a=c.
nahh, setelah gue perhatiin lagi, gue selalu melakukan hal itu, or at least gue sering sekali melakukan hal itu. gue sering banget menarik konklusi dari kalimat- kalimat yang gue denger.
dan otak gue seolah udah ter-setting untuk berpikir dengan pola itu.
i'm kinda' conclusion-oriented nampaknya.
kadang this conclusion-freakish berguna buat mikir logis dan analitis,
tapi kadang,
ini bisa menjadi kebodohan gue yang sangat amat lah menjerumuskan gue kayak waktu itu gue lagi ngobrol sama temen gue,
ntah lagi memperbincangkan apa, intinya dia bilang kalo ngga salah si A muka nya mirip si B, tapi cakepan si A. terus ada yang bilang lagi si B ini muka nya mirip salah satu jenis anjing. lalu dengan polosnya, gue pun nyablak tanpa mikir bilang "umm, jadi kalo gitu maksud lo si A mirip anjing?"...
dan yakkk! gue sukses diketawain se-room msn yang isi nya 5 ato 6 orang...
terus gue jadi sering belibet sendiri memikirkan koneksi- koneksi antar 1 kalimat dengan kalimat lain, dan jadi sering banget bertanya "terus korelasi nya dimana?"
karena menurut gue, semua hal itu berhubungan, semua itu ada korelasi nya,
ada proses penghubungannya sampai didapat sebuah kesimpulan.
hmmmm.......
wad a conclusion freak i am ,huh?
coba deh sekali- sekali perhatiin tulisan- tulisan gue,
gue sendiri kayaknya baru sadar deh kalo gue ini punya kecenderungan buat selalu menyimpulkan segala sesuatu nya menjadi satu kalimat luas yang sebisa mungkin merangkum all the crap i've been said sebelomnya.
mungkin ada yang inget pelajaran bahasa indonesia jaman SMA, dimana ada namanya penarikan kesimpulan.
disitu diajarin kalo a=b, b=c, maka a=c.
nahh, setelah gue perhatiin lagi, gue selalu melakukan hal itu, or at least gue sering sekali melakukan hal itu. gue sering banget menarik konklusi dari kalimat- kalimat yang gue denger.
dan otak gue seolah udah ter-setting untuk berpikir dengan pola itu.
i'm kinda' conclusion-oriented nampaknya.
kadang this conclusion-freakish berguna buat mikir logis dan analitis,
tapi kadang,
ini bisa menjadi kebodohan gue yang sangat amat lah menjerumuskan gue kayak waktu itu gue lagi ngobrol sama temen gue,
ntah lagi memperbincangkan apa, intinya dia bilang kalo ngga salah si A muka nya mirip si B, tapi cakepan si A. terus ada yang bilang lagi si B ini muka nya mirip salah satu jenis anjing. lalu dengan polosnya, gue pun nyablak tanpa mikir bilang "umm, jadi kalo gitu maksud lo si A mirip anjing?"...
dan yakkk! gue sukses diketawain se-room msn yang isi nya 5 ato 6 orang...
terus gue jadi sering belibet sendiri memikirkan koneksi- koneksi antar 1 kalimat dengan kalimat lain, dan jadi sering banget bertanya "terus korelasi nya dimana?"
karena menurut gue, semua hal itu berhubungan, semua itu ada korelasi nya,
ada proses penghubungannya sampai didapat sebuah kesimpulan.
hmmmm.......
wad a conclusion freak i am ,huh?
thinking is overrated!
sejujur- jujur nya saja, saya tidak pernah paham oleh orang- orang yang merasa perlu repot- repot memikirkan mereka seharusnya memikirkan apa. "thinking what should they think."
karena menurut saya, berpikir itu adalah sesuatu yang alami, seperti buang hajat. ngga perlu di rencanakan. tidak perlu diatur jadwal ataupun skema jam berapa kita akan buang hajat dan berapa lama. sama seperti berpikir, rasa- rasa nya tidak perlu lah kita memikirkan nanti lima menit lagi kita harus berpikir apa atau besok kita musti mikir apa, mikir gimana.
maksud saya, berpikir itu kan sesuatu yang benar- benar alami dan terjadi begitu saja karena toh setiap saat juga kita berpikir. jadi tanpa kita pikirkan kita musti mikir apa, toh kita juga akan mikir bukan?
bingung?
ya, saya juga bingung...
dan saya akan semakin bingung setiap kali mendengar pertanyaan "gue tuh bingung gue musti mikir apa..." atau "gue tuh bingung gue musti mikir gimana..." atau "menurut lu apa yang harusnya gue pikirkan?"
jujur, saya suka bingung menjawab pertanyaan- pertanyaan di atas. saya suka memiliki keterbatasan kata- kata kalau mulai di hadapkan dengan pertanyaan- pertanyaan diatas atau pertanyaan setipikal diatas, karena menurut saya think what you should to think is too un-necessary to think.
maksud saya, bukannya agak tidak perlu dilakukan ya berpikir sesuatu yang sebenernernya ngga perlu dilakukan sama sekali?
dan saya adalah orang yang selalu berasa kalau berpikir itu berlebihan. thinking is overrated.
karena semua masalah itu munculnya dari pikiran, nah makin banyak mikir, makin banyak juga masalah yang muncul.
jadi memikirkan lu harusnya mikir apa saat ini adalah total overrated!
buat saya, sebenernya tanpa perlu berpikir yang gimana- gimana banget juga you're doing just fine.
lagi pula,
kalo kalian memikirkan segala sesuatu sampe ka detil- detil terkecil nya, kita akan punya tendensi untuk memikirkan sisi negatif nya dari sesuatu.
misalnya memikirkan sebuah hubungan, makin lama dipikirin, makin sering dipikirin, lama- lama saking udah abis bahan buat dipikirin, yang kepikir cuma buruk- buruk nya aja, cuma sisi- sisi negatif nya aja...
lalu ngapain susah- susah dan repot- repot mikir kalo toh bukannya bikin hidup semakin gampang malah bikin hidup semakin sulit?
jadi ngga salah dong kalau saya bilang mikir itu berlebihan?
berlebihan karena kadang, kita cenderung suka mikirin hal- hal yang ngga perlu- perlu banget kita pikirin just for the sake of 'berfikir' padahal buntutnya hanya akan membuat kita- kita ini semakin bingung sendiri sama apa- apa yang kita pikirkan...
so, yes, for me, thinking is definitely overrated...!
karena menurut saya, berpikir itu adalah sesuatu yang alami, seperti buang hajat. ngga perlu di rencanakan. tidak perlu diatur jadwal ataupun skema jam berapa kita akan buang hajat dan berapa lama. sama seperti berpikir, rasa- rasa nya tidak perlu lah kita memikirkan nanti lima menit lagi kita harus berpikir apa atau besok kita musti mikir apa, mikir gimana.
maksud saya, berpikir itu kan sesuatu yang benar- benar alami dan terjadi begitu saja karena toh setiap saat juga kita berpikir. jadi tanpa kita pikirkan kita musti mikir apa, toh kita juga akan mikir bukan?
bingung?
ya, saya juga bingung...
dan saya akan semakin bingung setiap kali mendengar pertanyaan "gue tuh bingung gue musti mikir apa..." atau "gue tuh bingung gue musti mikir gimana..." atau "menurut lu apa yang harusnya gue pikirkan?"
jujur, saya suka bingung menjawab pertanyaan- pertanyaan di atas. saya suka memiliki keterbatasan kata- kata kalau mulai di hadapkan dengan pertanyaan- pertanyaan diatas atau pertanyaan setipikal diatas, karena menurut saya think what you should to think is too un-necessary to think.
maksud saya, bukannya agak tidak perlu dilakukan ya berpikir sesuatu yang sebenernernya ngga perlu dilakukan sama sekali?
dan saya adalah orang yang selalu berasa kalau berpikir itu berlebihan. thinking is overrated.
karena semua masalah itu munculnya dari pikiran, nah makin banyak mikir, makin banyak juga masalah yang muncul.
jadi memikirkan lu harusnya mikir apa saat ini adalah total overrated!
buat saya, sebenernya tanpa perlu berpikir yang gimana- gimana banget juga you're doing just fine.
lagi pula,
kalo kalian memikirkan segala sesuatu sampe ka detil- detil terkecil nya, kita akan punya tendensi untuk memikirkan sisi negatif nya dari sesuatu.
misalnya memikirkan sebuah hubungan, makin lama dipikirin, makin sering dipikirin, lama- lama saking udah abis bahan buat dipikirin, yang kepikir cuma buruk- buruk nya aja, cuma sisi- sisi negatif nya aja...
lalu ngapain susah- susah dan repot- repot mikir kalo toh bukannya bikin hidup semakin gampang malah bikin hidup semakin sulit?
jadi ngga salah dong kalau saya bilang mikir itu berlebihan?
berlebihan karena kadang, kita cenderung suka mikirin hal- hal yang ngga perlu- perlu banget kita pikirin just for the sake of 'berfikir' padahal buntutnya hanya akan membuat kita- kita ini semakin bingung sendiri sama apa- apa yang kita pikirkan...
so, yes, for me, thinking is definitely overrated...!
Sunday, August 30, 2009
renungan malam!

gue bukan orang religius.
bukan juga orang yang melek agama.
bahkan sebenernya gue ngga berani bilang kalo gue umat beragama yang taat.
dan seujujur- jujur nya saja, gue orang yang kurang setuju dengan institusi ke-agama-an.
jadi sebenernya, ngga pernah sekalipun gue berpikir untuk ngomongin Tuhan di salah satu posting gue.
tapi, setelah tadi nonton film cin(T)a, gue pun tergerak buat nulis sedikit soal agama, soal konsepsi ke-Tuhan-an.
sebenernya film cin(T)a ini nyerita'in soal cinta antar dua ras, dua agama dan ini bikin gue melihat ke sekitar gue. gue udah terlalu sering melihat kisah kayak gini. udah terlalu sering ngeliat temen- temen gue terpaksa mengalahkan "rasa sayang" mereka karena agama, karena ras.
gue suka marah sendiri setiap kali ngeliat orang- orang di sekitar gue yang giving up their love karena keadaan.
mungkin orang- orang yang giving up their love karena perbedaan agama ini justru membuktikan CINTA mereka ke Tuhan mereka. bahwa, mereka lebih mencintai Tuhan mereka, lebih dari apapun.
tapi mungkin juga ini semua hanya karena keadaan yang memaksa karena ntah mengapa Tuhan menciptakan kita beda- beda.
sebetulnya, gue sering banget mempertanyakan kenapa sih musti ada agama beda- beda?
kenapa sih manusia dibikin beda- beda?
toh semua agama juga ngajarin untuk nyembah Tuhan yang satu, lalu kenapa perlu agama- agama itu dibedakan?
kan pada dasarnya, agama itu hanya sebuah fasilitator, hanya transportasi kita, manusia, untuk bisa "berjumpa" sama Tuhan, lalu kenapa malah agama yang di-Tuhan-kan? bukan nya Tuhan yang di-Tuhan-kan?
lalu kenapa juga agama seolah jadi sarana pengkotak- kotak an manusia?
kenapa perlu ada agama mayoritas, agama minoritas. screw them.
mau minoritas, mau mayoritas, yang di sembah Tuhan kan?
yang di sembah ya Dia. The One. The Mighty. God.
terlepas dari banyak nama untuk menyebut Dia,
banyak cara untuk menyembah Dia,
banyak jalan melayani Dia,
Tuhan adalah Tuhan.
God is God.
no matter how you call it, no matter how you type His name.
lalu kenapa masih ada juga yang berani- berani bilang kalo agama nya lebih baik dari agama lain?
bukan kah itu seolah bicara bahwa Tuhan nya lebih baik dari Tuhan yang lain?
lah, lalu apakabar sama teori kalau "Tuhan itu satu"?
semua bikin gue bertanya- tanya sama orang- orang yang bela- bela in jauh- jauh buat denger kotbah pendeta yang satu lalu membangga- bangga kan pendeta tersebut, atau repot- repot jauh- jauh demi denger ustadz siapa dakwah terus bilang kalo ustadz tersebut hebat.
lah, yang hebat pemuka agama nya, atau Tuhan nya?
yang hebat agama nya, atau Tuhan?
kenapa seolah yang diagungkan, yang dibanggakan, yang di puji hanya institusi agama nya, bukan Tuhan?
manusia suka lupa kalau Tuhan yang mereka sembah, bukan agama.
manusia suka lupa kalau Tuhan yang mereka puji, bukan agama.
gue bener- bener kurang suka sama yang nama agama sejujur nya.
gue bukan atheis, gue punya agama, dan gue percaya Tuhan,
gue percaya seutuhnya kalau hidup gue saat ini adalah apa yang udah Tuhan kasih buat gue,
dan gue sepenuhnya percaya kalau Tuhan itu The Holy One.
gue hanya kurang suka konsepsi ke-agama-an karena saat ini agama udah dijadiin pion politik, udah ngga lagi stick sama fungsi seharusnya, sebagai sarana manusia berinteraksi sama Tuhan.
karena buat gue, agama seharusnya jadi sarana pribadi gue dengan Tuhan.
sarana gue berbicara, bercerita, memuji, bersyukur, menyembah, mengeluh kepada Tuhan.
bukan nya sarana menjelek- jelek an pihak lain dari agama lain.
dan ya,
pasti semua bertanya- tanya kalo gitu, kenapa Tuhan dari awal nyiptain beda- beda?
menurut film cin(T)a, and i quoted, cina said "Makanya Tuhan nyiptain Cinta supaya yang beda- beda bisa nyatu".
menurut gue,
Tuhan itu terlalu sayang sama umat nya jadi dia mau umat Nya jadi free-thinker.
Dia tau, Dia nyipta-in kita beda- beda, ngga ada pribadi yang sama satu sama lain, Dia pun menyadari kalau pendekatan setiap orang akan berbeda, makanya Dia bikin banyak jalan untuk dipilih manusia, makanya Dia bikin banyak doa untuk menuju dia, karena Dia tau manusia itu suka milih, jadi dikasihlah kita pilihan.
sayang nya, manusia terlalu picik sehingga menjadikan agama yang seharusnya bukti kasih Tuhan ke manusia sebagai ajang pembeda.
jadi, kita ngga beda.
Tuhan bukan nya sengaja bikin kita "beda- beda" untuk "dibedakan" dan saling "membedakan"
tapi kita yang membuat diri kita sendiri saling berbeda...
aishhh...
gue kayak lagi bikin renugan deh berasa nya...hahahahaks....
*p.s:tulisan ini dibuat hanya sebagai perenungan tanpa maksud apapun...
Thursday, August 27, 2009
give single people a break, peeps!
gue hanya mau bilang,
mengkombinasikan marathon film drama dengan menstruasi = BAD IDEA!
kenapa?
karena marathon film drama saja udah bikin mellow dan berandai- andai.
lalu menstruasi bikin diri luar biasa sensitif.
coba bayangkan kalo kedua nya digabung.
WELL, sebaiknya jangan dibayangkan karena hasilnya = TOTAL BAD IDEA.
karena hasil yang lo dapat hanyalah ke-sensitif-an lo mengingkat sekian poin, lu akan ber-mellow-mellow-ria, mulai daydreaming secara berlebihan yang cenderung TIDAK SEHAT sehingga lo bisa dikira imbisil, mulai ngarep- ngarep punya kisah romantisme secantik film drama lalu bete sangat saat akhirnya lo sadar kalo itu ngga mungkin.
so, sekali lagi
istilahnya itu sih nyiremin garem cuka ke luka lo sendiri,
apalagi kalo formulasi di atas ditambah dengan keadaan diri yang lagi SINGLE, yes! selamat kawan, lu pasti langsung mengalami keterbelakangan mental karena otak lu isinya penuh oleh khayalan- khayalan taik kucing seperti PUNYA PACAR GANTENG NAN ASOY GEBOY kayak cecowo- cecowo di pelem drama...
lagian sebenernya, kalo menurut gue nih ya, ini tuh salah satu kegiatan nyari penyakit sendiri lah,
sama kayak nge-dengerin curhat temen.
hahahaha....
kadang, sejujurnya, gue suka berasa diri gue ini martir. mengorbankan diri gue sendiri untuk orang lain...wahahahhaaa...
contohnya gini,
gue si anak tak berpacar ini udah cukup bete sebenernya sama keadaan sekitar, tapi masih saja me-martirkan diri untuk mendengar curhatan cinta- cinta an romansa bin romantis orang- orang.
HAISSSSS!!!!
apa namanya kalo bukan membunuh diri sendiri pelan- pelan?
well,
just to inform you peeps,
single people doesn't like to hear about relationship. even if they're single of their own choose!
cos, to be honest, not that the single people jealous or something, but the truth is THAT IS SO FREAKIN' MEAN!
maksud gue, itu sama aja lo ngomongin indahnya pemandangan ke orang buta. sama aja ngebahas bagus nya lagu ke orang buta nada.
dan yang paling jahat waktu kalian wahai para manusia- manusia in relationship berantem sama pacar, lalu berani- berani nya ngomong ke para single people "LO TU NGGA NGERTI PERASAAN GUE!" atau "LU TU NGGA TAU GIMANA RASA NYA JADI GUE..." *sumpah, bikin gue berasa pengen garuk- garuk tanah terus templok di mulut yang ngomong*
oke, let me tell you something ya girl,
kalimat diatas hanya membuat para single people berasa miris karena :
satu, well, hellowwwww baru single sebentar aja uda pada lebay lo, gue aja santai2 gini kagak pake ngomong "lo ngga ngerti rasa nya jadi gue" sambil nenangisan layau!
dan yang ke dua, kalimat diatas seolah menegaskan kalo para single people ini ngga tau rasa nya jadi "ELO". well, kita emang ngga tau rasa nya jadi elo yang lagi berantem sama PACAR lo, tapi yaudah sih, ngga usah terlalu ditegaskan juga. miris you know...
lalu paling bikin bete nan emosi,
waktu kalian, ya KALIAN, para manusia- manusia in relationship bisa- bisa nya mengernyit aneh saat kami para single people nonton bioskop sendirian, nongkrong sendirian, belanja sendirian, jalan- jalan sendirian, dan melakukan banyak hal kesendirian lainnya.
kalo menurut sahabat gue, kalian para manusia in relationship suka memandang dan menganggap single people ini aneh kalau mereka TOO INDEPENDENT padahal melakukan semua nya sendiri juga bukan pilihan para single people, mereka hanya diharuskan melakukan semuanya secara independent karena sayangnya mereka ngga kayak kalian manusia- manusia in relationship yang punya pacar buat di geret- geret nemenin nonton.
well gue setuju banget sama sahabat gue yang satu ini.
jadi,
please, give single people a break, peeps!
kasian lah sama mereka...hahahhaa......
mengkombinasikan marathon film drama dengan menstruasi = BAD IDEA!
kenapa?
karena marathon film drama saja udah bikin mellow dan berandai- andai.
lalu menstruasi bikin diri luar biasa sensitif.
coba bayangkan kalo kedua nya digabung.
WELL, sebaiknya jangan dibayangkan karena hasilnya = TOTAL BAD IDEA.
karena hasil yang lo dapat hanyalah ke-sensitif-an lo mengingkat sekian poin, lu akan ber-mellow-mellow-ria, mulai daydreaming secara berlebihan yang cenderung TIDAK SEHAT sehingga lo bisa dikira imbisil, mulai ngarep- ngarep punya kisah romantisme secantik film drama lalu bete sangat saat akhirnya lo sadar kalo itu ngga mungkin.
so, sekali lagi
formulasi marathon film drama komedi + menstruasi = VERY BAD IDEA!
istilahnya itu sih nyiremin garem cuka ke luka lo sendiri,
apalagi kalo formulasi di atas ditambah dengan keadaan diri yang lagi SINGLE, yes! selamat kawan, lu pasti langsung mengalami keterbelakangan mental karena otak lu isinya penuh oleh khayalan- khayalan taik kucing seperti PUNYA PACAR GANTENG NAN ASOY GEBOY kayak cecowo- cecowo di pelem drama...
lagian sebenernya, kalo menurut gue nih ya, ini tuh salah satu kegiatan nyari penyakit sendiri lah,
sama kayak nge-dengerin curhat temen.
hahahaha....
kadang, sejujurnya, gue suka berasa diri gue ini martir. mengorbankan diri gue sendiri untuk orang lain...wahahahhaaa...
contohnya gini,
gue si anak tak berpacar ini udah cukup bete sebenernya sama keadaan sekitar, tapi masih saja me-martirkan diri untuk mendengar curhatan cinta- cinta an romansa bin romantis orang- orang.
HAISSSSS!!!!
apa namanya kalo bukan membunuh diri sendiri pelan- pelan?
well,
just to inform you peeps,
single people doesn't like to hear about relationship. even if they're single of their own choose!
cos, to be honest, not that the single people jealous or something, but the truth is THAT IS SO FREAKIN' MEAN!
maksud gue, itu sama aja lo ngomongin indahnya pemandangan ke orang buta. sama aja ngebahas bagus nya lagu ke orang buta nada.
dan yang paling jahat waktu kalian wahai para manusia- manusia in relationship berantem sama pacar, lalu berani- berani nya ngomong ke para single people "LO TU NGGA NGERTI PERASAAN GUE!" atau "LU TU NGGA TAU GIMANA RASA NYA JADI GUE..." *sumpah, bikin gue berasa pengen garuk- garuk tanah terus templok di mulut yang ngomong*
oke, let me tell you something ya girl,
kalimat diatas hanya membuat para single people berasa miris karena :
satu, well, hellowwwww baru single sebentar aja uda pada lebay lo, gue aja santai2 gini kagak pake ngomong "lo ngga ngerti rasa nya jadi gue" sambil nenangisan layau!
dan yang ke dua, kalimat diatas seolah menegaskan kalo para single people ini ngga tau rasa nya jadi "ELO". well, kita emang ngga tau rasa nya jadi elo yang lagi berantem sama PACAR lo, tapi yaudah sih, ngga usah terlalu ditegaskan juga. miris you know...
lalu paling bikin bete nan emosi,
waktu kalian, ya KALIAN, para manusia- manusia in relationship bisa- bisa nya mengernyit aneh saat kami para single people nonton bioskop sendirian, nongkrong sendirian, belanja sendirian, jalan- jalan sendirian, dan melakukan banyak hal kesendirian lainnya.
kalo menurut sahabat gue, kalian para manusia in relationship suka memandang dan menganggap single people ini aneh kalau mereka TOO INDEPENDENT padahal melakukan semua nya sendiri juga bukan pilihan para single people, mereka hanya diharuskan melakukan semuanya secara independent karena sayangnya mereka ngga kayak kalian manusia- manusia in relationship yang punya pacar buat di geret- geret nemenin nonton.
well gue setuju banget sama sahabat gue yang satu ini.
jadi,
please, give single people a break, peeps!
kasian lah sama mereka...hahahhaa......
Friday, August 21, 2009
good person
oke guys,
gue nulis posting kali ini di tengah ke teler an dasyat yang melanda akibat nenggak bodrex extra, si painkiller kesayangan gue yang sudah berhasil menyelamatkan gue dari kepingsanan akibat sakit menstruasi yang benar- benar luar biasa.
ngga, gue ngga berlebihan, gue bener- bener gemeteran nyaris pingsan tadi gara- gara sakit perut... hahahaa, jadi maafkan gue kalo mungkin posting gue kali ini terdapat kalimat- kalimat melantur karena sejujurnya, saat ini gue berasa agak sedikit nge-fly seolah tak napak tanah...hahhaa...
sebenernya gue pengen nanya,
seseorang bisa dikatakan "orang baik" tuh yang kayak gimana sih?
seseorang bisa termasuk kategori "good person" tuh orang yang kayak gimana sebenernya?
apa orang yang berbudi santun *astaga ya Tuhan, kesambet apa gue bisa pake kata- kata begini?*??
ato yang suka nolong orang?
ato yang ngga pernah bikin salah?
sebenernya kata- kata "baik" sendiri aja udah cukup rancu untuk diperbincangkan bukan?
some call it relatif...
nah pertanyaan gue, baik yang relatif itu sendiri yang kayak gimana?
parameter kebaikan itu sendiri yang model gimana?
yang taat menjalankan perintah agama?
yang ngga pernah maling?
yang ngga pernah nyontek?
yang ngga pernah ngomongin orang?
yang selalu ikhlas nolong orang?
yang ngga ngerokok?
yang ngga minum alkohol?
yang ngga punya tato?
yang kayak gimana sebenernya yang bisa disebut orang baik??
semua orang pasti mau lah di cap sebagai orang yang baik, good person.
dan gue juga salah satu nya.
or at least dulu gue salah satu orang yang trying to be a good person.
bukan untuk dipandang orang sebagai orang baik, tapi gue mau jadi orang baik karena gue mikir jadi orang baik akan lebih memudahkan gue..
mungkin di akhir- akhir masa SMP dan di awal masa SMA, gue usaha lah jadi orang baik.
well, i'm not the nicest person, not close to nice malah sebenernya, so i think it would be nice if i can be someone nicer.
gue pun berusaha jadi temen yang baik, sahabat yang baik, anak yang baik, adik yang baik, keluarga yang baik, siswi yang baik, pacar yang baik.
gue bener- bener put effort to be a good person.
sekali lagi, awalnya bukan untuk dinilai orang bahwa gue baik, bukan juga buat menyenangkan orang lain, karena kenyataannya gue ngga peduli sama sekali orang mau anggep dan nilai gue apa, gue sama sekali ngga peduli orang mau ngomong apa soal gue, gue ngga peduli orang mau puas ato ngga sama apa yang gue lakukan. gue ingin jadi orang baik karena gue ingin jadi baik.
tapi lama- lama, gue jadi seolah jadi orang hanya untuk memuaskan orang- orang lain, bukan lagi diri gue sendiri. gue jadi orang baik untuk orang lain, bukan lagi jadi baik untuk diri gue sendiri.
gue jadi berusaha terlalu keras untuk dianggap baik sama semua yang ada.
gue mau dianggap sebagai teman yang baik, gue mau dianggap sebagai siswi yang baik, gue mau dianggap sebagai sahabat yang baik, gue mau dianggap sebagai anak yang baik, gue mau dianggap sebagai pacar yang baik.
mungkin iya, gue baik, tapi gue ga puas sama diri gue sendiri.
well, and i do failed.
gue gagal jadi orang baik karena mungkin emang dasar nya gue bukan orang baik kali ya?
kenapa gue bilang gue gagal?
karena gue hanya baik untuk orang lain tanpa benar- benar jadi orang baik.
gue jadi berasa fake. bukan berarti gue jadi baik sama orang padahal dibelakang gue nge back stab or anything, no. tapi gue hanya berasa fake aja...
lagipula, dengan gue berusaha jadi orang baik, gue berasa diri gue baik.
gue jadi mau dianggap baik.
dan gue mau segala usaha gue untuk jadi baik tersebut dibalas.
tapi nyata nya, ngga semua tindakan gue bisa dibales,
ngga semua "kebaikan" gue bisa dibales pake yang baik- baik juga.
dan terhubung sama posting gue sebelom ini, kita ini manusia tuh makhluk greedy, jadi ngga akan pernah berasa kebales apa yang kita kasih.
dan gue pun pensiun jadi orang baik.
pelan- pelan, gue mulai berubah lagi...
mungkin pengaruh tambah tua, tambah pinter kali ya gue?
gue ngga lagi peduli gue ini orang baik atau bukan selama gue puas sama diri gue sendiri.
gue ngga lagi peduli gue berhasil jadi orang yang baik dimata orang lain ato ngga selama gue sudah menjadi baik di mata gue sendiri.
dan gue jadi jauh lebih puas sama diri gue sendiri.
dan sekarang, gue bisa bilang gue bukan orang baik.
gue juga bisa do dirty things.
gue bisa jadi the biggest pain in your ass,
gue bisa jadi the evilest wicked witch bitch if i want,
gue bisa jadi the most annoyingly annoying person if you ask me to.
gue ngga lagi berusaha terlalu keras jadi orang baik.
gue ngga lagi nyoba terlalu keras untuk dianggap jadi orang baik oleh siapapun.
lalu muncul pertanyaan.
jadi gue puas jadi orang jahat?
mungkin iya...
sampai beberapa hari lalu gue mendengar teman SMP gue bilang "don't change wahatever you are right now... such a caring friend and good person..."
dan sampai kemaren gue denger sahabat gue bilang "hard to say, but you are such a GOOD FRIEND re..."
BAM!
suddenly i realize that i can be some GOOD PERSON without put too much effort,
and the truth is, i do became a GOOD PERSON not because i want to be seen as a good person, but because i do satisfy with myself so i giving the best i have, the best i can to everyone, to everything i do.
gue ngga lagi berusaha berkata- kata manis in order dibilang ramah dan orang baik.
tapi gue hanya berkata- kata seterus terang yang gue mampu.
gue ngga lagi bertindak se-flawless mungkin hanya untuk dibilang orang baik.
tapi gue hanya melakukan apapun yang gue mau dengan sebaik- baik nya.
so, it's not about black and white, right?
not about mana yang baik dan mana yg tidak baik, bukan?
juga bukan lagi masalah elu melakukan hal baik atau hal tidak baik.
tapi ini masalah lu benar- benar baik in terms lo baik untuk dilihat orang jadi baik, atau lu baik karena lu memang ingin jadi baik untuk diri lo sendiri demi kepuasan diri lo sendiri?
well, gue lebih pilih yang kedua.
lebih pilih jadi baik untuk diri sendiri demi kepuasan diri sendiri instead of berbuat baik untuk dilihat orang jadi baik..
lagipula kalau ditanya apakah kamu orang baik?
gue akan segera menjawab,
bukan.. gue bukan orang baik.
karena bukan baik ato ngga nya yang penting,
tapi apa kebaikan kita berguna ato ngga buat orang lain dan buat diri kita sendiri bukan?
*aihhh sungguh sedap kata- kata gue malam ini!! bodrex extra sungguh membuat gue jadi bijaksana!*
gue nulis posting kali ini di tengah ke teler an dasyat yang melanda akibat nenggak bodrex extra, si painkiller kesayangan gue yang sudah berhasil menyelamatkan gue dari kepingsanan akibat sakit menstruasi yang benar- benar luar biasa.
ngga, gue ngga berlebihan, gue bener- bener gemeteran nyaris pingsan tadi gara- gara sakit perut... hahahaa, jadi maafkan gue kalo mungkin posting gue kali ini terdapat kalimat- kalimat melantur karena sejujurnya, saat ini gue berasa agak sedikit nge-fly seolah tak napak tanah...hahhaa...
sebenernya gue pengen nanya,
seseorang bisa dikatakan "orang baik" tuh yang kayak gimana sih?
seseorang bisa termasuk kategori "good person" tuh orang yang kayak gimana sebenernya?
apa orang yang berbudi santun *astaga ya Tuhan, kesambet apa gue bisa pake kata- kata begini?*??
ato yang suka nolong orang?
ato yang ngga pernah bikin salah?
sebenernya kata- kata "baik" sendiri aja udah cukup rancu untuk diperbincangkan bukan?
some call it relatif...
nah pertanyaan gue, baik yang relatif itu sendiri yang kayak gimana?
parameter kebaikan itu sendiri yang model gimana?
yang taat menjalankan perintah agama?
yang ngga pernah maling?
yang ngga pernah nyontek?
yang ngga pernah ngomongin orang?
yang selalu ikhlas nolong orang?
yang ngga ngerokok?
yang ngga minum alkohol?
yang ngga punya tato?
yang kayak gimana sebenernya yang bisa disebut orang baik??
semua orang pasti mau lah di cap sebagai orang yang baik, good person.
dan gue juga salah satu nya.
or at least dulu gue salah satu orang yang trying to be a good person.
bukan untuk dipandang orang sebagai orang baik, tapi gue mau jadi orang baik karena gue mikir jadi orang baik akan lebih memudahkan gue..
mungkin di akhir- akhir masa SMP dan di awal masa SMA, gue usaha lah jadi orang baik.
well, i'm not the nicest person, not close to nice malah sebenernya, so i think it would be nice if i can be someone nicer.
gue pun berusaha jadi temen yang baik, sahabat yang baik, anak yang baik, adik yang baik, keluarga yang baik, siswi yang baik, pacar yang baik.
gue bener- bener put effort to be a good person.
sekali lagi, awalnya bukan untuk dinilai orang bahwa gue baik, bukan juga buat menyenangkan orang lain, karena kenyataannya gue ngga peduli sama sekali orang mau anggep dan nilai gue apa, gue sama sekali ngga peduli orang mau ngomong apa soal gue, gue ngga peduli orang mau puas ato ngga sama apa yang gue lakukan. gue ingin jadi orang baik karena gue ingin jadi baik.
tapi lama- lama, gue jadi seolah jadi orang hanya untuk memuaskan orang- orang lain, bukan lagi diri gue sendiri. gue jadi orang baik untuk orang lain, bukan lagi jadi baik untuk diri gue sendiri.
gue jadi berusaha terlalu keras untuk dianggap baik sama semua yang ada.
gue mau dianggap sebagai teman yang baik, gue mau dianggap sebagai siswi yang baik, gue mau dianggap sebagai sahabat yang baik, gue mau dianggap sebagai anak yang baik, gue mau dianggap sebagai pacar yang baik.
mungkin iya, gue baik, tapi gue ga puas sama diri gue sendiri.
well, and i do failed.
gue gagal jadi orang baik karena mungkin emang dasar nya gue bukan orang baik kali ya?
kenapa gue bilang gue gagal?
karena gue hanya baik untuk orang lain tanpa benar- benar jadi orang baik.
gue jadi berasa fake. bukan berarti gue jadi baik sama orang padahal dibelakang gue nge back stab or anything, no. tapi gue hanya berasa fake aja...
lagipula, dengan gue berusaha jadi orang baik, gue berasa diri gue baik.
gue jadi mau dianggap baik.
dan gue mau segala usaha gue untuk jadi baik tersebut dibalas.
tapi nyata nya, ngga semua tindakan gue bisa dibales,
ngga semua "kebaikan" gue bisa dibales pake yang baik- baik juga.
dan terhubung sama posting gue sebelom ini, kita ini manusia tuh makhluk greedy, jadi ngga akan pernah berasa kebales apa yang kita kasih.
dan gue pun pensiun jadi orang baik.
pelan- pelan, gue mulai berubah lagi...
mungkin pengaruh tambah tua, tambah pinter kali ya gue?
gue ngga lagi peduli gue ini orang baik atau bukan selama gue puas sama diri gue sendiri.
gue ngga lagi peduli gue berhasil jadi orang yang baik dimata orang lain ato ngga selama gue sudah menjadi baik di mata gue sendiri.
dan gue jadi jauh lebih puas sama diri gue sendiri.
dan sekarang, gue bisa bilang gue bukan orang baik.
gue juga bisa do dirty things.
gue bisa jadi the biggest pain in your ass,
gue bisa jadi the evilest wicked witch bitch if i want,
gue bisa jadi the most annoyingly annoying person if you ask me to.
gue ngga lagi berusaha terlalu keras jadi orang baik.
gue ngga lagi nyoba terlalu keras untuk dianggap jadi orang baik oleh siapapun.
lalu muncul pertanyaan.
jadi gue puas jadi orang jahat?
mungkin iya...
sampai beberapa hari lalu gue mendengar teman SMP gue bilang "don't change wahatever you are right now... such a caring friend and good person..."
dan sampai kemaren gue denger sahabat gue bilang "hard to say, but you are such a GOOD FRIEND re..."
BAM!
suddenly i realize that i can be some GOOD PERSON without put too much effort,
and the truth is, i do became a GOOD PERSON not because i want to be seen as a good person, but because i do satisfy with myself so i giving the best i have, the best i can to everyone, to everything i do.
gue ngga lagi berusaha berkata- kata manis in order dibilang ramah dan orang baik.
tapi gue hanya berkata- kata seterus terang yang gue mampu.
gue ngga lagi bertindak se-flawless mungkin hanya untuk dibilang orang baik.
tapi gue hanya melakukan apapun yang gue mau dengan sebaik- baik nya.
so, it's not about black and white, right?
not about mana yang baik dan mana yg tidak baik, bukan?
juga bukan lagi masalah elu melakukan hal baik atau hal tidak baik.
tapi ini masalah lu benar- benar baik in terms lo baik untuk dilihat orang jadi baik, atau lu baik karena lu memang ingin jadi baik untuk diri lo sendiri demi kepuasan diri lo sendiri?
well, gue lebih pilih yang kedua.
lebih pilih jadi baik untuk diri sendiri demi kepuasan diri sendiri instead of berbuat baik untuk dilihat orang jadi baik..
lagipula kalau ditanya apakah kamu orang baik?
gue akan segera menjawab,
bukan.. gue bukan orang baik.
karena bukan baik ato ngga nya yang penting,
tapi apa kebaikan kita berguna ato ngga buat orang lain dan buat diri kita sendiri bukan?
*aihhh sungguh sedap kata- kata gue malam ini!! bodrex extra sungguh membuat gue jadi bijaksana!*
till death do us apart
beberapa hari yang lalu gue mimpi.
gue jadi inget 1 cerita, gue ngga tau sih ini beneran ato cuma fiksi.
sebagai manusia,
ngga bisa dipungkiri kalo kita punya sisi ingin diinget, ingin dikenang, ingin dijadikan berarti oleh orang lain.
tapi mungkin ini bukan masalah apa yang akan kita buat untuk orang lain. bukan masalah apa yang kita buat agar nama kita dikenang. bukan pula apa yang harus kita lakukan agar kita diingat sebagai pribadi yang original oleh orang lain.
tapi mampukah kita jadi seseorang yang meninggalkan sesuatu untuk dikenang...
sebenernya gue ngga gitu inget mimpi gue apa, sampe besok malemnya gue ngobrol sama tasya soal mimpi dan gue pun inget mimpi gue meski ngga detil.
gue cuma inget gue kayak di kamar rumah sakit gitu, dan gue berasa gue ngeliat kesekeliling dengan posisi gue kayak tidur. disitu gue ngeliat hampir semua sahabat- sahabat gue. semua nya diem dan ngeliatin gue.
gue juga ngga paham kenapa gue seolah ada dirumah sakit, gue cuma denger ada yang ngomong "kecelakaan, kecelakaan..." tapi ngga tau yang dimaksud gue ato bukan *amit- amit ya Tuhan*.
nah anehnya, gue kan berasa liat temen- temen gue, harusnya gue diajak ngobrol dong sama mereka, tapi bukannya ajak gue ngobrol, mereka malah cuma disekeliling gue ngeliatin gue dengan muka aneh.
terus gue denger ada yang ngomong, tapi ngga ngerti apa, terus kayak ada yang nangis kenceng, dan gue berasa badan gue digoyang- goyang. dan gue pun bangun karena ternyata badan gue emang digoyang- goyang pada kenyataannya..
hahaha...
nah lalu kan gue ngobrolin mimpi gue ini sama temen gue si tasya, dia pun cuma bilang "ati- ati lah re, serem mimpi lo..."
gue benernya ngga ngerti serem kenapa awalnya sampe akhirnya gue pikir- pikir kok iya, aneh juga, berasa kayak gue sekarat gitu... ih tapi amit- amit banget deh...
udah kan tuh, tiba- tiba tadi gue baca blog nya piki dan baca blog nya raditya dika yang sama- sama ngomongin death.
gue jadi inget, dulu gue pernah nanya ke beberapa temen gue, if one day i'm dead, what they will miss the most about me?
jawabannya banyak, macem- macem. nyaris ngga ada yang punya jawaban sama.
ada yang bilang pedes nya omongan gue,
ada yang bilang bakal kangen gue "tampar",
ada juga yang bilang bakal kangen obrolan- obrolan gue,
bahkan ada juga yang bilang dia bakal kangen banget kehangatan gue (gue rasa kerol gila bilang gue orang yang hangat).
gue ga tau ya, gue sering mikirin soal hidup-mati.
dan sama seperti orang lain, pastilah pengen diinget. pengen dikenang. pengen menjadi sesuatu buat orang lain.
karena itu gue sering mikir, "eh kalo gue meninggal, apa orang- orang disekeliling gue bakal sedih ya?"
ato mikir "gila, apa iya masih ada yang akan inget gue setelah gue meninggal?"
gue jadi inget 1 cerita, gue ngga tau sih ini beneran ato cuma fiksi.
alfred noble, yang bikin nuklir dan akhirnya bikin noble award buat orang- orang pinter sejagat raya itu, sebelom ngebikin noble award, pernah baca koran satu pagi, dan dia nemu'in berita duka cita seorang bernama alfred noble. si orang koran itu salah sangka, jadilah dia nulis tentang alfred noble yang nyiptain nuklir ini. disitu ditulis kalo alfred noble meninggal, bla bla bla, dan semua yang ditulis adalah dia menciptakan alat pemusnah manusia.
suddenly, alfred noble mikir kalo dia harus do something different for mankind agar dia ngga dikenang sebagai seorang pencipta alat pemusnah manusia, maka dia bikin lah noble award itu.
sebagai manusia,
ngga bisa dipungkiri kalo kita punya sisi ingin diinget, ingin dikenang, ingin dijadikan berarti oleh orang lain.
tapi mungkin ini bukan masalah apa yang akan kita buat untuk orang lain. bukan masalah apa yang kita buat agar nama kita dikenang. bukan pula apa yang harus kita lakukan agar kita diingat sebagai pribadi yang original oleh orang lain.
tapi mampukah kita jadi seseorang yang meninggalkan sesuatu untuk dikenang...
Thursday, August 20, 2009
antara ke-tidak-puas-an,manusiawi,dan khilaf.
tadi gue terlibat perbincangan yang cukup seru sama seorang sahabat gue, si neng joanna yushi.
masalahnya masih seputar dissatistaftion, ke-tidak-puas-an.
jadi perbincangan kami dimulai saat gue bertanya
pembahasan pun terjadi.
kalo kita pikir lagi, hampir semua orang, termasuk gue, dan mungkin elo, pasti pernah lah mikir "anjing, kenapa sih gue ga pernah dapet sebanyak yang udah gue kasih?"
ato mikir "gue tuh udah kasih semua- mua nya, tapi apa balesannya buat gue?"
ato buat yang baru putus sama pacarnya ato yang lagi ada masalah sama pacarnya bakal ngomong , "babik, gue ni kurang apa lagi sih? kurang bae apa gue? semua nya gue lakuin buat dia, dia malah gini in gue..."
well, well, well.....
standard banget deh kata- kata di atas. gue dulu lumayan sering mikir gitu, dan lumayan sering denger kalimat- kalimat serupa keluar dari temen- temen gue, but hey, pernah ngga sih lo mikir sebenernya mungkin elo aja yang ngga pernah puas jadi nya lo selalu berasa ngasih lebih dan dapet kurang dari apa yang lo harapin.
kadang kita tuh suka ngasih in order to get something back in return. ngga munafik, kita semua pamrih an orang nya. kita mau di-aku-i, kita mau dibales, kita mau dapet penghargaan.
mau sejuta kali lo bilang kalo lu bukan maksud mau itung- itung an dan ngga berharap di bales, tapi gue yakin lah deep down in your heart, elo pengen lah kebaikan lo dinilai dan dibales setimpal.
nah ini masalah orang kebanyakan,
kita, manusia, cenderung berasa udah ngasih banyak meski cuma ngasih satu, berasa udah ngasih semua waktu ngasih beberapa. dan berasa ngasih dunia waktu ngasih banyak.
lalu yang memperparah keadaan,
kita selalu berasa CUMA dikasih satu meski mungkin udah dikasih beberapa, dan baru berasa dikasih cukup banyak meski belom sebanyak yang lo kasih saat elo udah dikasih semua yang ada. dan ngga akan pernah berasa dikasih CUKUP sebanyak apapun lu dapet, sebanyak apapun lu dikasih.
lu akan selalu berasa lu yang ngasih lebih banyak, dan orang lain juga akan berasa mereka yang udah ngasih lebih banyak dari apa yang mereka dapetin.
jadi semua orang akan mikir kalo MEREKA PANTAS DAPAT LEBIH dari apa yang sekarang mereka punya, mereka dapet.
some people call it ngga bersyukur, some other call it serakah, greedy. tapi ada juga yang bilang manusiawi.
dan sejujurnya, gue ga suka sama kata- kata "manusiawi". karena menurut gue kata- kata "manusiawi" itu cuma sebuah kata yang digunakan manusia buat pembenaran diri sendiri. seolah alesan klise buat ngebenerin dan mewajarkan segala tindakan bodoh, dan tindakan salah yang mereka lakukan.
contohnya, stalking mantan pacar lo karena lo belom get over him/her, menurut orang itu manusiawi karena dia masih peduli sama mantannya, menurut gue itu KEPO dan ngga ada otak karena lo cuma nyari penyakit sendiri.
terus, curang waktu lu kepepet in order to win something, menurut orang itu manusiawi karena dia harus menang dan semua orang mau menang, menurut gue itu hina karena mau gimana pun cara nya lo curang.
lalu, ngga ngebalikin kembalian yang kelebihan, menurut orang itu manusiawi karena semua orang mau untung, menurut gue itu serakah karena mangkas rejeki orang.
iya, hal- hal manusiawi adalah hal- hal yang dipaksakan jadi wajar, hal- hal yang diwajarkan hanya karena banyak orang, banyak MANUSIA yang melakukan hal itu. tanpa peduli hal itu bener ato salah karena begitu orang ngomong "yaaa itu manusiawi lah..." semua kesalahan seolah dimaafkan dan semua dimaklumi. dan dijadikan WAJAR.
gitu tuh manusia, selalu berlindung dibalik kata- kata "manusiawi".
kata- kata "manusiawi" dan "khilaf".
mungkin gue lebih ngga suka lagi sama kata- kata "khilaf".
menurut gue sih ya, kata- kata "khilaf" itu lebih busuk ketimbang kata- kata "manusiawi".
kenapa?
karena khilaf itu seolah jadi PEMBENARAN TOTAL ATAS KESALAHAN YANG LO BUAT.
kalo manusiawi itu cuma sekedar PEMAKLUMAN DAN PEWAJARAN ATAS KEBODOHAN/ KETOLOLAN/ KESALAHAN YANG LU BUAT.
khilaf itu bener- bener udah harga mati kalo itu seolah MEMBUAT SEGALA KESALAHAN YANG LU LAKUKAN JADI BENAR. atau jadi NGGA SALAH- SALAH BANGET lah at least.
biasa nya, kalo orang baru ngelaku in kesalahan jenis A sekali, orang akan bilang "dia khilaf kali..."
terus dia ngelaku in lagi kesalahan, tapi kali ini jenis B, orang masih akan bilang "ya namanya manusia, bisa khilaf..."
dan lagi- lagi dia bikin salah, dan kali ini jenis C, dan masih aja ada orang bilang "khilaf lah itu..."
saking sering nya dia bikin salah (maaf, tolong dibaca KHILAF), sampe- sampe orang bisa bilang "gila, khilaf aja dijadiin hobi.."
tapi kenapa ngga ada yang nyadar kalo dia BIKIN SALAH dan malah bilang kalo dia khilaf?
maksud gue, sekali lo salah ya salah.
biar kata lo baru sekali bikin kesalahan itu juga ya kalo udah salah ya salah aja.
titik habis perkara.
lu bikin salah yaudah. period.
mau dikata lo pendeta, terus tiba- tiba nonton bokep ya tetep aja salah, bukan khilaf.
ato lu murid super duper teladan, terus tiba- tiba nyontek. ya tetep aja nama nya bikin salah, bukan khilaf.
dan ini paling bego,
masih aja loh ada yang bilang ngebuntingin anak orang dikata khilaf...
dude, ITU NAMANYA SALAH, bukan khilaf.
lagian ya, khilaf itu kan refering to something yang un-intentionaly. kayak (ah bener nya there is no such thing un-intentionaly happen anyway sih...) lo nyetir terus kecelakaan, nah itu khilaf mungkin. ato lu ngga sengaja numpahin minuman ke baju orang laen karena kesandung, itu khilaf.
nah kalo bunting diluar nikah ato ngebuntingin anak orang diluar nikah sih namanya bukan khilaf nyet!
secara lo melakukan kegiatan yang menghasilkan kebuntingan itu kan juga niatan, dan butuh kerja sama dua orang supaya jadi tuh anak, ya mana bisa sih dibilang itu khilaf?!
pengen gue lempar ranjang rasa nya kalo ada yang ngomong hamil diluar nikah itu khilaf.
jadi, gue kadang suka bingung sama kata- kata "khilaf", dan lebih bingung lagi sama orang- orang yang selalu berlindung di balik kata- kata "khilaf".
maksud gue, lo tuh bikin salah. period.
bikin salah, take responsibility. period.
ngga peduli deh itu kali pertama lo bikin salah sekalipun.
apakah sebegitu pengecutnya manusia jadi selalu mencari kata- kata pembelaan diri supaya ngga harus take responsibility of their action?
apakah sense of right and wrong kalian para manusia sudah sebegitu kacau nya?
ato emang sekarang udah ngga penting salah dan bener?
jadi bisa ditarik kesimpulan kalo manusia itu cuma segerombol makhluk serakah dan pengecut yang ngga mau disalahin kan?
cuma segerombol makhluk yang diciptakan (yang seharusnya)untuk bersyukur tapi malah terlalu sibuk mengeluh tidak puas dan nyari alesan buat ngebenerin segala tindakan salah nya?
lalu, kenapa bangga jadi manusia?
masalahnya masih seputar dissatistaftion, ke-tidak-puas-an.
jadi perbincangan kami dimulai saat gue bertanya
"kenapa kita selalu mikir kita udah kasih lebih banyak dari orang lain dan selalu berasa ngga pernah dapet sebanyak yang kita kasih?"
pembahasan pun terjadi.
kalo kita pikir lagi, hampir semua orang, termasuk gue, dan mungkin elo, pasti pernah lah mikir "anjing, kenapa sih gue ga pernah dapet sebanyak yang udah gue kasih?"
ato mikir "gue tuh udah kasih semua- mua nya, tapi apa balesannya buat gue?"
ato buat yang baru putus sama pacarnya ato yang lagi ada masalah sama pacarnya bakal ngomong , "babik, gue ni kurang apa lagi sih? kurang bae apa gue? semua nya gue lakuin buat dia, dia malah gini in gue..."
well, well, well.....
standard banget deh kata- kata di atas. gue dulu lumayan sering mikir gitu, dan lumayan sering denger kalimat- kalimat serupa keluar dari temen- temen gue, but hey, pernah ngga sih lo mikir sebenernya mungkin elo aja yang ngga pernah puas jadi nya lo selalu berasa ngasih lebih dan dapet kurang dari apa yang lo harapin.
kadang kita tuh suka ngasih in order to get something back in return. ngga munafik, kita semua pamrih an orang nya. kita mau di-aku-i, kita mau dibales, kita mau dapet penghargaan.
mau sejuta kali lo bilang kalo lu bukan maksud mau itung- itung an dan ngga berharap di bales, tapi gue yakin lah deep down in your heart, elo pengen lah kebaikan lo dinilai dan dibales setimpal.
nah ini masalah orang kebanyakan,
kita, manusia, cenderung berasa udah ngasih banyak meski cuma ngasih satu, berasa udah ngasih semua waktu ngasih beberapa. dan berasa ngasih dunia waktu ngasih banyak.
lalu yang memperparah keadaan,
kita selalu berasa CUMA dikasih satu meski mungkin udah dikasih beberapa, dan baru berasa dikasih cukup banyak meski belom sebanyak yang lo kasih saat elo udah dikasih semua yang ada. dan ngga akan pernah berasa dikasih CUKUP sebanyak apapun lu dapet, sebanyak apapun lu dikasih.
lu akan selalu berasa lu yang ngasih lebih banyak, dan orang lain juga akan berasa mereka yang udah ngasih lebih banyak dari apa yang mereka dapetin.
jadi semua orang akan mikir kalo MEREKA PANTAS DAPAT LEBIH dari apa yang sekarang mereka punya, mereka dapet.
some people call it ngga bersyukur, some other call it serakah, greedy. tapi ada juga yang bilang manusiawi.
dan sejujurnya, gue ga suka sama kata- kata "manusiawi". karena menurut gue kata- kata "manusiawi" itu cuma sebuah kata yang digunakan manusia buat pembenaran diri sendiri. seolah alesan klise buat ngebenerin dan mewajarkan segala tindakan bodoh, dan tindakan salah yang mereka lakukan.
contohnya, stalking mantan pacar lo karena lo belom get over him/her, menurut orang itu manusiawi karena dia masih peduli sama mantannya, menurut gue itu KEPO dan ngga ada otak karena lo cuma nyari penyakit sendiri.
terus, curang waktu lu kepepet in order to win something, menurut orang itu manusiawi karena dia harus menang dan semua orang mau menang, menurut gue itu hina karena mau gimana pun cara nya lo curang.
lalu, ngga ngebalikin kembalian yang kelebihan, menurut orang itu manusiawi karena semua orang mau untung, menurut gue itu serakah karena mangkas rejeki orang.
iya, hal- hal manusiawi adalah hal- hal yang dipaksakan jadi wajar, hal- hal yang diwajarkan hanya karena banyak orang, banyak MANUSIA yang melakukan hal itu. tanpa peduli hal itu bener ato salah karena begitu orang ngomong "yaaa itu manusiawi lah..." semua kesalahan seolah dimaafkan dan semua dimaklumi. dan dijadikan WAJAR.
gitu tuh manusia, selalu berlindung dibalik kata- kata "manusiawi".
kata- kata "manusiawi" dan "khilaf".
mungkin gue lebih ngga suka lagi sama kata- kata "khilaf".
menurut gue sih ya, kata- kata "khilaf" itu lebih busuk ketimbang kata- kata "manusiawi".
kenapa?
karena khilaf itu seolah jadi PEMBENARAN TOTAL ATAS KESALAHAN YANG LO BUAT.
kalo manusiawi itu cuma sekedar PEMAKLUMAN DAN PEWAJARAN ATAS KEBODOHAN/ KETOLOLAN/ KESALAHAN YANG LU BUAT.
khilaf itu bener- bener udah harga mati kalo itu seolah MEMBUAT SEGALA KESALAHAN YANG LU LAKUKAN JADI BENAR. atau jadi NGGA SALAH- SALAH BANGET lah at least.
biasa nya, kalo orang baru ngelaku in kesalahan jenis A sekali, orang akan bilang "dia khilaf kali..."
terus dia ngelaku in lagi kesalahan, tapi kali ini jenis B, orang masih akan bilang "ya namanya manusia, bisa khilaf..."
dan lagi- lagi dia bikin salah, dan kali ini jenis C, dan masih aja ada orang bilang "khilaf lah itu..."
saking sering nya dia bikin salah (maaf, tolong dibaca KHILAF), sampe- sampe orang bisa bilang "gila, khilaf aja dijadiin hobi.."
tapi kenapa ngga ada yang nyadar kalo dia BIKIN SALAH dan malah bilang kalo dia khilaf?
maksud gue, sekali lo salah ya salah.
biar kata lo baru sekali bikin kesalahan itu juga ya kalo udah salah ya salah aja.
titik habis perkara.
lu bikin salah yaudah. period.
mau dikata lo pendeta, terus tiba- tiba nonton bokep ya tetep aja salah, bukan khilaf.
ato lu murid super duper teladan, terus tiba- tiba nyontek. ya tetep aja nama nya bikin salah, bukan khilaf.
dan ini paling bego,
masih aja loh ada yang bilang ngebuntingin anak orang dikata khilaf...
dude, ITU NAMANYA SALAH, bukan khilaf.
lagian ya, khilaf itu kan refering to something yang un-intentionaly. kayak (ah bener nya there is no such thing un-intentionaly happen anyway sih...) lo nyetir terus kecelakaan, nah itu khilaf mungkin. ato lu ngga sengaja numpahin minuman ke baju orang laen karena kesandung, itu khilaf.
nah kalo bunting diluar nikah ato ngebuntingin anak orang diluar nikah sih namanya bukan khilaf nyet!
secara lo melakukan kegiatan yang menghasilkan kebuntingan itu kan juga niatan, dan butuh kerja sama dua orang supaya jadi tuh anak, ya mana bisa sih dibilang itu khilaf?!
pengen gue lempar ranjang rasa nya kalo ada yang ngomong hamil diluar nikah itu khilaf.
jadi, gue kadang suka bingung sama kata- kata "khilaf", dan lebih bingung lagi sama orang- orang yang selalu berlindung di balik kata- kata "khilaf".
maksud gue, lo tuh bikin salah. period.
bikin salah, take responsibility. period.
ngga peduli deh itu kali pertama lo bikin salah sekalipun.
apakah sebegitu pengecutnya manusia jadi selalu mencari kata- kata pembelaan diri supaya ngga harus take responsibility of their action?
apakah sense of right and wrong kalian para manusia sudah sebegitu kacau nya?
ato emang sekarang udah ngga penting salah dan bener?
jadi bisa ditarik kesimpulan kalo manusia itu cuma segerombol makhluk serakah dan pengecut yang ngga mau disalahin kan?
cuma segerombol makhluk yang diciptakan (yang seharusnya)untuk bersyukur tapi malah terlalu sibuk mengeluh tidak puas dan nyari alesan buat ngebenerin segala tindakan salah nya?
lalu, kenapa bangga jadi manusia?
Wednesday, August 19, 2009
header blog #4
header blog, again pal!!
kali ini buat neng piki, dan lagi- lagi untuk neng winnie...






kali ini buat neng piki, dan lagi- lagi untuk neng winnie...
ini design header baru ogut!
ini design buat piki, dia ambil yang fortune cookie...


ini beberapa design yang gue bikin buat winnie, dia ambil yang telor dengan background item...




Monday, August 17, 2009
attention all!
wihiuuu...akhirnya sih gue ganti layout juga...
dan sekarang warna nya putih...bosen abis nyeng warna item- item meluluk...
dannn... dannn... itu drag queen di header gue, thankies to neng joanna yushi yang lagi- lagi nge-gambarin gambar kiut duper itu buat gue!
oh iya, berhubung, sekarang background nya putih, mungkin di posting- posting sebelom nya yang gue pake warna font kuning jadi ngga kebaca, sorry for the inconvenience, sesegera mungkin bakal gue ganti warna nya, so happy reading guys!!
dan 1 lagi, buat link- link yang biasanya bercokol di sebelah kanan sana, belom ke restore semua...
dan sekarang warna nya putih...bosen abis nyeng warna item- item meluluk...
dannn... dannn... itu drag queen di header gue, thankies to neng joanna yushi yang lagi- lagi nge-gambarin gambar kiut duper itu buat gue!
oh iya, berhubung, sekarang background nya putih, mungkin di posting- posting sebelom nya yang gue pake warna font kuning jadi ngga kebaca, sorry for the inconvenience, sesegera mungkin bakal gue ganti warna nya, so happy reading guys!!
dan 1 lagi, buat link- link yang biasanya bercokol di sebelah kanan sana, belom ke restore semua...
Saturday, August 15, 2009
quick post
"if love was all around, how come i can't find any?"
last night, or this early morning should i put, i tweet those sentence and @bslengi, one of my friend, replying my tweet by saying "you know what re, maybe it (the love) could be saying the same thing with you. just wait hahaha"
so i replied it again after thought about it for a while, "so 'it' could be saying 'if rei was all around, how come we can't find her?' hahaha"
then i, myself conclude our tweets. so in order to be found by love, i think i have to be seen more.
okay then. the first step, i think i should tweet more by greeting love by saying "hey love, here i am..come and get me quickly pal!" hahahhaa... no... no... i'm just kidding even though that would be try-able some other time. hahahhaa...
well, it's not that i'm in some kind of hurry anyway, but i just want to prove it to my self that i can love someone else other than him...
last night, or this early morning should i put, i tweet those sentence and @bslengi, one of my friend, replying my tweet by saying "you know what re, maybe it (the love) could be saying the same thing with you. just wait hahaha"
so i replied it again after thought about it for a while, "so 'it' could be saying 'if rei was all around, how come we can't find her?' hahaha"
then i, myself conclude our tweets. so in order to be found by love, i think i have to be seen more.
okay then. the first step, i think i should tweet more by greeting love by saying "hey love, here i am..come and get me quickly pal!" hahahhaa... no... no... i'm just kidding even though that would be try-able some other time. hahahhaa...
well, it's not that i'm in some kind of hurry anyway, but i just want to prove it to my self that i can love someone else other than him...
Friday, August 14, 2009
just don't
ngga pernah sekalipun terpikir oleh gue, kalo akhirnya gue mampu memiliki rasa "merelakan" kayak yang sekarang ini gue punya.
mungkin buat beberapa yang udah ngebaca tulisan gue dari dulu, ato kalian salah satu temen gue, mungkin kalian tau kalo gue ini punya masalah cukup besar dengan perihal merelakan dan let go of things.
gue, yang selalu mau lebih, susah banget merelakan dan mengikhlaskan sesuatu yang udah lepas dari genggaman gue, kalo bisa sedemikian rupa gue usaha in supaya gue bisa dapetin itu lagi. itu juga yang bikin gue terkesan ngeyel sama segala sesuatu, semua- mua nya gue paksa- paksa in.
gue ngga ngerti kenapa, tapi mungkin itu juga sebagai salah stau wujud ketakutan gue akan kehilangan kali ya? karena selama ini gue paling takut akan kehilangan sesuatu apalagi yang gue sayang.
tapi sialnya, gue selalu kehilangan hal- hal yang berarti, penting, dan gue sayang.
dari sahabat, temen, cowo yang gue sayang, sampe barang.
dulu, gue cuma tau fokus buat bikin semuanya balik, dan gue jadi ngga nerima kenyataan kalo sebenernya semuanya udah ilang dan ngga bisa gue genggem lagi. dan akhirnya gue jadi berasa sedih sendiri. gue jadi berasa kalo semua ya emang ninggalin gue dan gue berlarut- larut mendam semua ke-ngga rela-an gue, yang malah buntutnya jadi penyakit buat gue sendiri.
selama ini, gue ga rela sahabat yang gue pikir sahabat terbaik gue pergi tinggalin gue kayak gue ngga pernah kenal sama dia. dulu orang yang gue anggep sahabat gue dan nganggep gue sahabat dia, sekarang cuma bisa gue anggep sebagai cowo nya sahabat gue, dan gue dianggep sahabat- nya cewe dia. dulu gue ga rela sebenernya. dan gue mikir how dare life took me into this position, dan gue nyalahin keadaan buat semua itu tanpa sadar dan nerima kalo kenyataannya adalah dia udah bukan sahabat gue no matter how hard i tried to blame situation for this to happen.
selama ini, gue juga ngga rela kehilangan temen- temen maen gue yang standby 24 jam buat diajak main dan seneng- seneng, dan lagi- lagi nyalahin keadaan tanpa nyoba nerima kenyataan yang ada kalo gue no longer part of them.
dan selama ini juga gue ngga pernah merelakan diri gue untuk bener- bener pisah dari cowo yang gue sayang banget for ages. gue selalu cari excuse buat balik lagi, balik lagi, dan balik lagi sama dia ngga peduli segimanapun dia sakitin gue, segimanapun dia jahatin gue, segimanapun dia buang gue, segimanapun dia perlakukan gue. gue ngeyel, gue tetep mau dia karena gue ngga bisa nerima kenyataan kalo dia mungkin udah ngga mau gue, dia mungkin udah sick of me, mungkin dia udah ngga sayang gue lagi. dan gue terlalu takut buat cari tau karena gue tau gue ga akan rela in dia pergi dari gue eventhough dia udah ngga mau gue.
ya, selama ini gue selalu berkelut dengan ke-ngga rela-an gue, dan ketidak mampu an gue menerima sesuatu. itu kayaknya yang bikin gue selalu aja ngga puas sama segala sesuatu nya, karena gue selalu liat cacat nya, gue selalu telen aja yang senep- senep ini saking gue ga mau buang semua nya. gue takut. karena selama ini gue anggep hal- hal diatas itu pegangan gue. sesuatu yang make me alive aside beberapa hal lainnya, maka gue takut ngebuang semua itu 100%. gue takut kalo gue buang semua dari idup gue, gue bakal suffer more, gue bakal kesakitan lebih dari sekarang, gue takut kehilangan pegangan gue.
jadilah gue terus mikir "mereka masih temen gue kok, cuma ya uda ngga kayak dulu" instead "udahlah, bukan temen yaudah kali ga usah rebek juga kayak ga ada temen lain..."
terus gue juga mikir, "gila ya sayang banget persahabatan gue sama dia msti berantakan padahal dulu bla bla bla " instead of "sekarang udah bukan sahabat yaudah lah.cari sahabat baru!repot banget!"
dan lagi- lagi, gue masih aja terpaku degan mikir "gue sayang dia, gue ga mau lepasin dia ngga peduli segimana jahatnya dia sama gue.." instead, "yaelah, mau ngeyel apalagi sih?dia juga uda ga mau gue.get over him kali!"
yaaa.. itu lah gue...
gue takut.
tapi mungkin sekarang gue cape kali ya?
cape berharap semua bisa berubah jadi keadaan kayak dulu yang jauh lebih baik dari sekarang.
cape berharap ada keajaiban yang bisa puter waktu dan bisa bikin gue terus tinggal aja dimasa dulu dan ga usah balik kemasa sekarang.
cape mikirin ke-tidak puas-an gue terhadap sesuatu.
dan akhirnya gue memaksakan diri gue untuk belajar merelakan semuanya dan menerima semua kenyataan yang ada eventhough akan sakit dan susah banget.
awalnya iya,
rasanya sedihhh banget.
rasa nya miris banget.
rasa nya gue cuma mau pick up the phone and call them in person and tell them what i felt, but i cant...
jadi gue tahan- tahan in.
lama kelamaan, gue empet sendiri kali ya sedih- sedih ngga jelas?
lama kelamaan, gue kayak kebal sendiri,
dan tiba- tiba, gue nyampe di satu titik dimana gue sadar kalo gue udah bisa nerima seua kenyataan yang ada.
gue udah bisa terima kenyataan kalo gue emang udah kehilangan sahabat, temen, dan pacar gue. and along with that feeling, gue berasa kalo gue sudah bisa merelakan kalo emang gue ngga bisa lagi bertemen sama mereka, gue udah bisa merelakan kalo emang gue udah ngga belong together sama cowo yang gue sayang.
bahkan sekarang gue berani bilang kalo gue udah rela in banget kenyataan bahwa gue sama dia ngga akan pernah bisa jadi satu lagi, sehingga gue jadi ngebikin diri gue sendiri aware dan sekarang mungkin ngga mau lagi sama dia.
gue ga bilang gue ngga akan mau lagi sama dia, tapi so far, gue ngga mau dia karena gue ga mau usaha gue buat merelakan ini jadi sia- sia lagi karena susah banget buat gue sampe bisa ke titik merelakan ini.
so just back off dude!
jangan goda gue lagi buat kehilangan semua usaha gue dan kembali termehek- mehek mengutuki nasip gue, just don't.
just don't if you don't want me back.
just don't!
mungkin buat beberapa yang udah ngebaca tulisan gue dari dulu, ato kalian salah satu temen gue, mungkin kalian tau kalo gue ini punya masalah cukup besar dengan perihal merelakan dan let go of things.
gue, yang selalu mau lebih, susah banget merelakan dan mengikhlaskan sesuatu yang udah lepas dari genggaman gue, kalo bisa sedemikian rupa gue usaha in supaya gue bisa dapetin itu lagi. itu juga yang bikin gue terkesan ngeyel sama segala sesuatu, semua- mua nya gue paksa- paksa in.
gue ngga ngerti kenapa, tapi mungkin itu juga sebagai salah stau wujud ketakutan gue akan kehilangan kali ya? karena selama ini gue paling takut akan kehilangan sesuatu apalagi yang gue sayang.
tapi sialnya, gue selalu kehilangan hal- hal yang berarti, penting, dan gue sayang.
dari sahabat, temen, cowo yang gue sayang, sampe barang.
dulu, gue cuma tau fokus buat bikin semuanya balik, dan gue jadi ngga nerima kenyataan kalo sebenernya semuanya udah ilang dan ngga bisa gue genggem lagi. dan akhirnya gue jadi berasa sedih sendiri. gue jadi berasa kalo semua ya emang ninggalin gue dan gue berlarut- larut mendam semua ke-ngga rela-an gue, yang malah buntutnya jadi penyakit buat gue sendiri.
selama ini, gue ga rela sahabat yang gue pikir sahabat terbaik gue pergi tinggalin gue kayak gue ngga pernah kenal sama dia. dulu orang yang gue anggep sahabat gue dan nganggep gue sahabat dia, sekarang cuma bisa gue anggep sebagai cowo nya sahabat gue, dan gue dianggep sahabat- nya cewe dia. dulu gue ga rela sebenernya. dan gue mikir how dare life took me into this position, dan gue nyalahin keadaan buat semua itu tanpa sadar dan nerima kalo kenyataannya adalah dia udah bukan sahabat gue no matter how hard i tried to blame situation for this to happen.
selama ini, gue juga ngga rela kehilangan temen- temen maen gue yang standby 24 jam buat diajak main dan seneng- seneng, dan lagi- lagi nyalahin keadaan tanpa nyoba nerima kenyataan yang ada kalo gue no longer part of them.
dan selama ini juga gue ngga pernah merelakan diri gue untuk bener- bener pisah dari cowo yang gue sayang banget for ages. gue selalu cari excuse buat balik lagi, balik lagi, dan balik lagi sama dia ngga peduli segimanapun dia sakitin gue, segimanapun dia jahatin gue, segimanapun dia buang gue, segimanapun dia perlakukan gue. gue ngeyel, gue tetep mau dia karena gue ngga bisa nerima kenyataan kalo dia mungkin udah ngga mau gue, dia mungkin udah sick of me, mungkin dia udah ngga sayang gue lagi. dan gue terlalu takut buat cari tau karena gue tau gue ga akan rela in dia pergi dari gue eventhough dia udah ngga mau gue.
ya, selama ini gue selalu berkelut dengan ke-ngga rela-an gue, dan ketidak mampu an gue menerima sesuatu. itu kayaknya yang bikin gue selalu aja ngga puas sama segala sesuatu nya, karena gue selalu liat cacat nya, gue selalu telen aja yang senep- senep ini saking gue ga mau buang semua nya. gue takut. karena selama ini gue anggep hal- hal diatas itu pegangan gue. sesuatu yang make me alive aside beberapa hal lainnya, maka gue takut ngebuang semua itu 100%. gue takut kalo gue buang semua dari idup gue, gue bakal suffer more, gue bakal kesakitan lebih dari sekarang, gue takut kehilangan pegangan gue.
jadilah gue terus mikir "mereka masih temen gue kok, cuma ya uda ngga kayak dulu" instead "udahlah, bukan temen yaudah kali ga usah rebek juga kayak ga ada temen lain..."
terus gue juga mikir, "gila ya sayang banget persahabatan gue sama dia msti berantakan padahal dulu bla bla bla " instead of "sekarang udah bukan sahabat yaudah lah.cari sahabat baru!repot banget!"
dan lagi- lagi, gue masih aja terpaku degan mikir "gue sayang dia, gue ga mau lepasin dia ngga peduli segimana jahatnya dia sama gue.." instead, "yaelah, mau ngeyel apalagi sih?dia juga uda ga mau gue.get over him kali!"
yaaa.. itu lah gue...
gue takut.
tapi mungkin sekarang gue cape kali ya?
cape berharap semua bisa berubah jadi keadaan kayak dulu yang jauh lebih baik dari sekarang.
cape berharap ada keajaiban yang bisa puter waktu dan bisa bikin gue terus tinggal aja dimasa dulu dan ga usah balik kemasa sekarang.
cape mikirin ke-tidak puas-an gue terhadap sesuatu.
dan akhirnya gue memaksakan diri gue untuk belajar merelakan semuanya dan menerima semua kenyataan yang ada eventhough akan sakit dan susah banget.
awalnya iya,
rasanya sedihhh banget.
rasa nya miris banget.
rasa nya gue cuma mau pick up the phone and call them in person and tell them what i felt, but i cant...
jadi gue tahan- tahan in.
lama kelamaan, gue empet sendiri kali ya sedih- sedih ngga jelas?
lama kelamaan, gue kayak kebal sendiri,
dan tiba- tiba, gue nyampe di satu titik dimana gue sadar kalo gue udah bisa nerima seua kenyataan yang ada.
gue udah bisa terima kenyataan kalo gue emang udah kehilangan sahabat, temen, dan pacar gue. and along with that feeling, gue berasa kalo gue sudah bisa merelakan kalo emang gue ngga bisa lagi bertemen sama mereka, gue udah bisa merelakan kalo emang gue udah ngga belong together sama cowo yang gue sayang.
bahkan sekarang gue berani bilang kalo gue udah rela in banget kenyataan bahwa gue sama dia ngga akan pernah bisa jadi satu lagi, sehingga gue jadi ngebikin diri gue sendiri aware dan sekarang mungkin ngga mau lagi sama dia.
gue ga bilang gue ngga akan mau lagi sama dia, tapi so far, gue ngga mau dia karena gue ga mau usaha gue buat merelakan ini jadi sia- sia lagi karena susah banget buat gue sampe bisa ke titik merelakan ini.
so just back off dude!
jangan goda gue lagi buat kehilangan semua usaha gue dan kembali termehek- mehek mengutuki nasip gue, just don't.
just don't if you don't want me back.
just don't!
Wednesday, August 12, 2009
Madly Mad M
oke...
oke...
oke...
gue sebenernya dari setadian perang batin gitu deh antara mau nge post soal ini ato ngga...
gue sebenernya ngga suka nge-post sesuatu yang lagi hype di masyarakat, makanya gue ga ngepost soal michael jackson waktu dia meninggal, ngga juga nge post soal pemilu, juga ngga pas mbah surip dan w.s rendra died, tapi godaan ini sungguh sangat berat buat gue tepik.
jadi dari tadi gue mikir, gue akan mengikuti ke-idealis-an gue buat ngga nge-post gossip yang banyak beredar ato gue memuaskan hasrat kepo dan ngehojat gue ini, dan ternyata yak! hasrat gue buat ngehojat emang ngga gampang ditepis.
oke,
gue yakin ngga ada yang ngga tau berita super duper heboh soal si eneng satu ini, pemaen sinetron maha laris jaman gue kecil dulu dimana dia punya ibu peri *YAP! ibu peri! dan tolol nya, gue dulu SAMA SEKALI TIDAK MERASA DIBODOHI SAAT MENONTON FILM INI.* oke, skip, itu aib gue jaman dulu...
balik lagi ke topik, iya si eneng yang kalo nangis bibirnya minta dicipok gorila gara- gara mengok- mengok ini baru- baru aja nge-post beberapa video nya di youtube. gue emang ngga sempet nonton semua video nya, dan uda keburu diremove sama si empu nya video, tapi gue sempet nonton beberapa video yang berhasil di re-post oleh beberapa orang.
dan cuma 1 yang muncul di kepala gue "dia ini polos, bodoh, atau gila?"
i mean, kalo dia polos mungkin dia kurang paham kalo curcol di youtube itu sama sekali ngga keren dan malah cenderung mempermalukan diri sendiri.
kalo bodoh, mungkin dia ngga inget kalo youtube itu bisa diakses semua orang dimana aja, yang artinya curcol dia akan bisa diakses sama siapapun, artinya dia buka aib sendiri.
dan kalo ternyata dia ini gila, gue cuma bisa saranin mending ke psikiater deh.. kasian gue liat nya... ya ampun...
sejujurnya, gue sih curiga dia ngebet jadi trending topic dan buah bibir layaknya pendahulu- pendahulunya seperti mbak chinca lawrah, neng manokwari bersama ibu desak petangrina, dewi jambu^ dan juminten perez^ yang semenjak mempertontonkan KE-NGGA ADA OTAK-AN NYA langsung beken mendadak dan meraup sangat banyak keuntungan seperti promosi diri gratis, dijadiin model iklan les inggris padahal dia ngga les inggris disana *Cek iklan EF,guys!*, dan ditawarin memfilmkan riwayat hidupnya saat diperkosa.
cuma satu sih yang gue khawatirkan, tiba- tiba besok si om helmy raja reality show indonesia bakal bikin acara "marsh*nda's new BFF" kayak acaranya si paris hilton, aih bebihhhh! sungguh sangatlah sedap! dan pastinya ya kan, gue bakal langsung daftar acara itu! ya secara ya kan, ngga ada paris hilton neng cha-cha pun jadi lahh, lagian siapa tau gue diajakin bikin video curcol versi 2 yang lebih ajoi dan menggemparkan? bihh! beken gue!
gara- gara video ini beredar, muncullah berita simpang siur yang bilang dia kayak lagi giting lah, habis minum dan mabok lah, druggie lah.
tapi setelah gue perhatikan dan gue tilik, kayaknya masalahnya tidak terletak pada giting, gele, alkohol, ataupun drugs, tapi PADA RAMBUTNYA! yak sodara- sodari ku sekalian, kecurigaan gue sangatlah mendalam pada RAMBUT NYA!
soalnya selama ini gue selalu meyakini kalo "rambut semakin menguning, semakin merunduk pula IQ orang nya", dan yap, dia baru- baru ini nge cat rambut nya jadi kinda' blond or brunnette gitu kan? yang jelas kuning deh rambut nya, nah gue yakin kegilaan dan kebegoan dia berasal dari sana karena nampaknya semua nutrisi otaknya tersedot cat rambut dan otaknya menciut makanya bisa melakukan tindakan super duper TOLOL!
nih ya, gue yakin banget deh ada hubungan antara rambut berwarna karatan sama rendahnya intelegensia seseorang, buktinya nih ya, cuma ada dua persamaan antara andhika kancut band^-paris hilton-dan si eneng ch* cha ini. yang pertama, mereka sama- sama berambut warna karatan dan yang kedua, mereka sama- sama kurang berotak. see?
gue ngga ngata-in dia karena gue ga suka, tapi dia tolol karena dia MEMPERMALUKAN DIRI NYA SENDIRI! oh my god, orang mah kemana- mana berusaha sedemikian rupa untuk tidak mempermalukan diri nya sendiri atau tidak mempertontonkan kebodohannya, tapi dia dengan bangga nya seolah ngasih tau ke orang kalo dia agak tergangu *maaf ya buat siapapun yang mungkin tersinggung*,
but honestly i do pitying her.
maksud gue, gue yakin lah she had her reason for doing this stupid-impulsive-self humilliation action.
mungkin memang she does hate her childhood friends that much, maybe her childhood friends are just total pain in the ass and biggest jerk of all for her life, and maybe she does have a humongous problem, well we don't know aight?
so not blamming at all dia bikin video curcol sambil mewek- mewek srat-srot buang ingus ngata- ngatain temen- temen nya, ato nyanyi super mendayu sambil nangis dengan maksud bikin terharu miris teriris, ato malah nanyi sambil jejingkrakan kayak di lantai ada api nya terus jejeritan emosional sambil caci maki temen- temen nya.
dia ngga salah sama sekali, jadi jangan bilang "dia cuma salah cara menyampaikan kekesalannya", menurut gue dia ngga salah sama sekali,
yang salah adalah SUARA NYA! iya! suara nya.
MAN, dia ngaku nya penyanyi kan? at least kalo pun mau marah- marah sambil nyanyi ato curcol sambil nyanyi, BISA KAN DIA NYANYI PAKE SUARA BANGUS INSTEAD OF THOSE IRRITATING VOICE SHE USED?
sumpah ya, suara dia bener- bener ngga bisa dibilang lebih bagus daripada hamster berontak gara- gara dibekep pake kancut.
dan habis ini,
gue sangat khawatir tiba-tiba besok di infotainmen muncul berita gini,
aduh tuhan, apa- apa an sih ini orang indonesia kok makin hari bukan makin pinter tapi makin ilang otak nya?
--
note :
1. tanda ^ artinya nama disamarkan dan kalian bisa mengira- ngira lah mereka siapa...
2. 1 nasehat gue buat dia : daripada sibuk bikin video curcol, mending les vokal!
3. dan nasehat gue buat si pacar ato mantan pacar, sebelom lo di ceng in sama temen- temen lo, mending jedotin kepala sampe bonyok, terus belagak amnesia deh.lol
4. (baca pake nada gossip girl)
--
here's some video of her :
--
ciao, guys!
oya, this is just for fun. and since this is my blog, please jangan protes klo ngga suka isi nya, empet gue!
and oh by the way, i do love her... apalagi after today. beuh!
she's totally boozed up my mood tonight and made my day!
jadi, udah jangan dicela lagi, dia udah menghibur kita gini mestinya dihargai, bukan dihina!
cintamarsh*ndabangetlahyacinnn! #marsh*ndaunite!
LOLS!
oke...
oke...
gue sebenernya dari setadian perang batin gitu deh antara mau nge post soal ini ato ngga...
gue sebenernya ngga suka nge-post sesuatu yang lagi hype di masyarakat, makanya gue ga ngepost soal michael jackson waktu dia meninggal, ngga juga nge post soal pemilu, juga ngga pas mbah surip dan w.s rendra died, tapi godaan ini sungguh sangat berat buat gue tepik.
jadi dari tadi gue mikir, gue akan mengikuti ke-idealis-an gue buat ngga nge-post gossip yang banyak beredar ato gue memuaskan hasrat kepo dan ngehojat gue ini, dan ternyata yak! hasrat gue buat ngehojat emang ngga gampang ditepis.
oke,
gue yakin ngga ada yang ngga tau berita super duper heboh soal si eneng satu ini, pemaen sinetron maha laris jaman gue kecil dulu dimana dia punya ibu peri *YAP! ibu peri! dan tolol nya, gue dulu SAMA SEKALI TIDAK MERASA DIBODOHI SAAT MENONTON FILM INI.* oke, skip, itu aib gue jaman dulu...
balik lagi ke topik, iya si eneng yang kalo nangis bibirnya minta dicipok gorila gara- gara mengok- mengok ini baru- baru aja nge-post beberapa video nya di youtube. gue emang ngga sempet nonton semua video nya, dan uda keburu diremove sama si empu nya video, tapi gue sempet nonton beberapa video yang berhasil di re-post oleh beberapa orang.
dan cuma 1 yang muncul di kepala gue "dia ini polos, bodoh, atau gila?"
i mean, kalo dia polos mungkin dia kurang paham kalo curcol di youtube itu sama sekali ngga keren dan malah cenderung mempermalukan diri sendiri.
kalo bodoh, mungkin dia ngga inget kalo youtube itu bisa diakses semua orang dimana aja, yang artinya curcol dia akan bisa diakses sama siapapun, artinya dia buka aib sendiri.
dan kalo ternyata dia ini gila, gue cuma bisa saranin mending ke psikiater deh.. kasian gue liat nya... ya ampun...
sejujurnya, gue sih curiga dia ngebet jadi trending topic dan buah bibir layaknya pendahulu- pendahulunya seperti mbak chinca lawrah, neng manokwari bersama ibu desak petangrina, dewi jambu^ dan juminten perez^ yang semenjak mempertontonkan KE-NGGA ADA OTAK-AN NYA langsung beken mendadak dan meraup sangat banyak keuntungan seperti promosi diri gratis, dijadiin model iklan les inggris padahal dia ngga les inggris disana *Cek iklan EF,guys!*, dan ditawarin memfilmkan riwayat hidupnya saat diperkosa.
cuma satu sih yang gue khawatirkan, tiba- tiba besok si om helmy raja reality show indonesia bakal bikin acara "marsh*nda's new BFF" kayak acaranya si paris hilton, aih bebihhhh! sungguh sangatlah sedap! dan pastinya ya kan, gue bakal langsung daftar acara itu! ya secara ya kan, ngga ada paris hilton neng cha-cha pun jadi lahh, lagian siapa tau gue diajakin bikin video curcol versi 2 yang lebih ajoi dan menggemparkan? bihh! beken gue!
gara- gara video ini beredar, muncullah berita simpang siur yang bilang dia kayak lagi giting lah, habis minum dan mabok lah, druggie lah.
tapi setelah gue perhatikan dan gue tilik, kayaknya masalahnya tidak terletak pada giting, gele, alkohol, ataupun drugs, tapi PADA RAMBUTNYA! yak sodara- sodari ku sekalian, kecurigaan gue sangatlah mendalam pada RAMBUT NYA!
soalnya selama ini gue selalu meyakini kalo "rambut semakin menguning, semakin merunduk pula IQ orang nya", dan yap, dia baru- baru ini nge cat rambut nya jadi kinda' blond or brunnette gitu kan? yang jelas kuning deh rambut nya, nah gue yakin kegilaan dan kebegoan dia berasal dari sana karena nampaknya semua nutrisi otaknya tersedot cat rambut dan otaknya menciut makanya bisa melakukan tindakan super duper TOLOL!
nih ya, gue yakin banget deh ada hubungan antara rambut berwarna karatan sama rendahnya intelegensia seseorang, buktinya nih ya, cuma ada dua persamaan antara andhika kancut band^-paris hilton-dan si eneng ch* cha ini. yang pertama, mereka sama- sama berambut warna karatan dan yang kedua, mereka sama- sama kurang berotak. see?
gue ngga ngata-in dia karena gue ga suka, tapi dia tolol karena dia MEMPERMALUKAN DIRI NYA SENDIRI! oh my god, orang mah kemana- mana berusaha sedemikian rupa untuk tidak mempermalukan diri nya sendiri atau tidak mempertontonkan kebodohannya, tapi dia dengan bangga nya seolah ngasih tau ke orang kalo dia agak tergangu *maaf ya buat siapapun yang mungkin tersinggung*,
but honestly i do pitying her.
maksud gue, gue yakin lah she had her reason for doing this stupid-impulsive-self humilliation action.
mungkin memang she does hate her childhood friends that much, maybe her childhood friends are just total pain in the ass and biggest jerk of all for her life, and maybe she does have a humongous problem, well we don't know aight?
so not blamming at all dia bikin video curcol sambil mewek- mewek srat-srot buang ingus ngata- ngatain temen- temen nya, ato nyanyi super mendayu sambil nangis dengan maksud bikin terharu miris teriris, ato malah nanyi sambil jejingkrakan kayak di lantai ada api nya terus jejeritan emosional sambil caci maki temen- temen nya.
dia ngga salah sama sekali, jadi jangan bilang "dia cuma salah cara menyampaikan kekesalannya", menurut gue dia ngga salah sama sekali,
yang salah adalah SUARA NYA! iya! suara nya.
MAN, dia ngaku nya penyanyi kan? at least kalo pun mau marah- marah sambil nyanyi ato curcol sambil nyanyi, BISA KAN DIA NYANYI PAKE SUARA BANGUS INSTEAD OF THOSE IRRITATING VOICE SHE USED?
sumpah ya, suara dia bener- bener ngga bisa dibilang lebih bagus daripada hamster berontak gara- gara dibekep pake kancut.
dan habis ini,
gue sangat khawatir tiba-tiba besok di infotainmen muncul berita gini,
"roy sukro^, pakar telematika menggelar konfrensi pers terkait video narsis marsh*nda dan dengan keyakinan 100% dan berani menjamim kalau video tersebut adalah asli dan bukan rekayasa"
roy sukro, kiss my ass lah! si babik ngebet tenar itu pasti sok ikut- ikut an lagi dan cuma bikin gue pengen jejelin kacang sukro ke mata nya, idung, dan mulutnya!aduh tuhan, apa- apa an sih ini orang indonesia kok makin hari bukan makin pinter tapi makin ilang otak nya?
--
note :
1. tanda ^ artinya nama disamarkan dan kalian bisa mengira- ngira lah mereka siapa...
2. 1 nasehat gue buat dia : daripada sibuk bikin video curcol, mending les vokal!
3. dan nasehat gue buat si pacar ato mantan pacar, sebelom lo di ceng in sama temen- temen lo, mending jedotin kepala sampe bonyok, terus belagak amnesia deh.lol
4. (baca pake nada gossip girl)
spotted : our poor lil' M has gone Madly Mad cos losing her 'ibu peri' for so long. oh, you poor lil' Madly Mad M, can you take the risk of your Mad action or you just choose to be Mad Hatter companion?
xoxo, gossip girl
xoxo, gossip girl
--
here's some video of her :
--
ciao, guys!
oya, this is just for fun. and since this is my blog, please jangan protes klo ngga suka isi nya, empet gue!
and oh by the way, i do love her... apalagi after today. beuh!
she's totally boozed up my mood tonight and made my day!
jadi, udah jangan dicela lagi, dia udah menghibur kita gini mestinya dihargai, bukan dihina!
cintamarsh*ndabangetlahyacinnn! #marsh*ndaunite!
LOLS!
Sunday, August 9, 2009
plurk whore, tweet bitch, blog hooker, and internet junkies for sure
random thingies:
- belakangan gue berasa sangatlah ngga produktif.
ya ngga cuma belakangan sih, tapi hampir selalu ngga produktif emang, apalagi semenjak libur.
saking ngga produktifnya, gue sampe ngga bisa menghasilkan ide apapun buat nge blog.
kualitas ide menurun, kualitas tulisan menurun, kuantitas tulisan ikut menurun.
semakin menggila!
ah tidak, nampaknya gue akan menjadi seorang blogger murtad yang jarang ngapdet blog...
- oh my god!
id card gue ilang lagi!
astaga... otak gue nih isinya apaan sih ya? tiap kali liburan, id card gue selalu hilang... aduh id card ku sayang, jangan ilang dong sayang.... ntar gue ga bisa masuk kampus buat isi KRS hari rabu nih... aih mamihh, gimana ini nasip gueeee???
id card sayang, kembali dong.. gue janji deh gue beliin plastik baru supaya lu bisa digantung lagi... gue janji deh lu ga gue geletakin belarakan di mejaa....
balik dong id card sayang....
- i loveeeeeeeeeeeeeee this shoes... oh my god! craving for this shoes! (kulkith) *is there any nice person who waould buy me this gorgeous shoes???ughhh!!!!*




- gue sudah mulai menjadi status-update freak. padahal selama ini gue selalu males sama orang- orang yang nulis status fesbuknya kayak "lagi makan di x", ato "di mall y mau nonton film z sama a,b,c,dan d", or "mandi dulu ah!" atau "off to bed now...". well, i mean ngga perlu juga kali sampe kayak gitu, like any body would like to know what the hell u are doing anyway, but... i start being status update freak since i joined twitter and plurk! ternyata status-updating is kinda addictive ya? hahaha... gee, nampaknya gue sudah menjadi plurk whore, tweet bitch, blog hooker, and internet junkies for sure. lol. and i think there's a motto for status update junkies "we should update more, more and more to let the world know what the hell am i doin' right fuckin now! hell yeah!"
- sebenernya none of this post is important, tapi sudahlah,yang penting apdet!lol
- belakangan gue berasa sangatlah ngga produktif.
ya ngga cuma belakangan sih, tapi hampir selalu ngga produktif emang, apalagi semenjak libur.
saking ngga produktifnya, gue sampe ngga bisa menghasilkan ide apapun buat nge blog.
kualitas ide menurun, kualitas tulisan menurun, kuantitas tulisan ikut menurun.
semakin menggila!
ah tidak, nampaknya gue akan menjadi seorang blogger murtad yang jarang ngapdet blog...
- oh my god!
id card gue ilang lagi!
astaga... otak gue nih isinya apaan sih ya? tiap kali liburan, id card gue selalu hilang... aduh id card ku sayang, jangan ilang dong sayang.... ntar gue ga bisa masuk kampus buat isi KRS hari rabu nih... aih mamihh, gimana ini nasip gueeee???
id card sayang, kembali dong.. gue janji deh gue beliin plastik baru supaya lu bisa digantung lagi... gue janji deh lu ga gue geletakin belarakan di mejaa....
balik dong id card sayang....
- i loveeeeeeeeeeeeeee this shoes... oh my god! craving for this shoes! (kulkith) *is there any nice person who waould buy me this gorgeous shoes???ughhh!!!!*




- gue sudah mulai menjadi status-update freak. padahal selama ini gue selalu males sama orang- orang yang nulis status fesbuknya kayak "lagi makan di x", ato "di mall y mau nonton film z sama a,b,c,dan d", or "mandi dulu ah!" atau "off to bed now...". well, i mean ngga perlu juga kali sampe kayak gitu, like any body would like to know what the hell u are doing anyway, but... i start being status update freak since i joined twitter and plurk! ternyata status-updating is kinda addictive ya? hahaha... gee, nampaknya gue sudah menjadi plurk whore, tweet bitch, blog hooker, and internet junkies for sure. lol. and i think there's a motto for status update junkies "we should update more, more and more to let the world know what the hell am i doin' right fuckin now! hell yeah!"
- sebenernya none of this post is important, tapi sudahlah,yang penting apdet!lol
Monday, August 3, 2009
masalah pemimpi
masalah pemimpi kebanyakan bukan pada banyak nya mimpi mereka, atau sulitnya mimpi mereka jadi nyata, tapi masalah sebenarnya adalah mereka hanya bermimpi. bermimpi tentang mimpi, bermimpi mimpi nya jadi nyata, dan bermimpi mewujudkan mimpi nya tanpa pernah benar- benar berusaha mewujudkan mimpi nya.
lalu ujung- ujung nya memarahi keadaan yang dipikir jadi penyebab impian ngga jadi nyata, tapi lupa menyalahkan diri sendiri yang cuma bisa keasikan mimpi dan ngga inget buat mewujudkannya.
dan gue mungkin termasuk salah satu dari sekian banyak pemimpi yang cuma berani mimpi tapi ngga berani ngapa- ngapain buat bikin mimpi gue jadi nyata.
saking kebanyakannya gue mimpi, gue sampe ngga bisa lagi bedain mana yang mimpi dan mana yang nyata... mana yang cuma gue mimpi in, mana yang udah gue coba usahakan jadi nyata.
hahahhaa... i know i sound like i'm having a mental disorder... lol...
tapi seperti yang uda gue bilang di salah satu posting gue sebelum ini, gue suka terlalu nyaman sama hidup gue yang gini- gini aja soalnya gue ngga bisa menghadapi akhir dan takut sama permulaan yang baru, jadi hidup gue in between... diantara. gara- gara itu juga, gue jadi suka nge push-back diri gue sendiri once gue mau pursuing my dream. i'm afraid of change. i'm afraid to change. maybe i'm a coward. big fat cowardly looser. so i never get THE happiness that i talked about so many times.
lalu gue sendiri mikir- mikir lagi sebenernya masalah gue terletak dimana...
dan mungkin ini akan terdengar begitu aneh dan kontradiktif, tapi gue ini hanya mimpi tanpa put any hope mimpi gue jadi nyata. gue mimpi, tapi ngga bener- bener ngarep mimpi- mimpi gue jadi nyata karena somehow otak gue udah terprogram untuk percaya kalo hidup gue tidak semudah putri- putri cantik di dongeng yang punya ibu peri baik hati yang sedia menolong mewujudkan mimpi nya setiap saat dengan satu kali jentikan jari. jadi gue ngga berani put any hope in my dreams... i know that sound weird and impossibly impossible, but i think that's my major problem in pursuing happiness... i'm afraid to hoping.
well, i'm not a positive person indeed, jadi gue tidak pernah menge set pikiran gue untuk segala sesuatu yang positif, manis, optimis, tapi gue lebih kepada sinis, logis, apatis sehingga ya itu tadi, gue tidak optimis dengan mimpi- mimpi gue sendiri, LAH KAPAN JADI NYATA NYE TU MIMPI KLO GUE SENDIRI AJA NGGA YAKIN SAMA MIMPI GUE?! ngga heran banget lah gue selalu ngga berhasil ngedapetin mimpi- mimpi gue...
ughh.... disaat- saat usai kontemplasi dan penyadaran diri gini gue jadi suka berasa pathetic banget dah... berasa suppah duppah (gee, pake bahasa anak gaul kok bikin gue pengen muntah gara- gara jijik sendiri ya?) stupeeeeddddd!!! grrrrr!
gue suka berasa kalo selama ini gue terlalu pengecut buat semua- mua nya...
talking rubbish di blog how i want happiness tapi benernya gue sendiri yang takut bahagia...
urgh... what the hell is wrong with me sih?!
damn!
gue pernah baca satu buku yang cukup menginspirasi, di buku itu dia bilang taroh mimpi lo 5 cm di depan mata lu supaya lu terus liat dan terus inget dan terus ngejar mimpi lu karena lu ngga akan pernah lupa.
lalu ada juga satu temen gue yang pernah bilang "jangan gantungkan cita- cita setinggi langit rei, cukup setinggi langit- langit kamar".
well, i have to agree with those two...
yang pertama, ya... taro aja mimpi nya deket- deket. jangan kejauhan... kalo deket mata, lu akan liat setiap hari, dan lo akan selalu inget sama mimpi lu itu, dan lu jadi punya keinginan buat mewujudkannya karena berasa keledek sama mimpi yang tiap hari lu liat, dan gue juga setuju jangan taro mimpi lu setinggi langit, tapi cukup setinggi langit- langit kamar.
karena kalo setinggi langit, susah dicari nya lagi, susah juga kalo tiba- tiba ketiup angin... lagipula kalo lu taro setinggi langit- langit kamar, mimpi lo itu akan jadi hal pertama yang lu liat waktu lu bangun di pagi hari dan hal terakhir yang lu lihat sebelum lu tidur...
mungkin gue harus berhenti bermimpi sejenak dan mulai nyicil mewujudkannya kali ya?
lalu ujung- ujung nya memarahi keadaan yang dipikir jadi penyebab impian ngga jadi nyata, tapi lupa menyalahkan diri sendiri yang cuma bisa keasikan mimpi dan ngga inget buat mewujudkannya.
dan gue mungkin termasuk salah satu dari sekian banyak pemimpi yang cuma berani mimpi tapi ngga berani ngapa- ngapain buat bikin mimpi gue jadi nyata.
saking kebanyakannya gue mimpi, gue sampe ngga bisa lagi bedain mana yang mimpi dan mana yang nyata... mana yang cuma gue mimpi in, mana yang udah gue coba usahakan jadi nyata.
hahahhaa... i know i sound like i'm having a mental disorder... lol...
tapi seperti yang uda gue bilang di salah satu posting gue sebelum ini, gue suka terlalu nyaman sama hidup gue yang gini- gini aja soalnya gue ngga bisa menghadapi akhir dan takut sama permulaan yang baru, jadi hidup gue in between... diantara. gara- gara itu juga, gue jadi suka nge push-back diri gue sendiri once gue mau pursuing my dream. i'm afraid of change. i'm afraid to change. maybe i'm a coward. big fat cowardly looser. so i never get THE happiness that i talked about so many times.
lalu gue sendiri mikir- mikir lagi sebenernya masalah gue terletak dimana...
dan mungkin ini akan terdengar begitu aneh dan kontradiktif, tapi gue ini hanya mimpi tanpa put any hope mimpi gue jadi nyata. gue mimpi, tapi ngga bener- bener ngarep mimpi- mimpi gue jadi nyata karena somehow otak gue udah terprogram untuk percaya kalo hidup gue tidak semudah putri- putri cantik di dongeng yang punya ibu peri baik hati yang sedia menolong mewujudkan mimpi nya setiap saat dengan satu kali jentikan jari. jadi gue ngga berani put any hope in my dreams... i know that sound weird and impossibly impossible, but i think that's my major problem in pursuing happiness... i'm afraid to hoping.
well, i'm not a positive person indeed, jadi gue tidak pernah menge set pikiran gue untuk segala sesuatu yang positif, manis, optimis, tapi gue lebih kepada sinis, logis, apatis sehingga ya itu tadi, gue tidak optimis dengan mimpi- mimpi gue sendiri, LAH KAPAN JADI NYATA NYE TU MIMPI KLO GUE SENDIRI AJA NGGA YAKIN SAMA MIMPI GUE?! ngga heran banget lah gue selalu ngga berhasil ngedapetin mimpi- mimpi gue...
ughh.... disaat- saat usai kontemplasi dan penyadaran diri gini gue jadi suka berasa pathetic banget dah... berasa suppah duppah (gee, pake bahasa anak gaul kok bikin gue pengen muntah gara- gara jijik sendiri ya?) stupeeeeddddd!!! grrrrr!
gue suka berasa kalo selama ini gue terlalu pengecut buat semua- mua nya...
talking rubbish di blog how i want happiness tapi benernya gue sendiri yang takut bahagia...
urgh... what the hell is wrong with me sih?!
damn!
gue pernah baca satu buku yang cukup menginspirasi, di buku itu dia bilang taroh mimpi lo 5 cm di depan mata lu supaya lu terus liat dan terus inget dan terus ngejar mimpi lu karena lu ngga akan pernah lupa.
lalu ada juga satu temen gue yang pernah bilang "jangan gantungkan cita- cita setinggi langit rei, cukup setinggi langit- langit kamar".
well, i have to agree with those two...
yang pertama, ya... taro aja mimpi nya deket- deket. jangan kejauhan... kalo deket mata, lu akan liat setiap hari, dan lo akan selalu inget sama mimpi lu itu, dan lu jadi punya keinginan buat mewujudkannya karena berasa keledek sama mimpi yang tiap hari lu liat, dan gue juga setuju jangan taro mimpi lu setinggi langit, tapi cukup setinggi langit- langit kamar.
karena kalo setinggi langit, susah dicari nya lagi, susah juga kalo tiba- tiba ketiup angin... lagipula kalo lu taro setinggi langit- langit kamar, mimpi lo itu akan jadi hal pertama yang lu liat waktu lu bangun di pagi hari dan hal terakhir yang lu lihat sebelum lu tidur...
mungkin gue harus berhenti bermimpi sejenak dan mulai nyicil mewujudkannya kali ya?
Sunday, August 2, 2009
header blog #2
(lanjutan dari http://celotehbodohnyarei.blogspot.com/2009/06/header-blog.html)
yeayyy!
baru saja menyelesaikan 2 header blog lagi...
kali ini buat neng iicha sama neng sasha... semoga mereka sukaaa!!!uhuy!
yeayyy!
baru saja menyelesaikan 2 header blog lagi...
kali ini buat neng iicha sama neng sasha... semoga mereka sukaaa!!!uhuy!
dan yang ini buat neng icha -LIPSTICK (http://lipstickapple.blogspot.com)-
*update*
barusan bikinin juga buat blog nya teeteen
gue bikin 2 design, salah satu nya ini
tapi ternyata dia lebih suka yang ini...
-Story About Teen (http://storyaboutteen.blogspot.com)-
*update*
barusan bikinin juga buat blog nya teeteen
gue bikin 2 design, salah satu nya ini
tapi ternyata dia lebih suka yang ini...
-Story About Teen (http://storyaboutteen.blogspot.com)-
Subscribe to:
Posts (Atom)










